2631
  2017-02-02       gudeg.net

6 Hal yang Dilakukan Mereka yang Dulunya Suka Dibully Atau Disepelekan

6 hal ini sangat mungkin dilakukan oleh mereka yang merasa terkucilkan saat dulu dibully oleh teman-temannya.

Lidya O. 316 views

Pernah nggak sih kamu melihat tragedi anak SMP atau SMA yang membully teman atau juniornya sendiri? Atau kamu punya pengalaman pribadi perihal bullying? Alhamdulillah, sewaktu saya sekolah tidak pernah mengalami bullying atau membully. Hanya saja sempat sekali mendapat "teguran" dari kakak kelas yang merasa risih pacarnya dekat dengan saya. Tapi saya menanggapinya dengan perasaan tidak bersalah karena memang saya merasa berteman atau bergaul tidak perlu banyak pilih-pilih. Jika saya "dekat" dengan seseorang, bukan berarti saya menyukainya sebagai kekasih lho.

Source: www.hipwee.com

1. Melakukan Perubahan

Terkadang, hal-hal yang mampu membuat mereka bersemangat untuk melakukan suatu perubahan adalah dari sikap bullying. Dengan adanya "teguran" itu, mereka bisa memperbaiki diri jadi lebih baik lagi. Setidaknya, jangan sama seperti orang yang membully mereka. Walaupun orang lain tidak mengetahui atau bahkan tidak peduli dengan perubahan mereka, ada kalanya nanti orang-orang itu menyesal dan mengakui kehebatan orang yang pernah dibullynya.

2. Banyak Berpikir

Source: www.merdeka.com

Berpikir untuk menjadi lebih baik apa salahnya? Yap, orang-orang yang pernah dibully tentunya akan berpikir keras kenapa mereka bisa sampai dibully? Apa karena orang lain iri? Atau karena ada kekurangan yang menonjol sehingga muncul rasa tidak suka orang lain kepadanya? Nah, senjatanya orang sukses adalah mau berpikir menjadi orang yang tidak pendendam. Tidak perlulah itu membalas perbuatan yang dulu pernah dialaminya. Tapi, berpikir untuk "revenge" halus dengan menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada mereka yang suka bully.

3. Banyak Introspeksi Diri

Source: log.viva.co.id

Introspeksi diri itu penting lho Moeslemates. Setiap manusia pasti diciptakan ada yang kurang maupun ada yang lebih. Kekurangan itu tidak seharusnya menjadi bahan olok-olok. Justru, dengan adanya kekurangan itu kita bisa saling melengkapi satu sama lain. Dan mereka yang pernah kena bully belum tentu lebih buruk dari orang yang membullynya. Bisa saja, setelah ia berpikir panjang kemudian introspeksi diri, aura kebaikannya justru terpancar dan menjadi seseorang yang jauh lebih baik daripada orang-orang yang tukang bully itu.

4. Belajar Dari Masa Lalu

Source: capslocknet.com

Masa lalu bisa dijadikan alasan untuk kita berubah menjadi lebih baik lagi. Seandainya pun masa lalumu buruk, bukan berarti kamu tidak bisa membangun masa depan yang baik, bukan? So, buat mereka yang pernah dibully dan keadaan psikologisnya tidak sebaik orang normal, tentunya masa lalu menjadi patokan yang penting juga dalam melakukan suatu revolusi. Misalnya dulu mereka dianggap cupu dan bodoh, kini mereka bisa belajar dari masa lalu untuk tidak lagi memberikan image tersebut.

5. Mulai Menyusun Rencana Masa Depan

Menulis rancangan masa depan merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Reminder bahwa kita akan melakukan hal ini, hal itu, bisa menggunakan agenda planning. Sama juga dengan mereka-mereka yang dulunya disepelekan sama sekelompok orang-orang keren. Menyusun rencana masa depan baik dalam jangka panjang maupun pendek mampu membuat perubahan yang kelihatannya sedikit tapi berpengaruh besar dalam kehidupannya.

6. Fokus Move On!

Yang terakhir adalah move on. Jangan kelamaan mewek apalagi menutup diri terhadap lingkungan luar. Mereka yang merasa dulunya terasingkan biarkan saja perasaan itu berlalu seiring berjalannya waktu. Sudah 2017 toh dan waktunya berevolusi dengan mematangkan rencana. Kita, kamu, siapapun itu yang pernah mengalami hal pahit di masa lalu, termasuk kasus bullying, nggak perlu takut untuk melangkah ke depan. Karena move on pasti akan membawa kita menuju tangga kesuksesan walau orang lain tak peduli bahkan tak melihat sekalipun. Biarkan semua ketidakpedulian mereka berjalan begitu saja, karena akan ada waktunya kita untuk "bersinar" dan memancarkan kebermanfaatan untuk semua orang. Dan begitulah kekuatan orang-orang yang dibully untuk melakukan perubahan.

Nah, kira-kira seperti itulah poin-poin yang dilakukan kebanyakan orang yang dulunya dibully oleh teman bahkan saudaranya sendiri. Percaya deh, setiap orang memiliki jalan menuju sukses yang berbeda-beda. Tinggal bagaimana cara kita untuk meraihnya saja. Jika memang harus melewati masa kelam, nggak boleh cengeng dan terlarut dalam kesedihan! Kekuatan itu pasti akan datang untuk kita yang mau berusaha. Semoga bermanfaat.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS