3861
  2017-05-23       pinterest.com

Hukum Prewedding Dalam Ajaran Islam

Lumrahnya pasangan yang hendak menikah melakukan foto prewedding. Tapi foto prewedding ini disebut-sebut haram bagi calon pengantin muslim. Yuk simak hukum prewedding dalam ajaran islam!

Fany Darrienda 13,074 views

Assalamu'alaikum, Moeslemates!
Moeslemates yang sedang merencanakan pernikahan pasti sibuk dengan persiapan ini itu ya.
Apalagi yang menyelenggarakan resepsi, bakal semakin banyak hal yang harus dipersiapkan.
Salah satu persiapan yang dilakukan antara lain foto pranikah alias foto prewedding.
Tidak hanya dipajang pada saat gelaran resepsi, foto ini biasanya juga menghiasi souvenir dan undangan pernikahan.
Meskipun lumrah dilakukan oleh calon pengantin, ada wacana bahwa foto prewedding dilarang bahkan diharamkan bagi calon pengantin muslim.
Kenapa ya?

Prewedding Haram?

Laki-laki dan perempuan yang belum menjadi muhrim memang sebaiknya tidak bersentuhan apalagi bermesraan.
Dalam sesi foto prewedding biasanya terdapat pose mesra antara kedua calon pengantin misalnya bergandengan tangan, berangkulan, berpelukan, bahkan mencium.
Pose ini sengaja dirancang untuk menunjukkan kasih sayang kedua pasangan.
Hal inilah yang mendasari diharamkannya foto prewedding.

Sepasang manusia yang akan menikah sudah pasti saling menyayangi, tidak perlu diragukan lagi. Sebab mereka sudah sepakat untuk hidup bersama seumur hidupnya.
Kasih sayang itu tidak perlu diumbar berlebihan.
Lagipula, laki-laki dan perempuan yang belum menikah memang sebaiknya tidak saling bersentuhan apalagi berpelukan atau mencium hanya untuk menciptakan kesan romantis dalam foto prewedding.
Wah padahal resepsi tanpa foto prewedding rasanya kurang lengkap ya.
Lalu bolehkah kalau Moeslemates ingin tetap melakukan foto pranikah?

Prewedding, Boleh Asal...

Tidak apa-apa kok kalau Moeslemates tetap ingin melakukan foto prewedding, asal tidak ada pose yang mengakibatkan terjadi adanya kontak fisik.
Seorang fotografer yang berkompeten pasti bisa mengarahkan gaya calon pengantin sehingga bisa tetap menimbulkan kesan romantis walaupun tanpa pose mesra sekalipun. Fotografer profesional juga pasti bersedia memenuhi apapun keinginan kliennya.

Source: Dokumen Pribadi

Atau kalau Moeslemates ingin tetap ada pose mesra seperti berpelukan, lakukan foto postwedding saja alias sesi foto yang dilakukan setelah ijab.
Malah lebih nyaman melakukan pose mesra saat foto postwedding karena sudah sah menjadi muhrim.
Wajah bahagia juga pasti lebih terpancar secara alami loh, Moeslemates.

Itu tadi sedikit bahasan tentang hukum prewedding dalam Islam.
Tanpa pose mesra pun foto prewedding tetap bisa romantis dan berkesan kan, Moeslemates?
Semoga niat baik Moeslemates untuk menikah dimudahkan oleh Allah ya, aamiin.
Wassalamu'alaikum!

Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mo...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mother

2 comments

Fi'it Rachmawati
Fi'it Rachmawati 2017-05-25 08:43:44

Maaf sebelumnya, mengenai artikel di atas apakah ada dalil yang mengharamkan foto prewedding itu haram? Alangkah lebih baiknya diperkuat dengan dalil-dalil atau alasannya dari Al-Qur'an maupun Hadits. Sehingga bisa berdasar.

Fany Darrienda
Fany Darrienda 2017-05-25 12:00:47

Halo, Mbak~
Artikel ini saya tulis terinspirasi dari ceramah ustadzah waktu saya belajar ngaji.
Hadist dan ayat Al-Qur'an tentang foto prewedding setahu saya tidak ada karena dulu tidak ada foto prewedding (mohon maaf kalau saya salah, ilmu saya masih dangkal).

Namun banyak hadist yang menyebutkan haram hukumnya bagi laki-laki menyentuh wanita yang bukan muhrimnya, antara lain:

"Rasulullah bersabda: Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

“Lebih baik bagi salah satu sari kalian memegang bara api yang panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.” (HR. Sahihain)

Sudah saya jelaskan di dalam artikel, hal yang mendasari diharamkannya foto prewedding adalah adanya sentuhan fisik laki-laki dan perempuan yang belum muhrim dalam pose foto seperti merangkul, memeluk, bahkan mencium.
Namanya juga foto pra nikah, pastinya dilakukan sebelum menikah. Sebelum sah menikah, laki-laki dan perempuan belum menjadi muhrim, sehingga haram hukumnya bagi mereka untuk berangkulan, berpelukan, atau berciuman.

Namun berdasarkan ceramah ustadzah, kalau foto prewedding itu dilakukan tanpa ada sentuhan fisik misalnya hanya dengan pose berdiri berdampingan yang berjarak, masih dimaklumkan meskipun menurut ustadzah juga walaupun hanya semacam itu sebaiknya foto prewedding tetap dihindari sebab meskipun tidak ada sentuhan fisik dalam pose foto, saat sesi pemotretan bisa saja terjadi.

Itu pengetahuan yang saya peroleh dari ceramah yang saya dengarkan, Mbak.
Maaf kalau ada kesalahan, semata-mata itu dari saya :(
Mohon dikoreksi kesalahan yang ada :)

Oh iya, dalam menulis artikel ini selain dari ceramah saya juga merujuk dari beberapa artikel:

https://m.detik.com/news/berita/1279360/ketua-mui-sependapat-foto-pre-wedding-haram

http://m.solopos.com/2015/09/24/tentang-islam-hukum-pre-wedding-menurut-ajaran-islam-645494

http://pesantren-id.blogspot.com/2014/08/hukum-membuat-foto-pre-wedding-menurut.html?m=1

Terimakasih sudah diingatkan ya, Mbak! ;)

Follow Moeslema on SNS