2671
  2017-02-13       www.juzdeals.com

Review Novel Ayah

Novel karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang cinta seorang ayah yang luar biasa.

Marta Marselina 185 views

Ayah, sebuah novel

Kulalui sungai yang berliku

Jalan panjang sejauh pandang

Debur ombak yang menerjang

Kukejar bayangan sayap elang

Disinilah kutemukan jejak-jejak untuk pulang

Ayahku,kini aku telah datang

Ayah,lihatlah aku sudah pulang
Source: Zorro

Ketiga sahabat Sabari yaitu Ukun, Tamat, dan Toharun tidak tega melihat nasib Sabari yang kini sudah hidup menjadi gelandangan karena stress kehilangan Zorro. Ketiganya pun mencari Marlena dan Zorro di seluruh pulau Sumatera. Berbekal dari surat Marlena pada teman-temannya akhirnya pencarian itu membuahkan hasil. Zorro yang selalu tidur memeluk kemeja lusuh Sabari akhirnya bisa bertemu dengan sosok yang sempat hilang dalam hidupnya.

Ada beberapa karakter lain yang diceritakan dalam novel ini. Diantaranya ada Izmi yang mantan orang kaya yang hidupnya kini melarat karena ayahnya ketahuan korupsi, ia terinspirasi ketekunan Sabari meraih cinta Marlena. Kemudian seorang anak bernama Amiru yang cerdas dan bertekad menebus radio kesayangan ayahnya yang digadai untuk pengobatan ibunya.

Menggugah Hati Pembaca

Ingat, Boi, dalam hidup ini semuanya terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu.
Source: Sabari
Source: www.loop.co.id

Novel ini menceritakan tentang Sabari, lelaki dengan paras pas-pasan, mencintai seorang perempuan bernama Marlena. Pertemuan mereka berawal dari ujian SMP. Saat itu Marlena sedang dalam ancaman akan di jodohkan apabila tidak lulus, ia meminta kunci jawaban pada Sabari yang sangat jenius dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Sejak itu cita-cita Sabari menjadi seorang guru berubah, menjadi mengejar cinta Marlena.

Segala cara dilakukan Sabari untuk menarik perhatian Marlena namun selalu gagal. Mulai dari mengirimkan puisi, menjadi juara marathon seKabupaten, sampai bekerja di pabrik batako milik ayah Marlena ia lakukan. Namun Marlena yang berjiwa pemberontak tidak bergeming. Hingga pada suatu ketika Marlena hamil di luar nikah dan Sabari dengan senang hati mengorbankan diri untuk menikahi Marlena.

Selama pernikahan keduanya tidak pernah bersama, Marlena lebih sering kabur-kaburan. Setelah anak Marlena lahir, kehidupan Sabari mulai teralihkan dengan kehadiran bayi bernama Zorro. Ia sangat menyayangi Zorro melebihi apapun. Namun kebahagiaan Sabari mendadak hilang setelah Zorro diambil oleh Marlena yang menikah lagi dengan orang lain.

Itu adalah salah satu ucapan Sabari ketika ditanya oleh Zorro apakah ayahnya masih mencintai ibunya? Sangat menyentuh sekali. Sabari yang sudah jatuh bangun babak belur mendapatkan Marlena, ia tetap mencintainya sampai akhir hayat. Saat Sabari meninggal, Lena masih berumah tangga dengan Amirza, dan di makam Sabari tertulis, “Biarkan aku mati dalam keharuman cintamu”.

Marlena yang sedang sekarat pun berpesan pada anaknya agar ia di kubur di sebelah makan Sabari dan ia berpesan untuk menuliskan “Purnama kedua belas” pada nisannya. Purnama kedua belas adalah panggilan kesayangan Sabari pada Marlena sejak pertamakali mereka bertemu. Begitulah Ending dari kisah mereka.

Source: www.brilio.net


Perasaan saya jadi campur aduk setelah membaca novel ini. Ada banyak perasaan cinta yang berpadu dengan pengorbanan kepedihan dan realita hidup. Membaca novel ini seperti membuat saya belajar filsafat mengenai cinta. Bisa dibilang ini adalah salah satu novel tentang cinta namun dikemas dengan untaian kata dan indahnya puisi yang memainkan emosi saya. Beberapa kali saya merinding membaca puisi dan kata-kata Sabari.

Yap sudah tidak diragukan lagi Andrea Hirata adalah jagonya.

Conclusion

Sejak membaca awal paragraf dari novel ini saya sudah merasa novel ini bukan novel biasa. Kenapa begitu? karena menggunakan gaya bahasa yang terlalu mendayu-dayu untuk konteks percakapan sehari-hari.

Membaca novel Ayah bagaikan membaca buku sastra lama. Mungkin agak sedikit terasa berbeda bagi saya mengingat novel ini mengambil setting waktu dari cerita novel ini mengambil garis waktu yang masih dibilang masa kini.

Selain itu Alur yang digunakan Andrea Hirata cukup membingungkan, sehingga saya perlu membaca ulang untuk memahami alur waktu yang bercampur antara satu tokoh dengan tokoh lain dalam novel ini.

Secara Garis besar saya tetap menyukai novel ini. Karena ceritanya yang mengandung nilai-nilai sosial yang baik seperti pantang menyerah, setia kawan dan kasih sayang orangtua pada anak. Novel ini bisa dibaca oleh semua usia. Novel ini mengajarkan cinta yang universal dan memberikan gambaran cinta sejati.


Bagi yang penasaran ingin membaca, novel ini bisa di dapatkan di toko-toko buku terdekat dan bisa juga dibeli secara online.

Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS