2497
  2017-03-02       www.theglobeandmail.com

Review Novel: Go Set a Watchman (2015)

Kangen dengan tokoh Atticus Finch atau Scout di novel 'To Kill a Mockingbird'? Mari kita simak kisah lanjutan mereka di sequel ini!

Arianne M 68 views

Hey Moeslemates Bookworms!

Apakah disini ada yang pernah baca novel best-seller ‘To Kill a Mockingbird’? Kalau kamu penggemar berat buku ini, tentunya bakal antusias sekali kan membaca sekuelnya? Ternyata, nggak kamu aja loh! Novel "Go Set a Watchman" telah terjual lebih dari 1,1 juta kopi di minggu pertama dan rekor ini mengalahkan penjualan Harry Potter serta 50 Shades Of Grey! Wah hebat sekali ya!

Walaupun baru di-publish tahun 2015, yang mengejutkan adalah naskah novel ini sudah selesai ditulis pada tahun 1957 (dua tahun sebelum To Kill a Mockingbird dipublish)! Kok bisa lama sekali direleasenya ya? Well, berdasarkan The New York Times news, sang penulis (Harper Lee) dan editornya pada waktu itu berfikir bahwa naskahnya masih mentah dan tidak layak untuk dipublish. Kemudian setelah 60 tahun, naskah ini ditemukan dan diusulkan untuk diterbitkan Harper Collins.

Source: m0.her.ie

About the Book

Judul Novel : Go Set a Watchman
Series : To Kill a Mockingbird #2
Penulis : Harper Lee
Genre : Fiksi
Penerbit : Harper Collins (USA), Penguin Random House (UK), Mizan (Ind)
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku : 278 halaman

Sinopsis

Novel ini merupakan kisah Jean Louise "Scout" Finch yang kini sudah menginjak usia 26 tahun. Saat mengunjungi kembali ke kota lahirnya, Maycomb, dari kota New York, ia mendapatkan dunianya berubah. Scout menemukan kenyataan pahit tentang keluarganya, warga-warga yang ia sudah kenali sejak kecil, tak terkecuali adalah ayah Scout yang amat sangat ia kagumi, Atticus Finch kini tidak sependapat dengannya tentang isu rasialisme dan revolusi hak sipil kulit hitam di Amerika yang tengah terjadi.

Review

Selintas, novel “Go Set a Watchman” terlihat seperti sequel dari “To Kill a Mockingbird”. Namun, perlu diingat bahwa novel ini telah digarap terlebih dahulu dan merupakan karya ‘mentah’ yang belum disempurnakan. Maka dari itu, penggemar “To Kill a Mockingbird” mungkin harus kecewa bahwa tokoh-tokoh favoritnya, mempunyai watak yang berbeda atau bahkan sangat asing di cerita ini.

Menurutku, novel ini juga lebih susah dicerna daripada "To Kill a Mockingbird" karena Harper Lee menggunakan berbagai istilah, jargon dan idiom rumit pada. Selain bahasa, topik dan plot yang disuguhkan juga begitu berat. Perlu waktu untuk mencernanya. Namun maklum saja, karena ini adalah naskah tulisan pertamanya Harper Lee.

However, it is still interesting to see here, bagaimana penulis-penulis hebat seperti Harper Lee atau J.K. Rowling ternyata sama- bahwa karya pertamanya tidak langsung diterima dengan antusias oleh penerbit. Namun selama dua tahun lamanya Harper Lee terus berusaha untuk mengembangkan dan menyempurnakan cerita utamanya dan kemudian berhasil melahirkan karya yang fenomenal, yaitu "How to Kill a Mockingbird". As they say, practice really does makes perfect!

Skor Akhir : 3/5

Arianne M
Arianne M
If you want something you've never had, you must do somet...
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction
Arianne M
Arianne M
If you want something you've never had, you must do something you've never done :)

no comments

Follow Moeslema on SNS