2771
  2017-06-16       profhariz.com

Hukum Hutang Puasa Ramadhan Beberapa Tahun Belum Diqadha

Bagaimana hukum jika belum mengqadha puasa hingga datang Ramadhan berikutnya?

Lidya O. 365 views

Pernah aku memiliki hutang puasa dari bulan Ramadhan dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali pada bulan Sya'ban.
Source: HR. Bukhari: 1950 dan Muslim: 1146

Assalamu'alaikum Moeslemates. Tidak terasa ya, bulan Ramadhan yang dinanti-nantikan umat Islam di seluruh dunia kini sudah ada di depan mata kita. Namun, ada hal-hal yang mungkin masih sering menjadi pertanyaan kita semua. Bagaimana dengan hutang puasa Ramadhan kemarin yang belum dilunasi ya? Berikut ini saya akan menjabarkan bagaimana pandangan beberapa ulama. Yuk disimak!

1. Menunda Qadha Karena Udzur

Ketika kita sakit, hamil maupun ada udzur lainnya maka kita tidak diwajibkan untuk berpuasa. Dalam kondisi seperti ini, kita hanya berkewajiban mengqadha tanpa harus membayar kaffarah. Imam Ibnu Baaz rahimahullah pernah ditanya tentang orang yang sakit selama dua tahun. Sehingga hutang Ramadhan sebelumnya tidak bisa diqadha hingga masuk Ramadhan berikutnya. Jawaban yang beliau sampaikan adalah yang berhutang tidak wajib membayar kaffarah. Namun, jika ia mengakhirkan qadha karena menganggap remeh, maka ia wajib membayar qadha dan kaffarah dengan memberi makan orang miskin sejumlah hari hutang puasanya.

2. Sengaja Menunda Tanpa Udzur

Jika seseorang menunda membayar hutang puasa hingga masuk Ramadhan berikutnya tanpa udzur, ada 3 hukum yang diterapkan pada kasus ini:

Pertama, hukum qadha tidak hilang. Artinya orang yang berhutang tetap diwajibkan berqadha sekalipun Ramadhan berikutnya sudah terlewati. Kemudian yang selanjutnya adalah bertaubat. Dan yang ketiga yang diperselisihkan oleh para ulama adalah apakah ia harus membayar kaffarah atas keterlambatan ini?

Pendapat pertama mengatakan ia wajib membayar kaffarah. As-Syaukani menjelaskan, sabda Nabi Muhammad SAW, "Dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin." hadist ini dan hadist semisalnya dijadikan dalil utama yang berpendapat bahwa orang yang sengaja menunda qadha tanpa udzur diwajibkan membayar fidyah. Pendapat ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari beberapa sahabat di antaranya Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan Abu Hurairah.

Lain halnya dengan An-Nakhai, Abu Hanifah dan para ulama Hanafiyah yang hanya mewajibkan qadha dan tidak wajib kaffarah.

Tata Cara Pembayaran Fidyah

Source: prelo.co.id

Bagi teman-teman yang merasa perlu membayar fidyah namun masih bingung bagaimana caranya, berikut saya berikan rincian penjelasannya:

1. Untuk penentuan ukuran pembayaran fidyah dihitung dengan ukuran 1 sho' sama dengan 4 mud. 1 sho' kira-kira 3 kg. Setengah sho' kira-kira 1½ kg. Jadi, kita dapat dianggap sah membayar fidyah jika telah memberi makan kepada satu orang miskin untuk satu hari yang kita tinggalkan. (https://rumaysho.com/1140-cara-pembayaran-fidyah-puasa.html)

2. Kamu juga bisa membuat hidangan makanan seukuran fidyah kemudian kamu bisa mengundang mereka makan bersama.

Makna pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama. Namun, model penerapannya bisa lakukan dengan dua cara, yaitu: memasak atau membuat makanan dan mengundang mereka dengan jumlah yang sama seperti hutang puasa kita. Pemberian fidyah dapat dilakukan sekaligus. Misalnya membayar fidyah untuk 20 hari hutang puasa disalurkan kepada 20 orang miskin dalam satu waktu yang bersamaan. Atau bisa juga memberikan makan kepada satu orang miskin selama 20 hari berturut-turut.

Faidah Hadist Berkenaan Hutang Puasa

Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah menyebutkan beberapa faidah hadist yang berkaitan dengan hutang puasa di antaranya:

1. Bolehnya menunda qadha Ramadhan sampai datangnya bulan Sya'ban.
2. Diutamakan untuk menyegerakan mengqadha puasanya.
3. Menunda hingga Ramadhan berikutnya dinyatakan haram karena Aisyah menjadikan bulan Sya'ban sebagai akhir qadha.
4. Menyebutkan alasan ketika meninggalkan amalan yang lebih utama agar tidak dianggap sebagai kebaikan dan agar tidak dijadikan contoh oleh orang lain.

Artikel ini dilansir dari Fiqih Wanita.


Nah, bagaimana Moeslemates? Sudah jelas kan untuk hukum-hukum hutang puasa Ramadhan dan tata cara pembayarannya? Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga Allah memudahkan kita untuk membayar semua hutang-hutang puasa yang masih belum lunas, ya. Aamiin.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS