3240
  2017-02-27       dv.fyi

Membuat Paspor Sendiri di Perantauan

Membuat paspor nggak seribet yang dibayangkan kalau dipersiapkan dengan baik. Apa saja yang perlu disiapkan? Ini dia sharing pengalaman saya selama membuat paspor di Jakarta dengan domisili KTP Jawa Tengah.

pigeonidn 249 views

Hai Moeslemates, kali ini saya pengen berbagi pengalaman apa-apa saja yang perlu disiapkan ketika akan membuat paspor di tanah rantau. Waktu itu saya membuat paspor di Jakarta sedangkan KTP berdomisili di Jawa Tengah. Nggak ribet kok, asal hal-hal di bawah ini diperhatikan dengan baik.

Memilih kantor imigrasi

Salah satu tantangan membuat paspor adalah antriannya yang panjang. Tapi antrian panjang bisa diminimalisir kalau kita memilih kantor imigrasi yang nggak terlalu ramai. Kalau di Jakarta sendiri, ada banyak pilihan kantor imigrasi. Dan waktu itu pilihan saya jatuh ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.

Pemilihan kantor imigrasi ini sebenernya saya kurang tau pasti, apakah semua orang boleh memilih atau nggak. Tapi bagi perantau, sepengalaman saya bebas memilih di mana. Oya, buat yang membuat paspor di Jakarta, kalau bisa hindari Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Kata temen kantornya rame banget. Antriannya bisa dimulai dari jam 5 pagi.

Datang pagi

Anjuran datang pagi sebenarnya lebih diperuntukkan bagi para pembuat paspor jalur offline. Jadi, bagi yang belum tau, ada dua jalur yang bisa dipilih saat membuat paspor: online atau offline.

Kalau memilih jalur online, kamu nggak perlu datang pagi-pagi karena antriannya terpisah dan sudah dibatasi kuotanya. Waktu melengkapi data-data di website, kita akan diminta memilih jadwal kapan ingin datang ke kantor imigrasi. Sedangkan kalau memilih jalur offline (atau terpaksa memilih offline gaa-gara kehabisan jadwal online), sebaiknya datang pagi untuk menghindari antrian panjang.

Nah, bagi yang membuat di Kantor Imigrasi Jakarta pusat, sebagai gambaran, waktu itu saya sampai sekitar pukul 06.05 dan mendapat antrian ke-12.

Jangan lupa bawa dokumen ini

Dokumen wajib yang harus dibawa saat membuat paspor adalah:
1. KTP asli dan fotokopi KTP di kertas A4
2. Kartu Keluarga asli dan fotokopi di kertas A4
3. Akta Kelahiran / Ijazah / buku nikah (asli dan fotokopi di kertas A4, pastikan ada nama orang tua)
4. Surat pernyataan, materai 6000, dan map (dibelinya di warung fotokopi kantor imigrasi)

Untuk dokumen yang difotokopi, pastikan di-copy di kertas A4 dan jangan dipotong. Bagi perantau, selain dokumen di atas, jangan lupa juga membawa ijazah terakhir dan surat keterangan bekerja. Sebenarnya itu nggak wajib sih, hanya untuk berjaga-jaga. Karena saya diminta dua dokumen itu.

Pakai kerudung yang alisnya keliatan

Ini persiapan minor tapi penting agar foto paspor hasilnya oke. Bagi Moeslemates yang berhijab, pastikan jilbab yang dipakai nggak menutupi alis. Jangan berharap nanti waktu sesi foto bisa dandan benerin jilbab. Selain nggak ada kaca, antrian yang banyak mengubah petugas pengurus paspor jadi galak-galak. Waktu itu saya disuruh benerin jilbab live (alias langsung tanpa kaca) dan nggak pake lama. Untung jadinya nggak mencong 😆

Jadi jangan lupa ya Moeslemates, model jilbab harus menutupi alis!

Sekian dan selamat membuat paspor

Yak kurang lebih itu tips-tips yang bisa saya bagikan. Selamat membuat paspor! Dan pastikan semuanya lengkap biar nggak mondar-mandir ke kantor imigrasi ;)

pigeonidn
pigeonidn
📫 kritik & saran: pigeon.idn@gmail.com
Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction
pigeonidn
pigeonidn
📫 kritik & saran: pigeon.idn@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS