3072
  2017-02-25       medias.unifrance.org

Review Film The Chorus 2004

Pada dasarnya semua anak di dunia ini baik, hanya saja yang membedakan baik atau tidaknya adalah kasih sayang dan pengertian dari orang dewasa terhadap anak tersebut.

Deane Lene 843 views

Tentang film

The Chorus adalah sebuah film yang berasal dari negara Perancis. Film yang resmi rilis pada tahun 2014 dengan judul asli Les Choristes ini disutradarai oleh Christophe Barratier dan sekenario ditulis oleh Christophe Barratier dan dibantu oleh Philippe Lopes-Curval. Film ini merupakan adaptasi dari film tahun 1945 berjudul A Cage of Nightingales (La Cage aux Rossignols). Film yang hanya berdurasi 98 menit ini, pada Academy Awards ke-77 dinominasikan untuk Best Foreign Language Film dan Best Original Song.

Sinopsis

Pada tahun 1949 seorang musisi gagal bernama Clément Mathieu tiba di sebuah sekolah yang dikhususkan untuk anak-anak bermasalah pada kehidupan sosialnya. Fond de l'Étang adalah sebuah babak baru dalam kehdiupannya. Clément Mathieu tidak hanya menjadi seorang guru di sekolah tersebut, tetapi juga menjadi seorang kepala asrama. Seseorang yang bertanggung jawab terhadap 60 anak bermasalah.

Pada mulanya Clément Mathieu merasa kesulitan menangani perilaku anak-anak tersebut. Namun ia menyadari bahwa reaksi yang diterapkan selama ini tidak tepat. Clément Mathieu menyadari bahwa anak-anak bermasalah ini memiliki bakat terpendam yang selama ini tersingkirkan dari duniannya. Clément Mathieu mulai melakukan pendekatan dari sisi yang berbeda, yang bertentangan dengan kebijakan sekolah tersebut. Clément Mathieu tidak sama sekali menerapkan peraturan sekolah "aksi-reaksi" pada kelasnya maupun pada anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya.

Clément Mathieu terkesan dengan anak-anak bermasalah ini. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan bahkan pada hal yang mereka tidak sukai ketika Clément Mathieu meminta kepada anak-anak tersebut untuk menuliskan nama, usia dan pekerjaan yang diinginkan dimasa yang akan datang.

Clément Mathieu menyadari bahwa mereka masih memiliki keinginan memiliki kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang hanya saja mereka tidak ada yang mengarahkan. Clément Mathieu mencoba untuk mengarahkan dan menyatukan mereka kembali dengan cara bernyanyi. Clément Mathieu mulai meyakinkan dirinya bahwa kemampuannya dalam bidang musik bisa menjadi jalan bagi anak-anak tersebut agar lebih terarah prilakunya.

Morhange adalah salah seorang murid disekolah tersebut yang memiliki kesitimewaan. Bakatnya dalam dunia tarik suara adalah satu hal yang tidak pernah disadari oleh siapapun termasuk ibunya. Ibunya adalah orang tua tunggal bagi Morhange yang harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhannya. Clément Mathieu adalah satu-satunya orang yang menyadari bahwa Morhange memiliki bakat yang sangat luar biasa dan Clément Mathieu menyarankan pada ibu Morhange untuk mengirimnya ke sekolah seni di kemudian hari.

Benar saja, usaha Clément Mathieu tidak sia-sia. Anak-anak bermasalah tersebut pada akhirnya menunjukkan sisi baik dari diri mereka. Mereka mulai terbuka, kreatif, mudah untuk diarahkan dan mereka bersahabat satu sama lain. Namun setelah permasalahan tersebut teratasi, sekolah tersebut mendapat permasalahan baru lagi. Seorang anak bermasalah yang memiliki hasil diagnosa pskiater sebagai anak berbahaya di lingkungan sosialnya menadi cobaan baru bagi Clément Mathieu.

Review Film

Jika biasanya aku merasa bosan dengan film yang berasal dari negara Prancis, untuk film ini tidak berlaku. Aku sangat terkesan dengan film yang satu ini. Film yang dibuat dengan sangat apik dan indah sekali.

Alur cerita yang ringan namun dikemas secara luar biasa dan begitu menarik membuatku tidak bosan untuk menontonnya. Bahkan aku berniat untuk menontonnya lagi dilain waktu.

Aku sangat terkesan denga Clément Mathieu yang berperan dengan sangat baik. Aku bisa merasakan bahwa ketulusan ada dalam setiap perilaku yang ia tampilkan dalam setiap adegan. Ia begitu sangat sabar menghadapi anak-anak bermasalah tersebut. Ketulusan hatinya untunk mengajar dan mengembalikan impian anak-anak tersebut, sangat luar biasa dan patut diberikan apresiasi.

Film ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki bakat dan keunikan tersendiri yang harus fokus untuk digali dibandinkan mengembangkan kekurangannya. Dengan fokus pada kelebihan yang dimiliki dan dibantu juga mendapat dukungan oleh orang yang tepat maka anak tersebut akan menjadi anak yang luar biasa dimasa depannya.

Film ini juga mengajarkan kita bahwa anak yang nalak dan bermasalah bukan ditangani dengan perilaku yang sama untuk membuat mereka menghilangkan kebiasaan buruknya. Justru hal yang harus dilakukan adalah hal sebaliknya. Jika mereka sulit diatur, berlakulah sebaliknya. Dengan sendirinya mereka akan mengurangi itensitas perilaku buruknya. Berbaik hatilah pada mereka dan tegaslah pada mereka agar mereka mengetahui bahwa masih ada orang dewasa yang mau menerima dirinya. Seburuk apapun perilaku seorang anak saat ini, masa depan mereka tetap masih bisa diselamatkan.

Pembawaan emosi dari setiap pemain dalam film ini begitu menyentuh. Secara langsung aku bisa merasakan apa yang menjadi pada anak-anak tersebut, bagaimana kepribadiannya dapat terbentuk, mengapa perilakuknya cenderung pada hal negatif dan mengapa lingkungan sosial membuangnya. Aku juga bisa merasakn bagaimana perasaan Clément Mathieu saat hari pertamanya mengajar, bagaimana ia mengatur emosinya dan mengeluarkannya dengan baik didepan anak-anak tersebut, bagaimana cara dirinya menghadapi kepala sekolahnya, bagaimana pandangannya terhadap dirinya sendiri, dan bagaimana melawan kekhawatiran yang ada pada dirinya sendiri dan mengubah semua hal negatif dalam pikirannya menjadi hal yang positif. Semua emosi itu dapat dirasakan dalam fim ini secara tajam.

Film ini juga mengajarkan kita semua bahwa tidak ada anak yang nakal. Semua anak pada dasarnya baik, hanya dengan diberikan sentuhan kasih sayang dan penghargaan untuk dirinya atas setiap perilaku yang ditampilkan. Tegurlah anak dengan baik dan berilah pengertian dan penjelasan atas perilakunya dengan baik. Berikanlah hukuman yang mengajarkan dirinya untuk bersikap positif.

Aku menyadari sesuatu.
Ada dua hal yang dapat mempersatukan seluruh anak-anak ini tanpa harus menggunakan kekerasan.
Olahraga dan seni.
Dua hal tersebut akan membangun karakter dan kepribadian dengan sendirinya.

Rating

Film ini mendapatkan rating yang cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, film ini mendapatkan rating sebesar 9.0/10. Sungguh luar biasa film ini.

Para Pemain

- Gérard Jugnot sebagai Clément Mathieu
- François Berléand sebagai Rachin
- Kad Merad sebagai Chabert
- Jean-Paul Bonnaire sebagai Maxence
- Marie Bunel sebagai Violette Morhange
- Jean-Baptiste Maunier sebagai Pierre Morhange
- Jacques Perrin sebagai Morhange dewasa
- Maxence Perrin sebagai Pépinot
- Didier Flamand sebagai Pépinot dewasa
- Grégory Gatignol (fr) sebagai Mondain
- Cyril Bernicot sebagai Le Querrec

The Chorus-Official Trailer

The Chorus Full Sound Track

Nonton Online

Apakah direkomendasikan?

Tentu saja film ini sangat aku sarankan untuk kalian tonton dan wajib untuk kalian tonton. Dijamin kalian tidak akan menyesal setelah menonton film yang satu ini. Justru sebaliknya. Film ini akan membuka padangan kalian tentang dunia anak bermasalah.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS