2623
  2017-01-16       Nutritionugm's Official Blog - WordPress.com

Telusuri Pengaruh Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil

Ada beberapa gejala yang dihadapi penderita kekurangan Energi Kronik misalnya saja kurang cekatan dalam bekerja, sering terlihat lemah, letih, lesu, dan lunglai. Yuk telusuri pengaruhnya!

Triwitaan 435 views

Assalamualaikum

Salah satu tolak ukur terpenuhinya kecukupan makanan dari sisi kualitas dan berdampak bagi terjaganya kesehatan merupakan syarat utama gizi. Hal ini merupakan hak asasi yang selayaknya didapatkan oleh seorang individu. Untuk mendapatkan gizi yang cukup, tumbuh kembang sejak janin hingga tahapan kehidupan selanjutnya terbukti menjadi lebih optimal dan dapat memperbaiki generasi selanjutnya serta secara tidak langsung akan meningkatkan manfaat ekonomi yang signifikan melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia.

Sebuah data dari (Riskesdas. 2013) menunjukan prevalensi kurang gizi dan pendek di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, masing-masing 19,6% dan 37,2%. Pada masalah anemia gizi besi, disamping prevalensi yang masih tinggi yaitu sebesar 37,1% pada ibu hamil, masalah anemia juga terjadi pada anak balita yaitu sebesar 28,1%. Pada masalah kelebihan gizi, Indonesia sudah mulai dikhawatirkan dengan masalah gizi lebih pada balita yang sudah mencapai 11,9% yang berujung pada peningkatan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan bentuk masalah kekurangan gizi. Keadaan seperti ini akan diperkirakan melahirkan bayi dalam kondisi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan bayi yang dalam kondisi beratnya kurang akan mempunyai resiko yang berbahaya misal, gizi kurang pada bayi, kematian bayi, gangguan terhadap pertumbuhan anak dan juga gangguan terhadap perkembangan fisik maupun perkembangan otak anak. Pengaruh status gizi pada saat ibu hamil akan menentukan kebutuhan energi kalori sebagai penentu dikatakan kekurangan atau kelebihan gizi.


Source: Acronyms and Slang

Menurut (Weni, 2010) Ibu hamil KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut : a.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg. b.Tinggi badan ibu < 145 cm. c.Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg. d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 e.Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %).

Apa Itu KEK (Kurang Energi Kronik)?

Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun).
Source: DepKes RI, 1999

Kekurangan Energi Kalori atau KEK adalah kondisi saat berat ibu hamil kurang memenuhi kebutuhan. KEK ini bisa ditentukan dengan mengukur LILA (lingkar lengan atas). LILA (lingkar lengan atas) normal pada ibu hamil minimal 23,5 cm. Ibu hamil yang mengalami KEK akan melahirkan bayi dalam kondisi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan bayi yang dalam kondisi beratnya kurang akan mempunyai resiko yang berbahaya, misal : gizi kurang pada bayi, kematian bayi, gangguan terhadap pertumbuhan anak dan juga gangguan terhadap perkembangan fisik maupun perkembangan otak anak. Selain itu gizi kurang pada ibu hamil seperti Kekurangan Energi Kronik dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu meliputi, Anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyakit infeksi. Sehingga akan meningkatkan kematian ibu

Apa dampak KEK (Kurang Energi Kronik)?

Source: PeduliSehat.info

Dampak KEK yang terlihat dapat dirasakan sering terlihat lemah, letih, lesu, dan lunglai. Kurang cekatan dalam bekerja serta memiliki lingkar lengan atas sebelah kiri kurang dari 23,5 cm. Adapun dampak saat Persalinan Ibu dengan kondisi kekurangan nutrisi dapat beresiko persalinan sulit atau lama, akan melahirkan bayi dalam kondisi premature (lahir belum cukup bulan), terjadinya perdarahan pada ibu sesudah melahirkan, Dan biasanya saat persalinan ibu juga kekurangan tenaga untuk mengejan saat terjadinya proses persalinan sehingga melahirkan dengan cara operasi cenderung tinggi bagi ibu hamil yang kekurangan nutrisi.

Apa penyebab KEK (Kurang Energi Kronik)?

Source: Antaranews.com

Faktor Penyebab KEK Pada Ibu Hamil meliputi, Faktor Sosial Ekonomi sebagai tolak ukur utama mengenai kemampuan belanja untuk makanan, faktor pendidikan ibu menjadi unsure penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Karena tingkat pendidikan yang tinggi dapat memiliki informasi/pengetahuan tentang gizi menjadi lebih baik. Serta faktor biologis seperti, usia ibu melahirkan, jarak kehamilan, dan paritas (seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup. Hal ini akan menjadi pemicu kecenderungan Kekurangan Energi Kronik pada status gizi ibu hamil.

Semua sektor ikut berperan, tidak hanya sektor kesehatan!

Source: Aksi Cepat Tanggap

Untuk itu peran pemerintah melalui seluruh sektor kesehatan, melakukan intervensi gizi bagian pangan dan kesehatan turut mendukung kegiatan dalam rangka ketahanan pangan dan gizi, fortifikasi pangan, pendidikan dan KIE Gizi, pendidikan dan KIE Kesehatan, kesetaraan gender, dan lain-lain. Mengingat 1000 HPK sebagai masa yang memberi peluang sangat luas untuk upaya perbaikan SDM dengan dampak trans-generasi, maka perbaikan gizi pada masa ini menjadi sangat penting dan perlu menjadi prioritas bagi seluruh pihak yang terkait.

Lembaga kesehatan memiliki program intervensi untuk meningkatkan angka prevalansi status gizi pada ibu hamil dengan melakukan imunisasi, PMT ibu hamil dan balita, monitoring pertumbuhan balita di Posyandu, suplemen tablet besi-folat ibu hamil, promosi ASI Eksklusif, MP-ASI dan sebagainya. Hal ini berguna untuk keselamatan proses pertumbuhan dan perkembangan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) bagi janin dan ibu saat melahirkan.

Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS