2997
  2017-02-10       dutailmu.co.id

Review Novel : Rumah Fosil (2005)

Bagaimana jadinya yah jika anak kekinian yang hidup di era modern dipaksa tinggal di rumah antik yang serba ketinggalan?

Syanin Ss 64 views

Assalamu Alaikum Moeslemates,

Bagaimana yah jadinya jika seorang anak gaul semacam Farah yang hobi banget main sepatu roda dipaksa untuk tinggal di rumah super antik, Penasaran dengan keseruan Farah dan kisah Hayati, orang pribumi yang berteman dengan wanita Belanda? Simak review lengkapnya disini.

Informasi Buku

Novel : Rumah Fosil
Penulis : Azzura Dayana
Penerbit : Gema Insani
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2005
Tebal Buku : 180 halaman

Sinopsis

Farah, seorang gadis kelas II SMA yang cinta kemoderenan harus pundah ke rumah bekas Belanda kerena rumahnya yang lama telah dijual. ” Apa? Pindah ke rumah kuno yang kayak rumah tikus itu? Amit-amit, Papa mau Farah berubah jadi Mickey Mouse?” Farah membelalakkan matanya ketika Papa dan Mama mamutuskan untuk membeli rumah peninggalan Belanda itu empat hari yang lalu.” (hlm. 14).
Farah berusaha dengan keras untuk dapat keluar dari rumah fosil tersebut. Ia mencari kristal hati yang membawa kebahagiaan, menungu bintang jatuh, dan kursus serius pada Bu Andromeda guru Bahasa Inggris Farah yang baru.
Farah penemuan sebuah buku harian pemilik rumah fosil tersebut yang berisi tentang persahabatan antara Corrin seorang nona Belanda dan Hayati seorang pribumi yang ingin bersekolah. Mereka berdua berusaha agar Hayati dapat melanjutkan sekolahnya. Hayati menjuluki Corrin sebagai Nona Matahari. ”Selama ini aku belajar sendiri untuk diriku sendiri. Aku ingin mengamalkan ilmu yang kumiliki, membagi dengan lainnya. Bagitu orang cerdas dan memiliki banyak ilmu dalam dirinya, dia bagaikan matahari, cerah. Makanya kau kukatakan seperti matahari. Tapi jika ilmu itu hanya dipendam saja, tidak diamalkan, dan disebarkan, maka ia akan menjadi sebuah bintang biasa. Lama kelamaan, ilmu yang terpendam itu akan berkurang dengan sedirinya, terlupakan, lalu hilang. Maka dia itu ibarat sebuah bintang jatuh. Bintang jatuh ke bumi, lalu mati dan tidak bersinar lagi.”(hlm. 98). Sedangkan Corrin menjuluki Hayati sebagai Nona Kincir Angin. ”Kalau dia menyebutku matahari, maka ia kukatakan kincir angin. Ya, kincir angin di atas tanah polder yang tak henti berputar, bergerak. Sebab jika tak ada lagi aliran angin—getran naluri sanubarinya—maka hidup ini, dunia ini akan mati. Ia ”kincir angin” kecil yang kokoh, yang selalu bercita-cita menjadikan ”tanah” negerinya ”rata” dan ”gembur”. (hlm. 154).
Source: day-ana-011093.blogspot.co.id/2010/02/resensi-novel-rumah-fosil.html?m=1

Review Novel

Moral bukunya keren banget, dengan balutan humor sekaligus sentuhan mistisnya, ditambah lagi pelajaran-pelajaran hidup dan keindahan agama Islam diulas secara indah disini.
Sisi humor tokoh utamanya, Farah. Membuat jalan ceritanya menjadi seru.

Berawal dari Farah yang egois, arogan, dan super duper benci sama rumah barunya yang diberi julukan Rumah Fosil. Hingga berbagai kejadian beruntun, kisah horor wanita Belanda yang ternyata menunggui Rumah Fosil sampai terbongkarnya masa lalu antara Noni Belanda tersebut dengan seorang wanita Pribumi. Perjalanan Farah mengumpulkan satu persatu buku diary Sang Nona Matahari, hingga seorang cowok bule tampan yang diam-diam menaruh perhatian dengan Farah. Pokoknya ceritanya keren banget!

Menurutku bagian paling seru itu pas Farah mengumpulkan satu persatu buku diary Noni Belanda.

Source: id.pinterest.com

Buat yang penasaran bisa kok baca novel selengkapnya dibawah ini. Novelnya telah disetujui oleh Gema Insani untuk dibaca oleh masyarakat luas di google book, jadi hitungannya legal. Tapi kekurangannya, ada beberapa halaman yang mungkin tidak tersedia atau tidak bisa dilihat. Makanya saran aku mending langsung aja beli bukunya.

Harga Buku

Nah Moeslemates, itu tadi review buku Rumah Fosil :D

Syanin Ss
Syanin Ss
Neverland❤
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Syanin Ss
Syanin Ss
Neverland❤

no comments

Follow Moeslema on SNS