340
  2016-07-25       images.detik.com

Doni, Si Penjaga Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Moeslemates penasaran dengan aktivitas doni, bocah penjaga perlintasan tanpa palang pintu! Yuk intip aktivitasnya dalam artikel berikut.

Afida Zahra 29 views

Assalamu'alaikum Moeslemates.....

Di Indonesia Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Hari Anak Nasional untuk tahun 2016 jatuh pada hari Sabtu kemarin. Di Hari Anak Nasional ini saya ingin membagikan kisah tentang Muhammad Doni (14thn), bocah Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menjadi pengatur perjalanan pengendara perlintasan kereta api.

Doni mengatur perlintasan tanpa palang pintu di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di usianya yang masih anak-anak, bocah bertubuh kurus itu rela melewatkan kesempatan bermain demi menjaga keselamatan para pengendara.

Tak peduli terik matahari begitu menyengat, berbekal peluit putih di mulut dan perangkat rambu bertuliskan “STOP” serta bendera merah di tangan kanannya, Doni memandu pengendara untuk menyeberangi perlintasan Mojoranu.

Doni sigap memberikan aba-aba ke setiap pengendara. Kapan saatnya pengendara lewat, dan kapan saatnya berhenti lebih dulu agar tak saling bertabrakan dengan pengendara yang lain ataupun agar tidak bertabrakan dengan kereta api yang melintas.

Sebenarnya pekerjaan ini adalah pekerjaan yang biasa dilakukan kakek Sahut (80thn), kakeknya. Karena usia kakek yang memang sudah renta, beliau mulai sakit-sakitan. Melihat kondisi kakeknya, Doni merasa kasihan. Ia pun berinisiatif membantu kakeknya menjaga perlintasan tanpa palang pintu.

Meskipun begitu, Doni tak pernah melupakan kewajibannya untuk sekolah. Semangat belajarnya masih membara. Dia memiliki cita-cita menjadi seorang tentara.

Doni menjaga perlintasan sepulang sekolah, yakni pukul 13.00-17.00 Wib. Saat ramai kendaraan, dia bahkan jaga sampai pukul 21.00 Wib.

Tak jarang penggendara motor atau mobil yang memberikan uang receh kepadanya. Ia tidak memberikan tarif dari pekerjaannya tersebut. Kalau ada yang memberi ya diterima dengan senang hati. Ia tabung untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Saya salut sekali dengan Doni. Untuk para orang tua, pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Doni adalah untuk menanamkan rasa semangat dan peduli terhadap sesama kepada anak-anak kita sejak dini. Memberikan pengertian kepada anak-anak betapa pentingnya peduli terhadap sesama, menghormati orang lain, memberikan rasa simpati kepada orang lain, dan saling tolong menolong terhadap sesama.

Dan saya berharap semoga PT KAI Daop VIII segera memperhatikan kondisi perlintasan palang pintu di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu dan segera membenahinya. Agar Doni bisa lebih fokus pada sekolah dan bisa meraih cita-citanya menjadi seorang Tentara. Selamat Hari Anak Nasional untuk Doni. Keep Fighting Doni!!!

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Afida Zahra Afida Zahra
Assalamu'alaikum... Kon'nichiwa, watashi wa Afida. Ogenki...
Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Related Tags
Curator Introduction
Afida Zahra
Afida Zahra
Assalamu'alaikum... Kon'nichiwa, watashi wa Afida. Ogenkidesuka? I am so happy join an ...

no comments

Follow Moeslema on SNS