3115
  2017-02-20       urbanmining.org

Berbahayakah Limbah Elektronik?

Berbahayakah limbah elektronik dan bagaimana cara meminimalisir limbah ini? Temuka jawabannya di artikel ini.

Deane Lene 38 views

Apa itu E-Waste?

Dunia teknologi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perekembangannya yang sangat tersebut sayangnya tidak disertakan dengan solusi limbahnya. Sehingga hal ini menimbulkan masalah lingkungan baru dan kemungkinan besar akan berdampak pada kerusakan alam. Limbah elektronik ini biasa kita kenal sebagai e-wasted.

E-wasted berasal dari peralatan elektronik yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi. Misalnya seperti kabel listrik, setrika listrik, charger, TV, komputer dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian dan survei lapangan mengatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah e-waste hampir 40 juta ton/tahun.

Begitu besar jumlah limbah elektronik ini. Mungkin sebagain dari kalian beranggapan bahwa limbah elektronik tidak lebih bahaya dari limbah rumah tangga atau limbah lainnya. Namun fakta berkata lain mengenai limbah yang satu ini.

Berbahaya kah?

E-waste merupakan salah satu limbah yang sangat berbahaya. Hal ini disebabkan karena didalam produk elektronik, terdapat bahan-bahan yang dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan tentunya hal tersebut jarang kita sadari atau mungkin tidak sama sekali. Ternyata di dalam benda elektronik terdapat merkuri, timbal, arsenik dan lain sebagainya.

Jika kita menghancurkan atau membuangnya secara sembarang, maka racun-racun tersebut akan menguap dan secara tidak langsung orang-orang yang berada di sekitar tempat pembuangan tersebut akan terkena dampaknya. Terlebih paparan bahan-bahan berbahaya tersebut tidak hanya terjadi dalam waktu yang singkat.

Permasalahan lainnya adalah ketika benda-benda elektronik tersebut dikubur didalam tanah, tanah akan terpapar bahan berbahaya tersbeut sehingga bisa meracuni makhluk hidup yang tinggal didalam tanah. Kalaupun dibakar, asap hasil pembakaran juga mengandung bahan berbahaya tersebut dan secara tidak langsung kita akan menghirup udara yang telah tercemar dan juga berbahaya tersebut.

Lalu harus bagaimana?

Pasti di dalam pikiran kalian setelah mengetahui bahayannya, kalian langsung berpikir :

Lalu harus bagaimana jika dibakar tidak boleh, dikubur tidak boleh, dibuang begitu saja juga tidak boleh. Sedangkan jika di simpan didalam rumah, sudah terlalu bayak barang didalam rumah. Sungguh merepotkan limbah yang satu ini.

Moeslemates, kalian tidak perlu risau...

Pengolahan e-waste yang tepat adalah dengan mengumpulkan dan memisahkan berdasarkan bahan atau jenisnya. Lalu jika sudah memisahkannya, kalian bisa mendaur ulang menjadi bahan mentah yang bisa di manfaatkan kembali.

Kalian juga bisa mengikuti program Extended Producer Responsibility (EPR). Program ini dibuat untuk menjadi salah satu kebijakan yang mengharuskan produsen barang-barang elektronik untuk mengambil kembali produk-produk yang tidak terpakai atau yang tidak berfungsi lagi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain itu, kalian juga bisa merawat barang-barang elektronik yang kalian miliki juga menggunakannya dengan bijak. Sehingga masa penggunaannya bisa lebih lama dan secara tidak langsung kalian berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Hal terakhir yang bisa kalian lakukan adalah saat barang elektronik kalian rusak, jangan langsung membuangnya. Cobalah untuk diperbaiki terlebih dahulu. Jika memang sudah berusaha untuk memperbaikinya namun tetap tidak bisa kembali seperti sedia kala, kalian bisa membeli yang baru.

Nah itu tadi sedikit informasi mengenai e-wasted. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian dan bijaklah dalam penggunaan benda-benda elektronik ya moeslemates.

Deane Lene Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS