3020
  2017-02-25       cdn.eventa.co.uk

3 Dampak Berbahaya Dibalik Fenomena Urban Poor

Berkembang pesatnya restoran dan cafe menawan dewasa ini membuat semua orang berbondong-bondong datang ketempat tersebut. Untuk mereka yang mampu, bukan menjadi sebuah masalah. Namun bagi orang-orang yang sebenarnnya tidak mampu tetapi mereka tetap memaksakan? apa jadinya?

Deane Lene 60 views

Apa itu urban poor?

Source: highape.com

Adalah suatu keadaan dimana seseorang ingin terlihat baik di lingkungannya, hingga melakukan sesuatu di luar kemampuannya secara materi. Sesuatu yang dimilikinya seperti gadget canggih, pakaian dan aksesoris branded ataupun pergi ke suatu tempat bergengsi, semuanya ia lakukan haya semata-mata untuk memberikan dirinya nilai lebih di lingkungannya. Biasanya seseorang yang terkena "urban poor" ini sering sekali update di media sosial tentang segala hal yang ia miliki dengan suatu tujuan tertentu yang cenderung mengarah pada hal yang negatif. Urban poor dewasa ini tidak hanya terjadi di kalangan remaja saja tetapi juga terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Lalu apa dampaknya?

Berdasarkan beberap penelitian dalam bidang psikologi sosial mengungkapkan ternyata terdapat bahaya besar yang mengancam seseorang yang sudah terkena fenomena urban poor ini. Secara tidak sadar perilaku ini akan secara terus menerus menggerus kepribadian positif dari orang itu sendiri. Ada tiga dampak berbahaya dari fenomena urban poor. Diantaranya sebagai berikut:

1. Sulit atur keuangan

Setiap kali keluar rumah, pasti kalian membeli barang-barang yangsebenarnya tidak kalian perlukan. Biasanya alasan seorang urban poor untuk membeli suatu produk hanya karena keinginan tanpa alasan yang kuat, membeli barang karena terhasut rayuan teman, menyaingi barang milik teman dan sebagainya. Hingga pada akhirnya dirinya akan menyesal telah membeli barang tersebut dan barang yang sudah dibeli berakhir sia-sia alias tidak digunakan. Sayang ya...

Alasan-alasan seperti ini lah yang membuat kalian sulit mengatur keuangan. Bahkan sering kali kalian sudah kehabisan uang simpanan pada saat pertengahan bulan. Tidak menutup kemungkinan seseorang yang terkena "urban poor" ini memiliki banyak sekali tagihan yang sulit untuk dibayar. Mereka juga rela untuk menurunkan harga dirinya demi mendapatkan uang lebih dengan cara meminjam atau meminta traktiran dari temannya agar tetap bisa pergi ke suatu tempat yang sebenarnnya dia tidak mampu.

2. Perilaku Komplusif

Source: xpartan.es

Kompulsi adalah suatu impuls yang tidak tertahankan dan tidak bisa dicegah untuk melakukan suatu perbuatan dan bertentangan dengan kemauan sadar pada waktu melakukannya. Perilku kompulsif akan berkembang ketika seseorang membiasakan dirinya untuk melakukan suatu aktifitas yang semula dipaksakan kemudian menjadi suatu kebiasaan dan lama-kelamaan kebiasaan tersebut menjadi suatu kebutuhan. Rasa untuk memenuhi suatu kebutuhan jika tidak akan dikontrol dengan baik makan akan berkembang menuju pada sisi negatif. Hingga pada akhirnya kebiasaan tersebut sulit untuk diberhentikan dan dirinya akan mengalami kesulitan untuk menentukan mana yang prioritas dan mana yang hanya sebuah keinginan.

3. Stress

Source: analyze.life

Stress akan muncul ketika seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhannya yang membuat dirinya bernilai di lingkungannya. Secara tidak langsung orang tersebut akan tersingkirkan dengan sendrinya. Pasalnya mereka para urban poor ini memang memkasakan bergaul dengan orang-orang yang lebih mementingkan materil sebagai tolak ukur penerimaan seseorang dalam kelompoknya. Jika sudah dianggap tidak lagi sepadan dengan kelompok tersebut, para urban poor ini akan ditinggalkan begitu saja.

Ingat ya moeslemates, orang-orang yang berada dalam kelompok seperti ini bukanlah teman-teman yang sebenarnnya dan jangan berharap mereka bisa mendengarkan keluh kesah kalian loh ya.

Jadi harus bagaimana?

Bersosialisasi dan bergaul pada siapapun memang sangat disarankan namun kalian harus tetap ingat batasan dan kemampuan kalian dalam bergaul. Jangan sampai memaksakan diri hanya karna ingin diterima oleh ligkungan kalian. Carilah teman yang memang bisa diajak untuk berbagi baik suka maupun duka juga memiliki kesamaan dengan kalian dalam pola berpikir. Percayalah pada diri sendiri. Jangan biarkan kalian terlena dengan barang-barang yang dipakai kemudian kehilangan jati diri. Sesungguhnya nilai kalian dilingkungan sosial bukan dari apa yang kalian pakai tetapi apa yang ada didalam diri kalian.

Ingat, baik buruknya lingkungan sosial akan sangat berpengaruh besar pada diri kalian. Pintar-pintarlah memilih teman ya moeslemates. Jika memang dirasa teman-teman kalian tidak tepat atau kalian merasa ada perasaan beban ketika bersama mereka, ada baiknya perlahan meninggalkan lingkungan yang tidak membuat kalian nyaman tersebut.

Daripada kalian memaksakan lingkungan yang jelas tidak menerima kalian apa adanya lebih baik kalian mencari teman yang benar benar bisa menerima kalian tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Karena berpura-pura menjadi orang lain adalah sebuah "bom waktu" yang suatu saat dapat meledak dimanapun dan kapanpun saat kalian sudah tidak sanggup lagi menahannya.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS