2744
  2017-03-08       4.bp.blogspot.com

Penyakit-Penyakit Cinta Dunia

Cinta Ayah, Cinta Ibu, Cinta Suami/Istri sudah biasa, tapi bagaimana dengan Cinta Dunia ? Yuk, kenalii !

Indah Gumala Andirasdini 143 views

Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya). -HR.Ibnu Majah

Assalamu'alaykum Moeslemates,

Moeslemates pernah mendengar "Cinta Dunia" ? Cinta dunia dan takut mati biasanya disandingkan dalam satu kalimat. Akibatnya, manusia akan banyak mengejar urusan dunia, bahkan berani menggadaikan keimanan hanya demi kenikmatan dunia semata. Hidup inginnya senang terus, padahal tidak ada senang tanpa susah.

Tanpa kita sadari, mungkinkah ada ciri-ciri dari penyakit dunia yang menempel di kita di antara ciri-ciri berikut ?

Bingung Tiada Ujung

Source: mazzeko.files.wordpress.com

Sibuk memikirkan makhluk ataupun ciptaanNya, namun lupa kepada Sang Maha Pencipta.

Ketika bangun pagi yang dipikirkan adalah bingung mengurus kerjaan, rumah tangga, anak-anak. Namun, lupa untuk berdoa pada Allah. Padahal, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS ar-Ra’du:28)

Diperbudak Kesibukan

Source: www.satuharapan.com

Setiap dari kita mempunyai jumlah waktu yang sama, 24 jam. Dari 24 jam itu, kita punya tujuan yang berbeda-beda. Namun, ada orang yang andaipun jatah waktunya ditambah menjadi 36 bahkan 40 jam sehari, tetap saja sibuk berkelanjutan. Sedangkan tilawah Al-quran seperti tak ada waktu, sholat ditunda-tunda ataupun melaksanakan di akhir waktu.

Kunci dari segala aktifitas adalah petunjuk Allah yang hanya bisa dicapai dengan senantiasa mendahulukan perintahNya, agar setiap ucapan dan perbuatan kita menjadi efektif dan lebih bermakna.

Merasa Tidak Pernah Cukup

Source: cdn2.tstatic.net

Ada mereka yang memiliki uang berapapun, namun tetap saja merasa kurang. Punya rumah 3, tapi tetap gelisah memiliki rumah 4 atau 5.

Kuncinya adalah tawakal. Kebutuhan kita terpenuhi bukanlah karena kaya raya, banyak harta, namun karena Allah yang mencukupi.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S Ath-Tholaq:3)
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ´ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (Q.S At-Takatsur : 1-8)

Panjang Angan-Angan

Source: majalahouch.com

Terus memikirkan yang tidak ada. Tidak pernah merasa puas, akibatnya dijauhi dari rasa syukur hingga terjerumus pada sikap kufur.

Sebenarnya tidak ada yang melarang kita untuk menguasai hal-hal yang bersifat duniawi, karena Allah memberikan dunia dan seisinya memang untuk dikelola. Namun Moeslemates, jangan sampai duniawi membuat kita lupa kepada Sang Maha Pencipta, Pemilik Kehidupan.

Wallahu 'Alam Bishawab

Semoga apa-apa yang kita miliki di dunia ini adalah sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan setiap kegitan kita dinilai Ibadah oleh Allah. \^^/

Referensi

Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS