361
  2016-08-04       www.telegraph.co.uk

Book Review: Harry Potter & the Cursed Child

"Ooh baru tau Harry Potter ada buku ke-8 nya." Mungkin itu yang terlintas di pikiran sebagian orang setelah mendengar judulnya, Harry Potter and the Cursed Child. Tapi sebenarnya ini bukan buku ke-8 atau prekuel dari seri Harry Potter yang telah ada lho. Apa sih sebenarnya Harry Potter and the Cursed Child ini? Bagaimana keseruan petualangan Harry Potter kali ini?

Melissa Ayu Permatasari 638 views

NOT The 8th Novel of Harry Potter Series

Left to Right:
Jamie Parker as Harry Potter, Noma Dumezweni as Hermione Granger & Paul Thornley as Ronald Weasley

Secara teknis Harry Potter and the Cursed Child (seterusnya disingkat HPTCC) bukan merupakan novel ke-8 dari seri Harry Potter. J.K. Rowling sendiri telah berjanji bahwa Harry Potter series telah tamat, diakhiri oleh adegan Harry yang memegang bekas lukanya yang tidak pernah terasa sakit lagi dalam 19 tahun terakhir. Lain kata, J.K. Rowling menolak membuat prekuel Harry Potter meskipun seri-seri sebelumnya meraih sukses yang sangat masif.

HPTCC merupakan skrip/skenario dari play atau pertunjukan teatrikal dengan judul sama, yang dibukukan dan kini telah dipasarkan di seluruh dunia. J.K. Rowling juga tidak menulisnya sendiri, tetapi dibantu oleh John Tiffany dan Jack Thorne yang merupakan sutradara dan penulis HPTCC.

So, Rowling still keep her promise. Tidak ada Harry Potter ke-8 sejauh ini, walaupun pasti imajinasinya masih berkutat liar di seputaran kehidupan Harry Potter dan dunia sihir.

Untuk yang berharap melihat Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson kembali berakting sebagai The Golden Trio, siap-siap kecewa karena pertunjukan ini mengisahkan Harry, Ron dan Hermione yang telah menginjak usia 40-an tahun, tentunya tidak cocok untuk diperankan oleh para pemeran terdahulu.

Jamie Parker, Noma Dumezweni dan Paul Thornley dipercaya untuk memerankan Harry, Hermione dan Ron.

The Story

Palace Theatre di London, Inggris, tempat diselenggarakannya pertunjukan Harry Potter & The Cursed Child

Siapapun yang membaca skripnya, pasti akan langsung terbayang pertunjukannya yang melibatkan begitu banyak karakter. Jika harus menilai, saya akan memberikan nilai 7 dari 10. But, I bet the play is really incredible. As a book, not really enjoyable, karena plotnya sangat cepat dan membuat pembaca sedikit 'ngos-ngosan' mengikuti alurnya. Tapi hal tersebut dapat dimengerti karena (sekali lagi), HPTCC merupakan naskah pertunjukan dan bukan novel.

J.K. Rowling memasukkan banyak karakter lama dalam pertunjukan, and I really love it. Rasanya seperti reuni dan mengobati kerinduan dengan karakter-karakter yang membuat masa kecil terasa begitu magis. Ditambah dengan karakter baru seperti Albus Severus Potter (I never like that name) dan Scorpius Malfoy. Storyline kadang sedikit membingungkan pada beberapa adegan. Jika kamu seorang Potterhead (sebutan untuk penggemar Harry Potter) yang telah membaca buku-buku sebelumnya, akan lebih mudah bagi kamu dalam memahami cerita.

Sedikit bocoran, Albus Potter dan Scorpius Malfoy merupakan karakter kunci dalam HPTCC. Bagaimana dan seperti apa hubungan diantara mereka, baiknya kamu membaca bukunya ya, Moeslemates.

Overall, it was a good story and a must have book for all Potterheads. J.K. Rowling belum kehilangan 'magic touch' nya dan imajinasinya sangat patut diacungi jempol.

Buku ini dapat kamu beli di Periplus, Aksara dan Gramedia dengan harga Rp 365.000 untuk versi Bahasa Inggris.

Selamat membaca, Moeslemates!

The mastermind behind the brilliant play, Joanne Kathleen Rowling herself.

Melissa Ayu Permatasari
Melissa Ayu Permatasari
A passionate learner
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Melissa Ayu Permatasari
Melissa Ayu Permatasari
A passionate learner

no comments

Follow Moeslema on SNS