3291
  2017-05-26       keluargaislam.com

Ridha Suami Surga Bagi Istri Dalam Islam

Pernah dengar nggak sih Moeslemates kalau wanita setelah menikah harus nurut sama suami bukan lagi sama ibunya sendiri? Sebenarnya apa yang membuat ridha seorang suami menjadi begitu istimewa ya?

Lidya O. 404 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Di kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang alasan mengapa ridha suami dapat memberikan keberkahan terhadap istri yang mungkin jarang diketahui oleh para muslimah. Yuk disimak!

1. Dibesarkan Oleh Ibu yang Mencintainya Seumur Hidup

Hal pertama yang wajib kita ingat sebagai seorang istri adalah bahwa suami kita dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Bagaimana tidak? Kita tahu kan betapa kasih sayang ibu itu tidak ada batasnya? Nah, ini juga nih yang menjadi patokan utama kita dalam memiliki calon pasangan halal di masa depan. Jika dia memiliki hubungan baik dengan ibunya, maka jangan heran jika dia benar-benar mampu menjadi suami yang penyayang dan bersikap lemah lembut terhadap kita. Ke ibunya saja sayang bukan main, apalagi ke istrinya. Betul tidak?

Lalu setelah menikah, tidak jarang suami kita lebih besar rasa cintanya ke istri daripada cinta ke ibunya sendiri. Ia memilih wanita yang bahkan mungkin belum tentu mampu mencintainya seumur hidup seperti ibunya. Oleh sebab itu, jangan pernah membantah perintah suami selagi tidak bertolak belakang pada syariat agama. Ini baru poin pertama yang menjadi alasan mengapa ridha suami itu bisa membawa istri ke surga.

2. Dibesarkan Sebagai Lelaki yang Ditanggung Nafkahnya Oleh Orangtua Hingga Beranjak Dewasa

Selama masih bujangan, mereka masih berhak ditanggung nafkahnya oleh orangtuanya. Namun biarpun begitu, mereka dididik untuk menjadi lelaki yang akan menafkahi istrinya nanti. Para suami yang belum mampu membalas kebaikan kedua orangtuanya yang sudah menafkahinya selama ini rela menanggung nafkah wanita asing yang mungkin baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim ayah dan ibu.

3. Menghabiskan Waktu Untuk Mencukupi Kebutuhan Keluarga Kecilnya

Source: www.fanind.com

Suami kita rela menghabiskan waktu untuk mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya. Mereka tidak kenal lelah dan bahagianya tercurah jika bisa melihat istri dan anak-anaknya tidak kelaparan dan tercukupi. Masya Allah, perjuangan seorang suami sekaligus ayah wajib kita ingat terus ya! Walaupun di sisi Allah ia tahu bahwa seorang istri dan ibu dihormati 3 kali lebih dari seorang suami dan ayah, tapi mereka tidak iri. Karena itulah, ridha suami begitu istimewa ya Moeslemates.

4. Menutupi Masalah dan Menyelesaikannya Sendiri

Biasanya para suami yang sudah lelah karena bekerja pasti berharap bisa melepaskan stres di rumah dengan istri dan anak-anaknya. Tidak jarang masalah di kantor membuatnya pusing dan bingung bagaimana harus menceritakan ke istrinya. Terkadang, di situasi seperti ini istri malah ingin didengarkan dan suami cenderung diam. Padahal bisa saja saat istri mengadukan sesuatu ternyata masalah suami jauh lebih besar daripada istrinya. Jadi, tidak usah heran jika suami tidak memperpanjang masalah melainkan mencari solusi sendiri bahkan tanpa bantuan istri.

5. Istri Bermaksiat, Suami Ikut Berdosa dan Tidak Berlaku Sebaliknya

Laki-laki wajib mencari wanita shalehah yang tidak akan menyeretnya ke neraka. Mengapa begitu? Karena dosa maksiat istri akan dilimpahkan ke suami sedangkan bila suami yang bermaksiat, istri tidak akan pernah dituntut ke neraka. Semua yang dilakukan suaminya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkan sendiri. Makanya, kalau sudah menikah pastikan kita sebagai muslimah wajib memperbaiki hijab kita ya Moeslemates. Jika sebelum menikah belum berhijab, ini adalah saat yang tepat untuk menutup aurat. Setidaknya dengan berhijab kita bisa membantu meringankan tanggung jawab yang akan dibebankan oleh suami kita kelak.

6. Suami Memahami Bahasa Diam Istri

Source: cn.wsj.com

Wanita pada dasarnya menyembunyikan perasaan dengan ekspresi, tatapan mata bahkan lewat tangisan. Bagi laki-laki, hal ini dianggap sulit untuk dipahami. Tetapi, suami akan terbiasa dan memahami bahasa diam kita, bahasa tangisan kita di hadapannya. Sedangkan kita hanya mengetahui bahasa verbalnya saja.

Nah, dari ke-6 poin di atas kita dapat menyimpulkan bahwa hal-hal kecil yang kita tidak sadari ternyata memiliki pengaruh yang besar ya. Oleh karena itu, buat kamu yang sedang mempersiapkan pernikahan, jangan lupa untuk terus menimba ilmu terutama tentang kewajiban-kewajiban istri terhadap suami dan haknya.

Tulisan ini merupakan rangkuman yang ditulis oleh saya dari informan istri Ustadz Abul Abbas (Yaman).

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS