3087
  2017-02-18       cdn2.tstatic.net

Retail Therapy Berbahaya atau Tidak?

Pernah dengar retail therapy? Apa sih itu? Simak artikel berikut ini yuk moeslemates.

Deane Lene 172 views

Siapa diantara kalian yang tidak suka dengan aktifitas berbelanja? Yap.... Kegiatan ini sangat disukai oleh semua orang dan segala usia. Selain kebutuhan, ada hal lain yang menjadi dasar mereka melakukan kegiatan ini.

Ternyata aktifitas belanja ini memiliki dampak yang sagat signifikan untuk menghilangkan stress pada seseorang. Dalam dunia psikologis hal ini disebut juga dengan retail therapy. Berdasarkan hasil beberapa penelitian mengatakan bahwa 8 dari 10 orang yang mengalami stress dan telah melalui terapi ini merasa lebih baik setelahnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai retail therapy, simak terus artikel ini yuk.

Apa itu retail therapy?

Source: www.wien.info

Retail therapy adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang untuk melepaskan dirinya dari tekanan. Dampak dari retail therapy ini hanya bersifat semenetara. Bisa juga dikatakan bahwa retail therapy ini lebih kepada katarsis seseorang ketika sedang mengalami kondisi yang tidak menyenangkan.

Retail therapy tidak selalu dianjurkan oleh para ahli tetapi kegiatan tersebut terjadi secara alamiah pada seseorang. Terkadang hal tersebut tidak membutuhkan orang lain untuk mengawasi kegiatan ini karena hal ini akan berhenti dengan sendrinya pada seseorang jika suasana hatinya sudah mulai membaik. Retail therapy biasanya cenderung dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki penghasilan sendiri.

Dampak dari retail therapy

Ternyata retail therapy memiliki dua dampak pada seseorang jika hal tersebut dilakukan. Aku akan membahas dampak positif dari therapy yang satu ini terlebih dahulu. Ada dua hal yang bisa kalian dapatkan dari aktifitas retail theray secara positif yaitu :

1. Merasa senang
Pada saat seseorang berbelanja dan dia menikmati hal tersebut, maka mereka secara tidak langsung mengesampingkan perasaan tidak menyenangkan yang sebelunya mereka rasakan. Aktiftias berbelanja adalah hal yang menyenangkan karena pada saat berbelanja, kepuasan dan keinginan sama-sama terpenuhi.

2. Melepaskan Stress
Ketika seseorang telah memenuhi kebutuhannya untuk membeli sesuatu maka secara tidak langsung mereka akan merasa bebannya akan terlepaskan dengan sendirinya. Pada dasarnya berbelanja adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan semua orang. Selain itu berjalan-jalan selama dipusat perbelanjaan juga merupakan olahraga ringan yang berpotensi aktif dalam membantu seseorang melepaskan perasaan yang tidak menyenangkan.

Jika hal tersebut memiliki dampak positif, ternyata ada pula dampak negatif yang harus diwaspadai oleh setiap orang yang memilih retail therapy sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress nih moeslemates. Dampak negatif dari retail therapy tersebut adalah:

1. Menimbulkan implusif
Berdasarkan hasil sejumlah penelitian mengatakan bahwa 5 dari 10 orang yang memilih retail therapy sebagai alternatif melepaskan stress dari dirinya menyebabkan masalah baru yang semakin sulit untuk dihentikan. Perilaku implusif terjadi pada mereka yang tidak mampu mengontrol diri dengan baik bahkan pada kondisi terburuk dari mereka yang implusif terhadap retail therapy ini adalah membeli semua barang yang pertama kali mereka lihat tanpa berpikir lagi. Alhasil barang-barang yang sebenarnya tidak penting dan dibutuhkan terbeli begitu saja. Mereka yang implusif memiliki perasaan menyesal setelahnya namun semakin ia merasa menyesal semakin kuat dorongan untuk melakukan aktifitas berbelanja dan itensitasnya semakin sering. Kondisi ini akan terus bergulir begitu saja seperti sebuah lingkaran setan yang tidak berujung.

2. Boros
Hati-hati terhadap perilaku yang satu ini. Jika kalian tidak memiliki batasan yang cukup kuat dari diri kalian sendiri maka boros adalah konsekuensi yang harus kalian tanggung dari kebiasaan ini. Jika pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, kalian juga akan terjebak dengan situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan dan hal tersebut mendorong kalian untuk melakukan coping (menghilangkan perasaan tidak menyenangkan) dengan berbelanja. Begitu seterusnya hingga kalian terjerat pada lingkaran setan yang tidak berujung seperti layaknya orang-orang implusif.

Berbahayakan retail therapy?

Retail therapy pada dasarnya memiliki tingkat bahaya ketergantungan yang cukup besar. Berdasarkan penelitian dibidang terkait, hampur 75% orang-orang yang menggunakan retail therapy mengalami ketergantungan yang disebabkan kerena tidak mampu mengontrol keadaan tersebut dengan baik.

Jika memang hal ini bisa membantu untuk melepaskan stress, ada baiknya seseorang memiliki tabungan yang memang dikhususkan untuk terapi ini. Selain itu seseorang bisa mengontrol pengeluaran saat berbelanja dengan hanya menggunakan uang cash dan terbatas sehingga hal tersebut juga bisa menjadi salah satu pengingat bahwa terapi tersebut akan segera berakhir.

Deane Lene Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS