2704
  2017-01-11       dewey.petra.ac.id

Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Setiap perempuan beresiko terkena penyakit ini, sudahkah kamu tahu A-Z soal kanker serviks?

Official Brawijaya Hospital and Clinic 91 views

Dari berbagai sumber, kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan vagina. Kanker leher rahim biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun.

Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kanker serviks merupakan keganasan yang sering dijumpai pada wanita. Di Indonesia, pada tiap harinya, diperkirakan muncul 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 orang meninggal akibat kanker serviks. Angka kematian kanker serviks di Indonesia tergolong tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi makin sulit.

Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Dimulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya menjadi karsinoma in-situ (KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun, sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinoma invasif berkisar 3-20 tahun. (yusartea.wordpress.com)

Hal terpenting menghadapi penderita kanker serviks adalah menegakkan diagnosis sedini mungkin dan memberikan terapi yang efektif sekaligus prediksi prognosisnya. Hingga saat ini pilihan terapi masih terbatas pada operasi, radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari beberapa modalitas terapi ini.

Saat ini pilihan terapi sangat tergantung pada luasnya penyebaran penyakit secara anatomis dan senantiasa berubah seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran. Penentuan pilihan terapi dan prediksi prognosisnya atau untuk membandingkan tingkat keberhasilan terapi baru harus berdasarkan pada perluasan penyakit. Secara universal disetujui penentuan luasnya penyebaran penyakit melalui sistem stadium.

Penyebab Kanker Serviks

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus atau HPV. Saat ini terdapat 138 jenis HPV yang sudah dapat teridentifikasi yang 40 di antaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Beberapa tipe HPV virus risiko rendah jarang menimbulkan kanker, sedangkan tipe yang lain bersifat virus risiko tingg.. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa lebih dari 90% kanker leher rahim disebabkan oleh tipe 16 dan 18.

Faktor Risiko

Menurut Diananda (2007), berikut adalah pembagian faktor yang mempengaruhi kanker serviks
1. Usia > 35 tahun
Wanita yang mempunyai risiko tinggi terhadap kanker leher rahim. Meningkatnya risiko kanker leher rahim pada usia lanjut merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat usia.

2. Usia pertama kali menikah.
Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu muda untuk melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker leher rahim 10-12 kali lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tidak siap menerima rangsangan dari luar termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma.

3. Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi, dan sering berganti-ganti pasangan.
Berganti-ganti pasangan akan memungkinkan tertularnya penyakit penyakit menular seksual (seperti klamidia trakomatis, trikomonas vaginalis, cytomegalovirus, neiseria gonore dan triponema palidum, Human Ppiloma Virus ( HPV ).

4. Wanita yang merokok.
Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

5. Riwayat penyakit kelamin seperti kutil genitalia.
Wanita yang terkena penyakit akibat hubungan seksual berisiko terkena virus HPV.

6. Paritas (jumlah kelahiran).
Semakin tinggi risiko pada wanita dengan banyak anak, apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu pendek.

Gejala Kanker Serviks

Dari bidanku.com, kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll.

Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti oleh adanya perdarahan.
2. Keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
4. Mengalami sakit saat buang air kecil
5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan turun drastis, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan

Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Dilangsir dari alodokter.com, pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi. Sedangkan radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dipakai berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Pencegahan Kanker Serviks

Dari bagi-bagi-rasa.blogspot.co.id, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks, yaitu:

1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan.
3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor.
4. Stop merokok.
5. Hindari berhubungan intim saat usia dini.
6. Jangan bergonta-ganti pasangan.
7. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal selama 1 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan seksual.

Ditulis Oleh:

dr. Lula Adilia, SPOG
Brawijaya Clinic Buah Batu Bandung

Official Brawijaya Hospital and Clinic Official Brawijaya Hospital and Clinic
Brawijaya Clinic @Buah Batu – Bandung (BCBB). Klinik kese...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Official Brawijaya Hospital and Clinic
Official Brawijaya Hospital and Clinic
Brawijaya Clinic @Buah Batu – Bandung (BCBB). Klinik kesehatan wanita yang terpercaya d...

no comments

Follow Moeslema on SNS