2298
  2016-12-22       annida-online.com

22 Desember Lebih Dari Sekedar Hari Ibu

Tanggal 22 Desember sebenarnya bukanlah sekedar hari ibu dalam lingkup keluarga saja. Namun adalah hari peringatan pada setiap kaum perempuan agar terus meningkatkan kapasitas dirinya.

Nabila Ghaida Zia 48 views

Bila kemarin linimasa sosial media manapun ramai dengan kicauan "Om Telolet Om" yang mencapai 515.000 tweets dan menjadi trending topik di twitter bahkan dunia. Maka hari ini tanggal 22 Desember keramaian linimasa berubah. Linimasa sosial media kita akan ramai dengan postingan tentang hari ibu. Bila berkilas balik pada sejarah diperingatinya hari ibu, maka kita akan mengerti bahwa hari ini bukanlah hanya sekedar hari peringatan untuk ibu dalam lingkup keluarga saja. Namun, ini adalah hari bagi para perempuan Indonesia untuk lebih meningkatkan kapasitas dirinya dalam berbangsa dan bernegara.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Sebelum memaknai sebuah peringatan adalah lebih baiknya bila kita mengetahui asal-musabab adanya peringatan hari ibu di Indonesia. Sejarah peringatan hari ibu di Indonesia bermula dari diresmikannya dekret presiden RI No. 316 Tahun 1953 pada ulang tahun ke-25 di Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal itu ditetapkan untuk merayakan semangat para wanita Indonesia yang kala itu mulai bangkit dari ketertindasannya dan untuk meningkatkan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara. Hari Ibu Nasional itu juga diperingati untuk mengenang pahlawan wanita yang telah berjasa untuk bangsa ini.

Bukan Sekedar Hari Ibu

Hari ini bukan sekedar hari ibu saja. Peringatan hari ibu hari ini telah jauh dari esensi awalnya kenapa ada peringatan hari ibu pada tanggal 22 Desember. Hari ini pada 88 tahun silam para perempuan Indonesia yang memiliki kegelisahan dan kepedulian terhadap masalah yang ada di negeri ini berkumpul membentuk sebuah kongres dan membahas banyak tentang isu-isu nasional yang ada. Mereka merasa harus turut andil dalam mengatasi permasalahan nasional yang ada mulai dari masalah kesehatan hingga pengupayaan kemerdekaan. Perempuan yang mengikuti kongres inipun tidak didominasi oleh para ibu rumah tangga saja namun juga banyak perempuan lajang yang juga ikut. Hari ini harusnya menjadi pengingat bagi para perempuan untuk lebih giat lagi meningkatkan kapasitas dirinya agar bisa dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara ini.

Lalu Salahkah Mengucapkan Hari Ibu pada Seorang Ibu?

Tentu tidak salah bila ingin mengucapkan selamat hari ibu pada seorang ibu yang telah membesarkan kita. Karena seorang ibupun adalah pejuang dalam hidup kita dan bagi negeri ini. Karena dari rahimnya lahir para calon-calon pemimpin tanah air ini. Berterimakasihlah atas segala jasanya, letih keringat dan peluhnya selama ini dan berjanjilah pada diri sendiri untuk terus melanjutkan perjuangannya berkontribusi bagi negara dan bangsa ini. Karena dari tanah dan air negeri ini kita hidup, secara tak langsung ada hutang budi yang harus dibayarkan bagi negeri ini. Bayarlah dengan kontribusimu untuk negeri ini, moeslemates. Entah nanti menjadi seorang guru, polisi , pengacara, penulis atau profesi lainnya.

Ini yang Bisa Kamu Lakukan dalam Merayakan hari Ibu

Hello para moeslemates, jadi apa yang bisa kita lakukan pada hari ibu ini?
Mengucapkan "Selamat hari ibu?" ya, tentu sangat boleh
Namun, hari ini janganlah hanya sekedar ucapan pada ibu.
Namun, hari ini harusnya menjadi titik balik kita sebagai para perempuan untuk memperjuangkan impian kita, memperjuangkan cita-cita untuk berkontribusi pada bangsa dan negara ini.
Momen tanggal 22 Desember ini sungguh tepat karena berada pada penghujung tahun. Hal ini bisa menjadi refleksi bagi diri kita.
Jadikan hari ini sebagai sebuah hari untuk merefleksikan diri, merenungkan apa yang sudah kita berikan untuk negeri ini. Karya besar apa yang sudah diberikan untuk negeri ini. Dan gunakan renungan itu untuk menilai mana yang masih kurang dan perlu dibenahi. Lalu tulislah agar moeslemates tidak lupa apa yang harus diperjuangkan ke depannya, kapasitas atau kemampuan apa yang ingin diasah ke depannya agar kita sebagai perempuan bisa memberikan kontribusi dan manfaat untuk negeri kita tercinta ini.

Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Selamat hari ibu yang lebih dari sekedar hari ibu.
Inilah harinya para perempuan untuk bersatu kembali memperjuangkan cita-cita negeri ini.

Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS