3529
  2017-06-19       lifecoachcode.com

Fenomena Indigo Menurut Islam

Indigo: Berkah atau Musibah? Yuk simak bagaimana Indigo menurut islam

Fany Darrienda 492 views

Assalamu'alaikum, Moeslemates!
Beberapa waktu belakangan sedang hits film horor di Indonesia yang berkisah tentang seorang perempuan dengan teman-teman imajinasinya. Moeslemates sudah nonton?

Risa, tokoh dalam film tersebut, disebut-sebut sebagai indigo karena peka terhadap hal-hal gaib yang tidak bisa dirasakan oleh manusia pada umumnya. Orang yang memiliki kemampuan merasakan, melihat, bahkan berkomunikasi dengan makhluk halus seperti Risa disebut-sebut diberikan kelebihan oleh Tuhan. Bukan hanya Risa, mungkin teman, keluarga, atau bahkan Moeslemates sendiri juga sama?

Sebenarnya indigo itu apa sih? Kalau menurut Islam bagaimana ya?

Pengertian Indigo

Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural

Disebut indigo karena konon aura orang yang memiliki kemampuan ini berwarna nila atau indigo.

Source: lifecoachcode.com

Bukan hanya melihat hal-hal yang bersifat gaib, orang indigo disebut-sebut mampu pula berkomunikasi dengannya. Juga memiliki 'kekuatan' lain seperti dapat melihat kejadian di masa depan atau masa lalu.
Tak heran, banyak yang meminta bantuan kepada orang indigo untuk berkomunikasi dengan kerabat yang sudah meninggal, untuk meramal kejadian yang akan datang, atau menengok kembali hal yang sudah terjadi di waktu lampau.

Keberadaan Makhluk Gaib Menurut Islam

Indigo disebut dapat melihat makhluk halus dan berkomunikasi dengannya.
Apakah Moeslemates mempercayai adanya makhluk halus?
Makhluk halus atau makhluk gaib seperti jin dan setan sejatinya ada menurut Islam.

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27)

Keberadaan setan (syaitan) pun disebut-sebut dalam ayat Al-Qur'an.

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Faathir: 6)

Ayat ini sekaligus menjelaskan diciptakannya setan adalah untuk menggoda manusia agar berbuat maksiat sebaliknya jin diciptakan untuk menyembah Allah.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Meskipun menurut Islam keberadaan makhluk gaib itu ada, namun dunia mereka dan dunia manusia berbeda sehingga sesungguhnya tidak ada yang bisa melihat jin dan setan kecuali sesama mereka.

"Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhaiNya. Sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya." (QS. Al-Jin: 26 – 27)

Ayat lain pun menjelaskan

"Sesungguhnya, ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka." (QS. Al-A'raf: 27)

Berdasarkan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa sejatinya manusia tidak bisa melihat jin maupun setan.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengaku dapat melihat bahkan berkomunikasi dengan mereka?

Bisakah Manusia Melihat Makhluk Gaib/Jin?

Ayat sebelumnya telah menjelaskan bahwa jin dan sejenisnya hanya bisa dilihat oleh sebangsa mereka.
Ada dua kemungkinan yang mengaku bisa melihat keberadaan jin.
Pertama, ada jin yang bersemayam dalam tubuh manusia itu.
Kedua, orang tersebut hanya mengada-ada.
Lalu bagaimana tentang berkomunikasi dengan yang telah meninggal?

Manusia yang telah meninggal, arwahnya berada di alam kubur. Alam ini berbeda dengan alam manusia.
Kalau ada yang mengaku melihat arwah orang yang telah meninggal, maka sesungguhnya itu bukan arwah orang tersebut melainkan jin yang menyerupainya dengan tujuan menakut-menakuti dan menyesatkan manusia.

Bisakah Manusia Meramal Masa Depan Atau Melihat Kembali Ke Masa Lalu?

Fany Darrienda Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mo...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mother

no comments

Follow Moeslema on SNS