298
  2016-07-07    

Ekstremisme bisa dilawan


Ita Pravitasari 28 views

Serangan bom di Turki, Bangladesh, Irak, dan Arab saudi dalam satu bulan terakhir ini membuat saya gusar dan bertanya-tanya: Adakah cara untuk menghentikan gerakan kelompok ekstremis ini?. Dalam proses pencarian jawaban atas pertanyaan tersebut, saya menemukan sebuah video TEDX dengan pembicara Maajid Nawaz, tentang apa yang bisa dilakukan secara global untuk melawan ekstremisme. 

Maajid Nawaz sendiri merupakan mantan anggota kelompok ekstremis yang berkecimpung selama 13 tahun. Pada usia 16 tahun ia direkrut dan dipercaya menjadi pengurus nasional kelompok ekstremis ini di Inggris pada usia 19. Ia dipercaya untuk mereplikasi, mengorganisasi, kelompok yang sama di beberapa negara yang berbeda seperti Denmark dan Pakistan hingga akhirnya ia ditangkap di Mesir dan mengakhiri "petualangannya". 

Sebelum menjelaskan tentang bagaimana cara melawan kelompok ini, Maajid Nawaz menjelaskan fenomena "the new age: age of behavior" terlebih dahulu, yaitu fenomena ketika tingkah laku orang dipengaruhi oleh ide dan narasi dari lintas negara (trans-national). Ide adalah hal yang orang percaya (misal: orang Barat mau menghancurkan islam). Adapun narasi adalah cara untuk "menjual" ide atau bisa disebut propaganda.  

Setelah itu, Maajid Nawaz menjelaskan tentang bagaimana proses internal kelompok ekstremis bekerja, yaitu melakukan digital activism atau aktivisme secara digital. Lingkupnya seperti melalui email, atau media komunikasi digital lain yang dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis untuk menyebarkan kebencian mereka kepada kader-kader mereka di negara yang berbeda-beda. So, communicating across border is what the extremist good at. Sehingga menurut Maajid Nawaz, cara melawan kelompok ekstremis adalah dengan menandingi mereka dalam hal menyebarkan ide dan narasi secara digital dan lintas batas negara. Jika kelompok ekstremis menyebarkan pesan kebencian, maka tandingannya haruslah menyebarkan pesan perdamaian, cinta sesama, dan welas asih. Jadi, ide dan narasi yang dapat digunakan untuk melawan ekstremisme misalnya adalah membuat tulisan (contoh narasi) di moeslema.com tentang bagaimana islam mengajarkan untuk mengasihi sesama (ide).

Video tedX ini mengingatkan saya bahwa di moeslema.com sendiri ada salah satu blogger yang konsisten menulis tentang islam dan perdamaian, yaitu Anifa Hambali. Mari berharap dengan semakin tumbuhnya moeslema.com, ide dan narasi tentang islam dan perdamaian terus tersemai luas ke penjuru dunia sehingga persepsi peaceful islam lah yang akan tumbuh kemudian.
 

Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS