3296
  2017-03-22       eltoque.com

Kenali Penyakit Thalassemia dan Cegah Sebelum Terlambat!

Banyak orang yang tidak mengenal penyakit ini namun sebenarnya penyakit ini sangat berbahaya sekali loh. Cegah sebelum terlambat yuk!

Deane Lene 139 views

Assalamualaikum moeslemates

Sebagian besar dari kalian mungkin belum mengetahui apa itu penyakit thalassemia. Bisa jadi kalian salah satu diantara para penderita penyakit ini namun karena bersifat minor, kalian tidak menyadarinya. Penyakit ini memang tidak berdampak pada kematian dalam waktu dekat, namun jika penyakit ini tidak terdeteksi sejak awal akan berdampak sangat buruk pada akhirnya.

Mereka para penderita penyakit thalassemia ini disebut juga dengan thaller. Kehidupannya yang memiliki serba keterbatasan dalam ruang gerak membuat para thaller ini memiliki kesulitan untuk bergerak bebas mengekspresikan dirinya dan melakukan apa yang mereka mau dengan jalan yang mereka inginkan. Kondisi kesehatannya yang tidak menentu memberikan tampilan bahwa para thaller ini berada dalam kondisi yang lemah tak berdaya. Namun pada kenyataan, tidak semua hal dalam diri mereka lemah.

Seperti pada hakikat dasarnya, Tuhan memberikan kelebihan dan kekurangan pada setiap makhluk hidupnya sehingga mereka dapat tetap bertahan untuk menjalai kehidupannya dengan baik. Dalam artikel kali ini aku akan menjelaskan beberapa hal mengenai penyakit thalssemia ini berdasarkan penelitian yang pernah aku buat secara pribadi pada saat perkuliahan. Aku akan membahasnya dari berbagai sisi yaitu dari sisi ilmiah, sosial dan psikologis dari kondisi para thaller. Penelitian ini dilakukan menggunakan subjek penelitian para thaller di Indonesia sehingga kondisi yang ditampilkan sangat cocok dengan kondisi kehidupan sosial di negara ini.

Apa sih thalassemia?

Source: talasemia.org

Thalassemia adalah suatu penyakit keturunan yang diakibatkan oleh kegagalan pembentukan salah satu dari empat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin, sehingga hemoglobin tidak terbentuk sempurna. Tubuh tidak dapat membentuk sel darah merah yang normal, sehingga sel darah merah mudah rusak atau berumur pendek kurang dari 120 hari dan terjadilah anemia (Herdata.N.H. 2008 dan Tamam.M. 2009).

Thalassemia diklasifikasikan menjadi yaitu Alfa dan Beta. Thalassemia yang banyak dijumpai di Indonesia adalah para thaller thalassemia Beta. Masing masing dari alfa dan beta memiliki tiga macam kelas yang dapat membedakannya untuk menentukan sejauh mana thaller membutuhkan treatment obat yaitu mayor, intermediet, dan minor.

Dikatakan minor ketika seseorang hanya menjadi pembawa sifat dari penyakit ini saja dan tidak membutuhkan treatment transfusi atau obat-obatan apapun.

Dikatakan intermediet ketika seseorang mengalami anemia dalam waktu tertentu dan tidak dapat memproduksi secara normal untuk mengembalikan kadar jumlah hemoglobin dalam batas normal. Kondisi ini mmengharuskan orang tersebut untuk melakukan transfusi sesuai dengan kebutuhannya saja dan tidak bersifat rutin.

Dikatakan mayor ketika sel darah merah sudah tidak mampu memproduksi sama sekali. Pada kondisi ini, seseorang wajib melakukan tranfusi rutin selama satu bulan sekali atau dua kali dalam sebulan dan harus mengkonsumsi beberapa jenis obat oral dan juga obat suntik.

Siapa saja yang bisa menderita thalassemia?

Semua orang di dunia ini memiliki peluang yang sama untuk menjadi salah seorang penderita penyakit ini terutama mereka-mereka yang menjadi pembawa sifat dari penyakit ini. Pada dasarnya penyakit ini bersifat genetik namun beberapa penelitian terbaru mengatakan bahwa dewasa ini penyakit thalassemia juga bisa saja terjadi pada orang-orang yang hanya mengalami anemia ringan. Mengapa bisa demikian ?

Terjadinya perubahan iklim dan kondisi global membuat sebagian besar penyakit mengalami mutasi dan berevolusi menjadi lebih sulit untuk ditangani. Kemudian mereka yang memiliki kondisi normal, yang semula tidak memiliki penyakit yang berarti pun juga berpeluang terserang penyakit tersebut akibat pola hidup yang tidak sehat. Berdasarkan hasil penelitian terbaru mengatakan bahwa penderita penyakit thalassemia ini berkembang sangat pesat diberbagai belahan dunia termasuk negara Indonesia ini.

Gejala penyakit thalassemia

Penderita thalassemia ini memiliki ciri-ciri umum yang dapat terlihat secara sepintas. Kondisi wajahnya yang tampak pucat, pada bagian perut terlihat buncit, kulit kehitaman (cenderung berwarna abu-abu), terjadinya penuaan dini, pada bagian tubuh yang terdapat tulang-tulang rawan cenderung rata akibat produksi yang dilakukan secara paksa agar menghasilkan sel darah merah namun pada kenyataanya hal tersebut hanya berupa rangsangan semu. Bentuk wajah mongoloid.

Perkembangan penderita thalassemia

Source: thalasemia.net

Walaupun pada dasarnya para thaller ini memiliki kecerdasan yang cukup baik namun pada akhirnya akan berkurang sedikit demi sedikit akibat kesulitan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Para thaller umumnya mengalami gangguan perkembangan tinggi badan. Selain itu juga mereka memiliki keterlambatan kemantangan perkembangan seksualitas. Pada beberapa kasus, ada pula thaller yang memiliki keterlambatan berjalan dan berbicara.

Pada kasus lainnya pula ada beberapa thaller yang tidak dapat menerima rangsangan suatu emosi dengan baik sehingga perlu diberikan stimulus lebih dan diajarkan secara perlahan-lahan untuk mendapatkan respon yang serupa.

Terapi pengobatan thalassemia

Penderita thalassemia sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara total. Pengobatan yang dilakukan meliputi pengobatan hanya sebatas terhadap penyakit dan komplikasinya saja. Pengobatan terhadap penyakitnya dengan cara tranfusi darah rutin, splenektomi, induksi sintesa rantai globin, transplantasi sumsum tulang dan terapi gen. Pengobatan terhadap penyakit komplikasi akibat transfusi rutin meliputi mencegah kelebihan dan penimbunan zat besi pada tubuh, pemberian kalsium, asam folat, imunisasi. Pemberian vitamin C 100-250 mg/hari untuk meningkatkan ekskresi besi dan hanya diberikan pada saat kelasi besi saja. Vitamin E 200-400 IU/hari untuk 2 memperpanjang umur sel darah merah. Transfusi harus dilakukan seumur hidup secara rutin setiap bulannya (Herdata.H.N.2008 dan Tamam.M. 2009).

Dampak dari penyakit thalassemia

Source: blog.umy.ac.id

Secara medis, penyakit thalassemia ini memiliki dampak yang cukup besar dimasa yang akan datang. Tindakan transfusi yang dilakukan secara rutin selama hidup selain untuk mempertahankan hidup juga dapat membahayakan nyawa penderita karena berisiko terinfeksi bakteri dan virus yang berasal dari darah donor seperti infeksi bakteri Yersinia enterocolitica, virus hepatitis C, hepatitis B dan HIV (Herdata N.H. 2009 dan Kartoyo P.dkk 2003).

Selain itu transfusi rutin yang dilakukan setiap bulan akan mengakibatkan penumpukan zat besi pada jaringan tubuh seperti pada hati, jantung, pankreas, ginjal dan organ lainnya. Selain itu terjadi pula pembengkakan pada limpa (lien) akibat kerjanya yang berat. Penimbunan zat besi pada jaringan dalam tubuh sangat berbahaya dan apabila tidak dilakukan penanganan yang serius dapat berakibat kematian. Selain itu, penumpukan zat besi pada tulang pun berdampak pada pengeroposan tulang. Sehingga tidak jarang ditemukan bawa suatu waktu seorang thaller bisa mengalami patah tulang walaupun tanpa benturan.

Tidak hanya berdampak pada keadaan fisiknya saja, para penderita penyakit thalassemia ini juga memiliki dampak secara psikologis. Berdasarkah hasil penelitian menyatakan bahwa para thaller ini memiliki kecemasan yang cenderung meningkat, depresi, penarikan sosial, agresif, hubungan sosial yang buruk, kinerja yang dibawah rata-rata dan performa disekolah yang buruk. Selain itu juga terjadi isolasi sosial merasa rendah diri, tidak berdaya dan cemas akan efek lanjutan yang mungkin akan timbul.

Dalam kondisi terburuk dari hampir sebagian besar penderita thalassemia ini memunculkan perasaan bahwa sudah tidak ada lagi tindakan lain yang dapat dilakukan terhadap penyakitnya, sehingga para thaller perlahan-lahan mulai kehilangan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Masalah psikologis ini yang merupakan dampak yang sangat berbahaya untuk seseorang. Karena ketika seseorang sudah kehilangan harapannya maka semua yang dilakukan seolah sia-sia. Tentunya hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari para praktisi karena hal ini sangat mempengaruhi kualitas hidup thaller. Thaller yang tidak mendapatkan perhatian yang cukup cenderung beresiko besar untuk penyalahgunaan obat dan bunuh diri.

Lakukan langkah preventifnya sekarang juga!

Source: i1.wp.com

Penyakit thalassemia dapat dicegah atau ditekan laju perkembangannya hanya jika setiap orang mau melakukan pemeriksaan darah rutin atau skrining Thalassemia yang sering diselenggarakan oleh pihak rumah sakit atau pada yayasan thalassemia itu sendiri. Biasanya kegiatan skrining ini diselenggarakan setiap tiga bulan sekali.

Untuk para pasangan yang ingin menikah, ada baiknya untuk melakukan tes ini terlebih dahulu untuk memastikan bahwa masing-masing dari individu dalam keadaan sehat dan normal. Jika hasil tes menyatakan bawa kedua belah pihak sama-sama menjadi pembawa sifat dari thalassemia, setidaknya kedua belah pihak bisa mempersiapkan diri ketika hendak memiliki keturunan yang memiliki peluang besar menderita thalassemia mayor.

Biasakan pola hidup sehat dengan cara mengurangi asupan makanan cepat saji dan minuman yang mengandung soda ataupun minuman berwarna lainnya. Perbanyaklah makan makanan bergizi dan sehat seperti sayur dan buah juga jangan lupa mengkonsumsi air mineral sesuai dengan kebutuhan.

Hampir selama 23 tahun, aku hidup berdampingan dengan seorang thaller, kakakku.
Selama itu pula aku mengetahui dan memahami perkembangannya baik secara medis maupun secara psikologis.
Perlu tekad yang kuat dan dukungan sosial dari orang lain agar ia mampu terus bertahan menjalani kehidupan dengan kondisi istimewa yang diberikan oleh Allah SWT.

Sungguh sebuah kenyataan yang sangat rumit terjadi dalam dirinya yang mungkin orang lain tidak dapat merasakan apa yang menjadi keresahannya. Bahkan orang terdekatnya sekalipun.

Semoga artikel ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi moeslemates dan semoga bermanfaat. Aamiin.

Deane Lene Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS