2706
  2017.01.11       mymidlifecrisissupport.com

Midlife Crisis in Women (Krisis Pada Wanita di Usia Pertengahan)

Pernah dengar istilah ini? Midlife Crisis pada wanita suka dikaitkan dengan "Puber Ketiga" pada pria. Apa sih sebenarnya Midlife Crisis?

Official Brawijaya Clinic Buah Batu - Bandung 7 views

Midlife crisis dapat diartikan suatu kondisi transisi perubahan di usia madya dimana orang dewasa madya mulai menanyakan kembali identitas diri mereka. Midlife crisis sering dikaitkan dengan pria (misalnya “puber ketiga”), tapi wanita dapat juga mengalami midlife crisis. Semua orang akan mengalami usia madya, tapi krisis usia madya hanya dialami oleh beberapa orang. Hal ini bergantung dari peristiwa hidup ataupun stressor yang dialami oleh individu.

Midlife Crisis pada Wanita

Gckzsynpfjjnzqwxya90 Source: jezebel.com

Wanita yang pada masa muda hanya sedikit memikirkan diri mereka, apa yang mereka inginkan dalam hidup ini dan lebih banyak memikirkan kehidupan orang lain dapat mengalami midlife crisis saat berada di usia madya. Misalnya, pada wanita yang fokus pada rumah tangga dan mengurus rumah: mereka hanya memikirkan dan menjalani hari-hari mereka dengan mengurus anak-anak, memasak, membersihkan, dan memenuhi segala kebutuhan keluarga di atas kebutuhannya, tidak memiliki minat lain, tidak memiliki keinginan untuk menggapai mimpi-mimpinya.

Sementara pada wanita karir, fokus pada karir, bekerja keras, serta tidak memiliki minat lain di luar pekerjaan, maka kedua wanita tersebut dapat mengalami midlife crisis. Memasuki usia madya mereka mulai bertanya-tanya apa yang telah mereka capai untuk diri mereka sendiri dan orang lain baik dalam hal keluarga maupun pekerjaan.

Penyebab Midlife Crisis

Penuaan (aging) Perubahan pada penampilan fisik, seperti kerutan, pigmentasi pada kulit, munculnya uban dan rambut menipis merupakan perubahan yang jelas terlihat di usia madya. Perubahan penampilan fisik ini dapat menimbulkan perasaan rendah diri pada wanita.

Menopause. Menopause adalah suatu kondisi secara permanen berhenti berovulasi dan menstruasi, dan tidak dapat lagi hamil. Tanda-tanda menopause antara lain: menstruasi mulai tidak teratur kemudian berhenti, fertilitas berhenti (tidak dapat hamil), vagina menjadi kering, hot flashes, tidak dapat tidur, perubahan mood, meningkatnya lemak di perut, rambut menipis, dan hilangnya kekencangan payudara. Pada beberapa wanita, menopause ini dapat menyebabkan krisis karena hilangnya kemampuan untuk hamil.

Kesehatan. Seiring dengan semakin tuanya usia seseorang, fungsi sistem tubuh dan organ menurun dan membuatnya mudah terkena penyakit. Pada usia madya penyakit kronis mulai muncul, seperti penyakit jantung, stroke, artritis, dan sebagainya. Penurunan kondisi kesehatan dapat menyebabkan midlife crisis karena kondisi yang tidak sekuat dan se-fit pada saat lebih muda. Hal ini membuat seseorang memiliki keterbatasan dalam melakukan beberapa hal.

Permasalahan Karir. Masalah karir, seperti terlalu lama berada di posisi atau pekerjaan yang sama, wanita mulai mempertanyakan pencapaian yang telah dicapainya. Membandingkan dirinya dengan teman-teman sebaya yang lebih sukses ataupun yang mencapai kesuksesan yang diharapkan. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya rasa tidak puas pada diri, rendah diri atas pencapaian, dan perasaan negatif lainnya.

Hubungan dengan pasangan. Pasangan sumai-istri yang sepanjang kehidupannya memillih untuk menghindar untuk menyelesaikan masalah, maka pada saat memasuki usia madya mulai merasakan dampak dari permasalahan yang tidak terselesaikan tersebut. Hal ini dapat menimbulkan pada perceraian.

Empty nest: Pada orang tua, di usia madya dapat saja mengalami empty nest syndrome, yaitu kondisi dimana menurunnya kepuasan pernikahan setelah anak meninggalkan rumah. Hal ini disebabkan karena kepuasan berasal dari pengasuhan pada anak-anak mereka. Pada wanita, mereka merasakan tidak lagi berguna dan tidak memiliki arah.

Kematian Orang Tua. Memasuki usia madya, tentunya orang tua berada pada usia lanjut. Kematian orang tua dapat menimbulkan permasalahan emosi, terutama ketika rasa berduka tidak terselesaikan. Perasaan kehilangan ditambah dengan permasalahan yang dialami saat usia madya, membuat midlife crisis semakin besar dirasakan.

Mengatasi Midlife Crisis

Pola Hidup Sehat: Berolahraga rutin yang sesuai dengan kondisi tubuh dan makan makanan yang sehat. Dengan olahraga yang rutin dan pola makan yang sehat, kesehatan fisik dapat ditingkatkan yang kemudian dapat meningkatkan kondisi kesehatan mental secara umum. Dalam hal penampilan, belajarlah untuk menerima perubahan karena usia. Pola hidup sehat juga dapat meningkatkan penampilan kita.

Generativity: Pada usia madya individu mengalami tahap perkembangan yang disebut oleh Erickson (1968) generavtivity, yaitu suatu keinginan untuk memiliki legacies (warisan) dari diri mereka kepada generasi selanjutnya (Peterson, 2002) dalam Santrock (2008). Melalui generativity, wanita usia madya bertahap tidak lagi fokus pada diri, tapi pada generasi selanjutnya dengan mengarahkan generasi selanjutnya untuk melanjutkan apa yang telah dicapai.

Mttajotnt0mqklgs9wdi Source: quotefancy.com

Menghargai Pencapaian: Menghargai apa yang telah diperoleh dan mengevaluasi apa yang telah dicapai. Hindari untuk membandingkan kesuksesan orang lain dengan apa yang yang kita capai. Selain itu, orang yang hidup dengan memenuhi mimpi-mimpinya dengan suatu tujuan tertentu, memiliki sedikit kemungkinan untuk mengalami midlife crisis.

Selesaikan Permasalahan dengan Pasangan: Dalam relasi dengan pasangan, saat pasangan mengalami masalah, bantu dengan mendengarkan ia tanpa memberikan penilaian. Selain itu, menyelesaikan masalah bukan menghindarinya merupakan cara untuk mengatasi konflik rumah tangga yang lebih besar.

Kematian orang tua sebagai pengalaman untuk menjad lebih matang: Hal ini dapat mendorong seseorang untuk mengatasi permasalahan perkembangan yang muncul selama kehidupan, seperti mencapai perasaan identitas diri dan pilihan pribadi, yang juga disertai dengan rasa tanggung jawab yang tinggi komitmen, dan kedekatan dengan orang lain (Moss & Moss, 1989; Scharlach & Fredriksen, 1993 dalam Papalia, 2007).

“Nature gives you the face you have at twenty; it is up to you to merit the face you have at fifty.”
― Coco Chanel

Midlife Crisis sebagai Kesempatan untuk Berkembang

Memasuki usia madya, merupakan kesempatan untuk menstrukturkan, menilai kembali kehidupannya, dan menyesuaikan beberapa perubahan yang dialami untuk menjadi lebih konstruktif.

Midlife crisis dapat menjadi kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan dirinya. Dengan anak-anak yang telah meninggalkan rumah, ini menjadi kesempatan mereka memenuhi minat mereka yang tertunda selama menjalani peran sebagai ibu.

Memasuki usia madya, dimana karir baik suami dan istri berada di puncak, maka secara finansial juga telah aman. Ini dapat menjadi kesempatan pasangan untuk mengeksplor hal-hal baru yang sebelumnya hanya menjadi pertimbangan.

Ditulis Oleh:

Dhini Andriani, S.Psi., M.Psi. dan Dra. Hj. Muniroh Abdurachman, M.Pd

Referensi:

Meyer, Cathy. (2016). Do Men and Women Experience Midlife Crisis Differently? Akses <http://divorcesupport.about.com/od/isdivorcethesolution/f/menwomen_crisis.htm>. [05/11/2016]

Papalia Diane E., et al. (2007). Adult Development and Aging 33. New York: McGraw-Hill Higher Education

Reynolds, Marcia. (2011). What A Female Midlife Crisis Looks Like. Akses melalui <https://www.psychologytoday.com/blog/wander- woman/201105/what-female-Midlife-crisis-looks>. [05/11/2016]

Santrock, John W. (2007). Life-Span Development, 11th ed. New York: McGraw-Hill Higher Education

Official Brawijaya Clinic Buah Batu - Bandung Official Brawijaya Clinic Buah Batu - Bandung
Brawijaya Clinic @Buah Batu – Bandung (BCBB). Klinik kese...
この記事が気に入ったらいいね!しようMoeslemaの最新情報をお届けします
Category: LIFESTYLE


386

Cantik Alami dengan Minyak Zaitun

FidaliaLestari
Updated at 2016-08-04
1852

5 Tips Unik di Dapur

Alin Rizkiana
Updated at 2016-12-07
3429

#MyHijabDiary - 4 Trik Padu Padan Makeup dan Hijab

Alin Rizkiana
Updated at 2017-03-17
236

Tetap Tampil Cantik Dalam Waktu Singkat

Deane Lene
Updated at 2016-06-27

no comments

Follow Moeslema on SNS