3347
  2017-03-01    

5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Novel Tentang Kamu

"Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian." ~ Tere Liye

Nabila Ghaida Zia 335 views

Karya dari penulis ternama Tere Liye selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemar karyanya. Alasannya adalah karena alur cerita yang disajikan menarik, gaya bahasa yang mudah dipahami, setting karyanya membawa imajinasi kita berada pada tempat-tempat di Indonesia yang jarang terekspos dan pelajaran hidup.

Novel tentang kamu ini bukan bercerita tentang kisah roman picisan biasa dan tak melulu menceritakan akan kisah roman dengan lawan jenis. Novel ini menggunakan alur campuran yang berkisah tentang seorang pengacara kelahiran Indonesia yang bekerja untuk sebuah lembaga hukum Thompson & Co, London bernama Zaman Zulkarnaen diberikan misi untuk menemukan ahli waris dari seorang perempuan bernama Sri Ningsih yang telah meninggal beberapa lalu. Sri Ningsih meninggalkan warisan berupa beberapa persen kepemilikan saham perusahaan multinasional yang nilainya jutaan dolar. Tugasnya ini membuat Zaman mencoba menelusuri jejak-jejak Sri Ningsih mulai dari panti jompo tempat Sri Ningsih meninggal hingga menuju ke pulau terpencil yang ada di Indonesia dan balik kembali ke London. Hal yang menjadi petunjuk bagi Zaman adalah diary dan surat-surat Sri Ningsih.

Jadi, apa saja pelajaran yang bisa diambil dari Novel Tentang Kamu ini? Yuk simak pembahasan berikut!

1. Jadilah Pribadi yang Menyenangkan

Source: keluargacinta.com

Sri Ningsih adalah pribadi yang menyenangkan. Meski ia terlahir piatu, ibunya meninggal karena melahirkannya, ia jarang menunjukkan muka masamnya pada orang-orang. Ayahnya yang seorang pelaut tangguh pun sangat menyayanginya. Sri Ningsih sangat pintar dan tidak ingin membuat repot siapapun termasuk keluarganya. Hingga ketika sepatunya sudah usang pun dia tidak merengek untuk minta dibelikan. Saking menyenangkannya bahkan ibu tirinya pun sangat menyukai ketika berbicara di depan Sri Ningsih ini.

2. Jadi Pribadi yang Selalu Berbakti pada Orang Tua

Source: bersamadakwah.com

Berbakti kepada orang tua tak ada batasnya. Sekalipun orang tua kita telah meninggal.

Sri Ningsih harus kehilangan ibunya ketika dia baru pertama kali lahir di dunia ini. Kemudian saat ayahnya akan membelikan sepatu untuknya dari Surabaya kabar buruk datang, ayahnya meninggal karena kapalnya tenggelam karena badai hebat. Maka kini tinggallah Sri Ningsih bersama ibu tirinya.

Pesan ayahnya adalah agar Sri selalu mendengarkan perkataan ibu tirinya. Semenjak kematian ayahnya entah mengapa tiba-tiba ibu tirinya berubah menjadi membenci Sri. Ia menganggap Sri sebagai penyebab kematian suaminya.

Semenjak kematian ayahnya itu Ibu tiri Sri Ningsih menjadi berlaku semena-mena kepada Sri. Bahkan ketika malam petang tidak ada air untuk minum, Sri disuruh untuk menimba air yang ada di pulau seberang. Sri pun menuruti apa kata ibunya. Karena itu adalah amanat dari ayahnya untuk selalu mematuhi perkataan ibunya.

3. Kerja Keras Adalah Kunci Kesuksesan

Dalam novel ini Sri Ningsih membuktikan bahwa kerja keras adalah kunci utama dari kesuksesannya membangun kerajaan bisnisnya. Sri hanyalah lulusan madrasah yang tidak melanjutkan kuliah. Namun, dengan kerja keras dan observasinya ia mampu mendirikan perusahaan pabrik sabun bahkan tampil setara dengan perusahaan pabrik sabun besar lainnya.

Jurusan, IPK, bukanlah segala-galanya, kerja keraslah yang akan membawa kita menuju kesuksesan. Tidak ada kesuksesan yang instan.

4. Sejauh Apapun Jodoh Itu Berada Akan Ditemukan Dengan Cara yang Unik

Source: kabarmakkah.com

Sejauh apapun jodoh kita berada kalau sudah takdirnya maka akan ditemukan. Sri Ningsih bertemu jodohnya saat usia 40 tahunan. Dia berjodoh dengan pria Turki yang jatuh hati padanya ketika Sri berprofesi menjadi Supir Bus Tingkat di London.

Jadi, bersabarlah buat yang belum nemu jodohnya. Siapa tahu jodoh moeslemates bukan orang Indonesia.

5. Memaafkan Adalah Tanda Kebeningan Sebuah Hati

Memaafkan terlihat gampang dalam ucapan namun proses dalam hati untuk bisa memaafkan adalah proses yang tidak gampang. Adalah Sri Ningsih yang melalui waktu-waktu sulit setelah dikhianati sahabat yang sangat dekat dengannya namun, masih bisa memaafkan. Memaafkan membutuhkan keikhlasan yang sangat tinggi dan keikhlasan adalah tingkatan paling tinggi dalam ibadah. Memaafkan membuat Sri Ningsih memiliki kebeningan hati.

Setelah 5 pelajaran yang dipaparkan tadi, moeslemates menjadi penasaran kan seperti apa isi dari novel tere liye ini? So, buruan baca novel ini dan siap-siap dibawa dalam buaian imajinasimu.

Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS