2627
  2017-01-16       perpustakaancyber.blogspot.co.id

Menyelami Sosio Kultural Makanan dalam Tradisi Keagamaan

Selain memiliki peran biologik, Makanan juga memiliki peranan sosio kultural yang kuat. Lalu apa pengaruh sosio kultural dengan tradisi agama yang ada di kehidupan masyarakat?

Triwitaan 242 views

Makanan memiliki peranan biologik, yaitu dapat memenuhi rasa lapar. Juga memiliki peranan sosio kultural, yaitu salah satunya dipengaruhi oleh agama sebagai fungsi religi dan magis. Berkembangnya makanan pada sebagian masyarakat kini menjadi kontekstual sebagai simbol perhatian atau rasa senang terhadap seseorang. Sebagai contoh, seseorang tetangga yang memberikan makanan kepadanya. Simbol pemberian makanan ini bermakna bentuk perdamaian dalam bertetangga. Selain itu pemberian makanan pada orang sakit pun dapat bernilai fundamental yang tinggi, sebagai lambang kasih, pemberian makanan dapat membantu kesembuhan. Bukan terlihat dari kandungan makanan yang diberikan yang dapat menyembuhkan. Tetapi perhatian dan ungkapan kasih sangat dibutuhkan pada orang sakit.

Sama halnya makanan memiliki pengaruh yang fundamental dalam tradisi keagamaan. Banyak simbol religi dan magis yang dikaitkan dengan makanan, beberapa makanan tertentu menjadi khusus untuk dihidangkan saat upacara keagamaan. Ini yang menjadi sebuah indikator pengaruhnya sosio kultural dengan tradisi agama. Keterkaitan antara sosio kultural dengan tradisi agama akan membentuk pengaruh dalam kebiasaan dan pengaruh konsumsi pada tradisi keagamaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui seperti apa pengaruh sosio kultural dengan tradisi agama yang ada dikehidupan masyarakat.

Apa itu makanan?

Menurut dr. Andry Hartono, SpGK dalam bukunya mengatakan bahwa “Subtansi yang diambil tubuh untuk memberikan nutrient. Umumnya makanan diambil tubuh lewat mulut, dicernakan dan diserap dalam saluran cerna untuk kemudian menjalani proses metabolism.”

Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
Source: Almatsier. 2009. 3

Konsep makanan menurut ahli antropologi Margaret Mead, pola pangan atau food pattern adalah cara seseorang atau sekelompok orang memanfaatkan pangan yang tersedia sebagai reaksi terhadap tekanan ekonomi dan sosio-kultural yang dialaminya. Aspek sosio cultural pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan keadaan lingkungan agama, adat, kebiasaan, dan pendidikan masyarakat tersebut.

Banyak simbol religi dan magis yang dikaitkan pada makanan. Seperti dalam agama islam, kambing sering dikaitkan dengan upacara-upacara penting dalam kehidupan.
Source: Den Hartog, Hautvast & Den Hartog (1980)
Source: indrasmansamapin.blogspot.co.id

Pengaruh sosio kultural makanan membawa banyak perbedaan pada tradisi keagamaan berbagai penduduk. Penduduk yang memiliki kepercayaan dalam setiap tradisi agama memberikan pengaruh besar pada makanan yang dihidangkan dalam acara setiap acara keagamaan. Dalam hal ini pemilihan makanan yang dihidangkan dalam acara keagamaan memiliki pengaruh dari sosio kultural penduduk. Perhatian begitu besar terhadap simbol-simbol dalam pemilihan makanan saat tradisi keagamaan merupakan bentuk fundamental hamba dengan Tuhannya.

Source: 1001indonesia.net/sunda-wiwitan/

Pengaruh hidangan makanan lain juga muncul bersamaan dengan berkembangnya sosio kultural terhadap tradisi keagamaan. Kita bisa rasakan dalam bulan Ramadan, buah kurma merupakan makanan yang sering dikonsumsi saat berbuka puasa sebelum akhirnya umat muslim mulai menyantap masakan buka puasa. Kue-kue kering, masakan berbasis daging ayam dan sapi merupakan masakan khas yang sering disajikan selama Hari Raya Idul Fitri. Sementara pada umat Kristen, setelah 40 hari berpuasa menyambut hari kebangkitan Isa Almasih, akan merayakan Paskah. Umat Kristen akan mengadakan acara berkumpul keluarga besar.Telur merupakan makanan khas dalam perayaan ini dan merupakan simbol dari kelahiran kembali. Umat Kristen mewarnai telur dengan berbagai corak dan menyembunyikannya untuk Easter Egg Hunt. Menu salad telur, daging domba, permen jelly dan coklat kelinci juga sering dijumpai pada perayaan ini.

Source: widya,s blog

Simbol-simbol religi dan magis dalam tradisi keagamaan sering dikaitkan dengan makanan. Aspek sosio kultural makanan turut andil dalam tradisi keagamaan. Terlihat dalam agama Katolik, anggur diibaratkan darah kristus dan roti tubuhnya. Pemilihan makanan dalam tradisi tidak serta merta lahir begitu saja dalam penduduk. Akan tetapi peranan makanan hadir sebagai media penting dalam hubungan antara manusia dan Tuhan. Sebagai suatu wujud rasa syukur dan berterima kasih pada rezeki yang Tuhan berikan terhadap alam yang melimpah akan hasil bumi.

Dalam kasus lain, seperti pada upacara selamatan bayi baru lahir, atau pada khitanan dalam agama Islam. Menu yang dihidangkan adalah nasi tumpeng atau nasi kuning biasa terdapat dalam tradisi jawa. Kita ketahui tujuan makanan dihidangkan untuk mengungkapkan rasa syukur, rasa senang, rasa duka cita, ataupun memohon keselamatan restu. Simbol terhadap nasi tumpeng atau nasi kuning ini memiliki makna yang dalam dalam budaya jawa, yaitu memiliki simbol sebagai pegunungan sebagai miniatur alam raya. Kemudian warna tumpeng memiliki arti, putih sebagai symbol kesucian, kuning sebagai simbol masa keemasan. Simbol-simbol religi dan magis dalam makanan merupakan adaptasi dari aspek sosio kultural makanan tersebut.

Source: nationalgeographic.co.id/

Sementara pada umat Yahudi, roti tidak beragi atau matzo menjadi makanan simbolisasi perayaan Pesakh. Pesakh merupakan hari peringatan umat Yahudi akan bebasnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Pada hari Pesakh, umat Yahudi hanya boleh memakan mazto dan rempah-rempah. Makanan lain yang menjadi ciri khas perayaan umat Yahudi adalah Hamantashen, kue berbentuk segitiga berisikan selai. Kue tersebut diberikan oleh umat Yahudi kepada kerabatnya pada perayaan Purim. Apabila umat Kristen dan Islam mengkonsumsi daging, lain halnya dengan umat Hindu dan Buddha. Umat Hindu tak mengkonsumsi apa pun yang dihasilkan oleh sapi, termasuk susu. Sebab sapi merupakan binatang yang dianggap suci oleh umat Hindu. Sementara bagi umat Buddha, memakan daging merupakan hal yang dilarang. Banyak umat Buddha yang menjadi vegetarian, sebab umat Buddha meyakini bahwa membunuh binatang akan berpengaruh buruk bagi karma mereka.

Triwitaan Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS