3280
  2017-03-14       images.mymovies.net

Review Film The Theory of Everything 2014

Sebuah film biografi yang sangat menginspirasi semua orang. Dibalik kekurangannya ada kelebihan yang tidak ternilai.

Deane Lene 2,624 views

Tentang film

Source: i.lv3.hbo.com

The Theory of Everything adalah sebuah film asal Negara Inggris yang resmi rilis pada tahun 2014. Disutradarai oleh James Marsh dan diadaptasi oleh Anthony McCarten dari sebuah karya "the memoir Travelling to Infinity: My Life with Stephen by Jane Wilde Hawking". Sebuah film yang menggambarkan perjalanan karir sang ahli fisika, kisah percintaannya dan perkembangan penyakit yang ia derita.

Film ini diterima masyarakat luas sebagai film yang sangat mengesankan dan tidak tanggung-tanggung film ini mendapatkan banyak sekali nominasi dan memenangkan sebagian besar diantaranya. Terutama bagi sang pemeran utama, Eddie Redmayne. Ia mendapatkan banyak sekali nominasi dan memenangkan hampir seluruhnya.

Sinopsis

Pada tahun 1963, Universitas Cambridge seorang murid astrofisika bernama Stephen Hawking memiliki sebuah hubungan dengan seorang mahasiswa sastra bernama Jane Wilde. Meskipun Stephen unggul dalam dunia matematika dan fisika, namun ia memiliki keterbatasan dalam memilih topik penelitian. Seprang profesor memberikannya kesempatan untuk pergi ke sebuah kelas ilmiah.

Setelah Stephen dan profesor Dennis Sciama menghadiri kelas tentang lubang hitam, Stephen berspekulasi bahwa lubang hitam mungkin telah menjadi bagian dari penciptaan alam semesta dan memutuskan untuk menulis tesisnya tentang waktu.

Ditengah penelitiannya, Stephen mengalami gangguan kesehatan. Ia terserang sebuah penyakit langka. Ia mengalami "motor neurone disease". Dimana semakin hari semakin sulit dirinya untuk bergerak karena kelumpuhan otot yang semakin hari semakin menjalar keseluruh bagain otot ditubuhnya. Dimulai dari ketidak mampuannya berjalan dan menulis secara normal, hingga lambat laun ia tidak bisa berbicara dan bergerak sama sekali.

Saat pertama kali Stephen berbicara dengan sang dokter mengenai penyakitnya, Stephen bertanya apa yang akan terjadi pada otaknya. Dokter mengatakan bahwa penyakit ini tidak ada hubunganya dengan bagian otak. Stephen menjadi seorang yang tertutup dan menarik dirinya dari lingkungan sosialnya. Ia hanya fokus pada penelitiannya dan ia pula menarik diri dari Jane pada awalnya. Namun setelah Jane mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, Stephen mulai membuka diri untuk menerima Jane.

Stephen menyajikan tesisnya kepada para penguji, dengan alasan bahwa sebuah lubang hitam menciptakan alam semesta dalam Big Bang, yang akan memancarkan panas, dan bahwa hal itu akan berakhir dalam Big Crunch. Saat Stephen mendapat gelar doktornya, pada saat itu juga ia sudah tidak mampu lagi berjalan dan berbicara secara jelas.

Setelah memiliki anak kedua, seorang anak perempuan, Stephen mengembangkan teori tentang visibilitas lubang hitam dan menjadi seorang ahli fisika terkenal di dunia. Stephen mengatakan pada Jane bahwa Stephen memahami jika jane membutuhkan bantuan untuk merawat dirinya dan anak-anaknya. Saat Jane bergabung dengan paduan suara gereja, Jane bertemu seorang duda bernama Jonathan.

Jonathan membantu Jane mengurus Stephen dan anak-anaknya cukup lama hingga kelahiran anaknya yang ketiga. Namun dengan kondisi Jonathan yang tidak memungkinkan secara fisik, membuat semua orang bertanya-tanya anak yang baru saja lahir benar anak Stephen atau Jonathan.

