2707
  2017-01-21       mumunapu.files.wordpress.com

5 Penyebab Seseorang Berperilaku Konsumtif

Berbelanja adalah suatu kebutuhan, tetapi kalian harus tau 5 penyebab yang mengubah perilaku tersebut menjadi suatu bencana bagi kalian dikemudian hari.

Deane Lene 4,231 views

Dewasa berbelanja bukan menjadi suatu kebutuhan. Terjadinya pergeseran dalam nilai dan makna membuat seseorang berperilaku konsumtif. Berbelanja bukan hanya sebuah kebutuhan melainkan sebagai sebuah kegiatan yang menenyenangkan dan beberapa orang mengatakan menjadi salah satu hobi.

Pada umumnya aktifitas ini lebih diminati oleh para perempuan namun seiring berjalannya waktu, kegiatan ini juga disenangi oleh para pria. Berdasarkan hasil penelitian mengatakan bahwa perilaku konsumtif ini meningkat sangat signifikan setiap tahunnya dan hal yang mendasarinya adalah gaya hidup untuk mempertahankan status sosialnya.

Selain dua hal yang telah disebutkan, ternyata ada alasan lain yang cukup mendominasi seseorang berperilaku konsumtif. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Apa itu perilaku konsumtif?

Mowen dan Minor (2002) mendefinisikan bahwa perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli sesuatu produk atau jasa yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan membeli produk atau jasa tertentu untuk memperoleh kesenangan atau hanya berdasarkan perasaan emosi.

Beberapa alasan yang melatar belakangi perilaku konsumtif:

Berdasarkan hasil data survey menyatakan bahwa ada banyak sekali alasan yang melatar belakangi seseorang untuk berperilaku konsumtif dan penyebarannya amatlah variatif. Diambilah 5 alasan terbanyak mengapa seseorang berperilaku konsumtif. Berikut penjelasannya:

1. Gaya hidup

Aktifitas berbelanja sangat berdampak buruk pada kehidupan saat sudah bergeser menjadi gaya hidup terlebih jika kalian tidak bisa mengelola uang dengan baik. Biasanya ini terjadi pada kalian yang baru bekerja dan mendapatkan gaji pertama. Kalian akan merasa bahwa uang yang kalian dapatkan dari hasil kerja keras kalian adalah sepenuhnya milik kalian dan tidak ada yang bisa melarang kalian membeli apapun yang kalian inginkan. Ingat loh moeslemates, jika kebiasaan ini terjadi dalam waktu yang lama, kalian akan merugi pada akhirnya. Mengapa?

Gaya hidup yang konsumtif tidak mentup kemungkinan seseorang memiliki kartu kredit dengan alasan mempermudah transaksi. Jika hal ini terjadi tanpa kontrol yang ketat, alhasil kalian akan menabung utang dan akan kesulitan pada akhirnya. Bayangkan jika kalian memiliki lebih dari satu kartu kredit dan semua kartu tersebut memiliki waktu pembayaran tagihan yang hampir berdekatan dan pada saat itu pula kalian tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar tagiha tersebut. Apa yang terjadi setelahnya?

2. Mendapat pengakuan

Source: masaryk.tv

Biasanya hal ini terjadi pada seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah dan tergabung dalam suatu kelompok yang tidak tepat. Merka cenderung memiliki kebiasaan untuk ikutmemiliki produk yang sama walaupun tidak mereka butuhkan atau tidak mereka sukai. Pada kondisi ini mereka tidak mempermasalahkan soal harga mulanya namun pada akhirnya mereka merasakan penyesalan yang teramat dalam ketika sudah tidak bersama dengan teman-temannya tersebut.

Selain kurangnya percaya diri ada hal lain yang bisa menjadi salah satu peyebab kebiasaan ini, yaitu adanya trauma yang dialami oleh seseorang ketika berbeda dengan orang disekitarnya. Hal tersebut yang membuat dirinya enggan untuk menjadi beda dengan lingkungan sekitarnya terlebih pada kelompok kecilnya tersebut.

Jika kalian sudah memiliki tanda-tanda ini, ada baiknya kalian melangkah untuk meninggalkan kelompok tersebut dan mencoba untuk berdiri diatas kaki sendiri. Memang pada awalnya sangat sulit dilakukan tetapi ini adalah langkah yang baik untuk mendapatkan kualitas diri yang lebih baik kedepannya.

3. Kemasan menarik

Ini adalah salah satu strategi marketing. Biasanya para pengelola akan merancang kemasan-kemasan unik yang beda daripada yang lainnya. Mereka akan terus berinovasi hingga membentuk suatu ciri khas. Tujuan dari kemasan-kemasan unik ini adalah menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumennya.

Berdasarkan hasil survey lapangan yang diambil secara acak, mengungkapkan bahwa sebagian besar orang memutuskan untuk membeli suatu produk berdasarkan ketertarikan pada kemasannya atau tampilan produk tersebut. Mereka akan beranggapan bahwa produk dengan kemasa yang bagus memiliki kualitas yang bagus. Tak jarang dari mereka yang merasakan penyesalan setelahnya ketika mereka menyadari bahwa membeli suatu barang bukan berdasarkan kebutuhan melainkan kepuasan hasrat berbelanja saja.

4. Tertera tanda diskon

Wiiiiihhhhh......... Diskon.....
Ini salah satu faktor terbesar seseorang lapar mata saat berbelanja. Terlebih pada momen hari-hari perayaan, tahun baru, akhir tahun dan masih banyak lagi. Tapi, sebelum kalian membeli, ada baiknya kalian cermati dan teliti kembali barang-barang tersebut.

Cek kondisi barangnya apakah masih bagus atau tidak, cek bahannya bagus dan cocok untuk kulit kita atau tidak, jika berkaitan dengan makanan cek tanggal kadaluarsanya, yang terakhir dan yang paling penting untuk di cek adalah harganya. Mengapa harus cek harga sedangkan saat itu ada tulisan diskonnya?

Well.... Mungkin beberapa diantara kalian sudah mengetahui tetapi ada juga yang belum. Pada dasarnya, diskon adalah salah satu strategi marketing. Sebelum kalian membeli barang diskon ada baiknya kalian mengetahui harga sebenarnnya. Mengapa? Karena sebagian besar pada pengelola toko akan menaikkan harga barang tersebut sebelum mendiskonnya. Jadi kata "diskon" hanya sebatas kata tanpa ada artinya. Sama saja kalian membeli dengan harga normal Ini sangat bermanfaat sekali untuk kalian yang ingin berbelanja namun tetapi sesuai budget.

5. Peningkatan rasa percaya diri

Sebagian besar orang beranggapan bahwa menggunakan suatu produk dari brand ternama membuatnya memiliki nilai lebih dibandingkan dengan yang lain. Mereka akan merasa lebih percaya diri akan hal itu. Kebiasaan membeli barang-barang dari brand ternama ini menjadi pintu utama kebiasaan berbelanja yang tidak sehat. Pasalnya mereka akan terus memenuhi keinginan atas dasar kebutuhan pribadi untuk menjadi lebih percaya diri dan ketika kebiasaan ini dihentikan tentunya akan berdampak buruk. Stress, hilangnya kepercayaan diri, komplusif, hingga depresi karena kebutuhannya tidak terpenuhi.

Pada kenyataannya, kebiasaan berbelanja berdasarkan peningkatan percaya diri ini hanya terjadi pada orang-orang yang tidak diterima oleh lingkungannya. Karena merasa frustrasi dan adanya dorongan dari dalam dirinya untuk diterima dilingkungan yang ia pilih, ia akan melakukan segala cara tanpa melihat dampak setelahnya. Sehingga munculah suatu perilaku yang tidak baik dilakukan dalam jangka panjang.

Jadi?

Hal yang perlu kalian perhatikan untuk kebiasaan berbelanja ini adalah, berbelanja lah sesuai dengan kebutuhan saja. Jangan mengikuti gaya hidup orang lain disekitar kalian. Sebab kebutuhan kalian dan orang lain itu berbeda begitu juga kemampuan kalian untuk membeli suatu barang. Jadi ada baiknya jika kalian ingin hidup bahagia dan tidak terlilit hutang, belanjalah dengan bijak. Jangan sampai sisa hidup kalian tidak tenang hanya karna dikejar-kejar tagihan kartu kredit yang tidak sanggup kalian bayar. Buatlah daftar prioritas kebutuhan sebagai salah satu cara agar kalian bisa mengontrol keuangan dengan baik.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS