2564
  2017-01-14       terrecuite.blogspot.com

Sudah Benarkah Tata Cara Mandi Wajib Kita?

Bagaimana tata cara mandi wajib yang diajarkan oleh Aisyah Radhiyallahu 'anha? Yuk simak moeslemates!

Safira Al Khansa 213 views

Assalamualaikum, Moeslemates!

Kali ini aku akan membahas tata cara mandi wajib atau junub. Para muslimah seperti kita sudah pasti setiap bulannya akan kedatangan ‘tamu’ yang membuat kita menjadi tidak suci (dalam hal ibadah) dan tentu saja kita dibebastugaskan untuk shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Nah, bagaimana caranya kita kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah? Jawabannya adalah bersuci dengan mandi wajib atau junub.

Apakah sudah benar tata cara mandi wajib kita? Kalau kalian kurang yakin dengan tata cara mandi wajib yang sering kalian lakukan, ga ada salahnya nih kita belajar dari apa yang akan aku sampaikan ini. Yuk disimak, moeslemates!

Apa itu mandi wajib?

Mandi wajib adalah istilah yang sering digunakan oleh masyarakat kita. Nama sebenarnya adalah mandi janabah atau junub. Mandi ini merupakan tata cara atau ritual yang bersifat ta’abbudi dan bertujuan menghilangkan hadast besar.

Rukun Mandi Wajib

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun atau pokok:
1. Niat dan menghilangkan najis dari badan bila ada.
Sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam,

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua amal perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi masing-masing orang (tergantung pada) apa yang diniatkannya” (Hadits Shahih. Muttafaq Alaih, Diriwayatkan oleh Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907)

2. Meratakan air ke seluruh tubuh (termasuk rambut)
Sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam: “Setiap bagian di bawah rambut adalah janabah, maka basahkanlah rambutmu dan bersihkanlah kulit.”

Tata Cara Mandi Wajib



عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Pertama, kedua tangan dicuci, kemudian mandi pertama kepala, kemudian terus dari bagian sebelah kanan, kemudian kiri, terakhir cuci kaki.

Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut:
1. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukkan ke wajan tempat air.
2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
3. Mencuci kemaluan dan dubur.
4. Najis-najis dibersihkan.
5. Berwudhu sebagaimana untuk shalat, dan menurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan dengan
mencuci kedua kaki.
6. Memasukkan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai kalian yakin bahwa kulit
kepala telah menjadi basah.
7. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
8. Membersihkan seluruh anggota badan.
9. Mencuci kaki.

Eiits, mandi wajib ini sebenarnya tidak hanya untuk wanita yang baru selesai haid saja lho moeslemates. Pada hakikatnya mandi wajib ini diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan yang mempunyai hadast besar. Hadast besar terjadi bila ada salah satu hal-hal berikut: haid bagi perempuan, keluarnya mani atau sperma baik dengan sengaja maupun tidak, bersetubuh bagi suami dan istri, meninggal dunia, nifas, dan melahirkan.
Semoga apa yang aku sampaikan ini bermanfaat ya moeslemates. Ilmu ini aku dapatkan dari hasil bacaan aku dengan judul Fiqih Praktis Akhwat yang ditulis oleh Ahmad Sarwat, Lc.


Wallahu a’lam bi shawab
Wassalamualaikum.

Safira Al Khansa
Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Safira Al Khansa
Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"

no comments

Follow Moeslema on SNS