Stephen diundang untuk menghadiri sebuah opera di Bordeaux. Namun pada saat itu kondisinya memburuk yang mengharuskan dirinya melakukan oprasi tracheotomy untuk bisa tetap bertahan hidup dan merelakan dirinya tidak dapat berbicara disisa usianya.

Stephen yang tidak mampu lagi untuk berbicara, mulai belajar menggunakan papan sebagai alat komunikasi yang dibantu oleh Elaine. Perkembangan dunia tekonligi yang begitu canggih mampu membantu dirinya berkomunikasi. Stephen menerima komputer dengan synthesizer suara built-in sehingga ia tidak perlu lagi menggunakan papan untuk bisa berkomunikasi. Dengan bantuan alat ini, Stephen mampu menciptakan sebuah buku. A Brief History of Time, yang menjadi best-seller internasional. Stephen mendapatkan gelar ksatria dan terus melakukan penelitiannya tanpa rencana untuk pensiun.

Review Film

Source: expatspost.com

Ini adalah salah satu film biografi yang sangat aku suka. Aku sangat setuju jika semua orang mengatakan bahwa peran Eddie Redmayne sangat luar biasa dan patut mendapatkan banyak penghargaan berkat film ini. Menurutku memang sang pemeran utama melakukan perannya secara totalitas. Sehingga apa yang terjadi dalam film tersebut seolah-olah terjadi begitu nyata.

Konflik dalam film ini sebenarnya tidak terlalu berat dan tidak pula membutuhkan waktu khusus untuk berpikir tetapi konflik ini mengalir lembut seiring berjalanna waktu. Sangat lebut hingga pada waktu tertentu aku melewatkan apakah hal tersebut termasuk masalah atau bukan.

There should be no boundaries to human endeavor.
We are all different.
However bad life may seem, there is always something you can do, and succeed at.
While there's life, there is hope

Film ini mengajarkan para penontonnya agar mereka mengetahui bahwa sekuat-kuatnya cinta, ia akan terus diuji hingga akhir hayatnya. Sekuat-kuatnya cinta tanpa ketulusan semuanya akan kandas seiring berjalannya waktu. Kesetiaan tanpa kepercayaan pada akhirnya akan kandas dengan sendirinya. Tidak menutup kemungkinan bagi orang ketiga hadir dalam sebuah hubungan. Hanya pada orang-orang yang berhati tulus, setia, ikhas dan percaya pada masing-masing pasangannya yang bisa bertahan.

Bersyukurlah pada setiap kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing. Karena kesetiaan dimulai dengan rasa bersyukur telah memilikinya.

Rating

film ini patut mendapat nilai yang besar. film ini mendapatkan nilai 8.0/10 karena film ini begitu bagus dan luar biasa mengesankan.

Para Pemain

- Eddie Redmayne sebagai Stephen Hawking
- Felicity Jones sebagai Jane Hawking
- Charlie Cox sebagai Jonathan Jones
- Emily Watson sebagai Beryl Wilde
- Simon McBurney sebagai Frank Hawking
- David Thewlis sebagai Dennis Sciama
- Maxine Peake sebagai Elaine Mason
- Harry Lloyd sebagai Brian
- Guy Oliver-Watts sebagai George Wilde
- Abigail Cruttenden sebagai Isobel Hawking
- Charlotte Hope sebagai Phillipa Hawking
- Lucy Chappell sebagai Mary Hawking
- Christian McKay sebagai Roger Penrose
- Enzo Cilenti sebagai Kip Thorne
- Georg Nikoloff sebagai Isaak Markovich Khalatnikov
- Alice Orr-Ewing sebagai Diana King
- Frank Leboeuf sebagai Swiss doctor
- Michael Marcus sebagai Ellis

The Theory of Everything - Official Trailer

Buku The Theory of Everything

Profil Lengkap Stephen Hawking

Apakah direkomendasikan?

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS