2078
  2016-12-15       www.balikubalimu.com

LEZATNYA PECEL PINCUK IBU IDA, CABANG CIBUBUR

Moeslemates yang doyan sayur, apalagi pecel dengan bumbu kacang kental, medok dan super yummy, yuk mampir ke pecel pincuk ibu Ida!

Irna 1,349 views

Source: b.zmtcdn.com

pecel pincuk nikmat dan beras kencur segar

menu pecel pincuk ibu ida

LAPAR? Tunjuk pecel pincuk Ibu Ida!

Tinggal di Cibubur dan sekitarnya? Lagi di jalan alternatif Cibubur? lalu lapar pada jam makan atau di luar jam makan? Mau menu ala 100% Indonesia? Siap, nih! Mari goyang lidah anda dengan sensasi bumbu pecel dari "Pecel Pincuk Ibu Ida". Pemilik Pecel Pincuk ini adalah Ibu Ida itu sendiri, bahkan untuk bumbu pecelnya meracik sendiri dengan rasa yang khas. Pecel Pincuk terletak di pinggiran jalan alternatif Cibubur, tepatnya di jalan Trans Yogie, Cibubur. Pembeli akan disuguhi nasi pecel dengan bumbunya yang manis, pedas, dan gurih. Tidak hanya pecel yang disajikan dengan nasi, tetapi tersedia juga pecel yang disajikan dengan lontong. Selain itu, ada tambahan tempe mendoan, rempeyek kacang, kerupuk atau telor asin yang kuning telurnya menggugah selera makan. sluuurrrpp!

Perkenalkan, ini yang namanya Ibu Ida. Pemilik pecel pincuk, yang sekarang sudah banyak cabangnya

Selain pecel sebagai menu andalan utamanya, Ibu Ida yang dulunya melayani pembeli dengan suami dan karyawan yang dibawanya langsung dari Malang, juga menyediakan menu khas Kota Malang. Yaitu, rujak cingur yang dijual dengan harga Rp.22.000, rawon, urap dan lodeh. Minuman yang paling special adalah es beras kencur. Kebayang kan, ketika di mulut masih terasa manis dan pedas juga gurih dari bumbu pecelnya, langsung meneguk minuman special es beras kencur.. heemmm.. perpaduan yang maknyus! Rempahnya menari-nari di lidah. Pokonya Uenak Tenaan!

Nah, anyaman pincuk ini nih, yang bikin namanya jadi pecel pincuk!

Harga untuk sepincuk pecel yang berisi nasi dan potongan sayur sangat ramah kocek, yaitu Rp.11.000. Yang bikin terharu, Ibu Ida mengkaryakan anak-anak muda yang butuh pekerjaan di kampungnya untuk menjadi pelayan dan tukang masak di Pecel Pincuk ini. Soal rasa jangan ditanyaaaa :D. Dulu ketika baru memulai di tahun 2012 Sehari-harinya, Ibu Ida membuat 200 pincuk, tapi terkadang 200 Pincuk tidak cukup, karena yang datang lebih dari 200 per hari. Pecel Pincuk ini menjadi alternatif pilihan makan pagi dan makan siang, dan termasuk tempat yang banyak dikunjungi pembeli. Kata Suami Ibu Ida, Jika weekend tiba, antrian pembeli bisa sampai keluar! Kebayang kan sekarang bisa berapa pengunjung yang datang dan bikin berapa pincuk dalam sehari?

Kenapa disebut dengan Pecel Pincuk? Karena wadah untuk makan pecel itu sendiri memakai pincuk dengan bentuknya yang pincuk. Biasanya hanya memakai daun pisang yang dipincukkan, namun Ibu Ida sengaja memesan sendiri anyaman Pincuk dari kota Malang, agar menjadi ciri khas. Kata suami bu Ida, sekarang sudah banyak yang meniru untuk menggunakan pincuk tersebut.

foto ini saya capture ketika liputan, 2012 dan pecel pincuk Ibu Ida masih 11 bulan berjalan. Inilah meja rotan yang sampai saat ini dipakai untuk meracik pecel pesanan pembeli

Kisah di balik pecel pincuk Ibu Ida

Dulu saya pernah liput ketika masih jadi wartawan di tahun 2012, Usia Pecel Pincuk ini baru menginjak 11 bulan dan sudah memiliki banyak pelanggan juga ratusan lebih pengunjung yang datang dengan perut lapar, ingin menikmati pecel pincuk ibu Ida. Bahkan saat itu pecel pincuk ibu Ida sudah punya cabang di Bintaro, loh!

Pada awalnya Ibu Ida dan suami tidak memiliki latar belakang membuka usaha kuliner, namun karena nasi dengan bumbu pecel asli racikan bu Ida disukai oleh anak-anak kandungnya, maka anaknya mengusulkan agar nasi pecel buatan Ibunya dijual di Jakarta. Sang anak mengatakan, kalau pecel buatan ibunya ini pasti laku di Jakarta.

Pertama kali menjual pecel pincuknya, Ibu Ida menjual nasi pecel tanpa gerai atau ruko sebagai tempatnya. Ibu Ida hanya meletakkan dagangan di atas meja panjang. Tempat awal berdagang pun, persis dimana sekarang Rumah makan Pecel Pincuk ini berdiri. Dengan menyewa persinggahan solat milik seorang ustad, Ibu Ida memiliki tambahan tempat untuk meletakkan meja pembeli.

Suami Ibu Ida bercerita, ketika memiliki dana pensiun yang memadai, timbul keinginan untuk berguna bagi orang lain. Dengan mendirikan Pecel Pincuk inilah keinginan itu terealisasi. Karyawan yang bekerja di rumah makannya adalah mas dan mbak yang diboyong langsung dari kampung halamannya di kota Malang, mereka sangat membutuhkan pekerjaan untuk kelangsungan hidup. Krtika saya menulis kembali artikel ini, pecel pincuk Ibu ida masih exis dan hebatnya lagi beliau punya banyak cabang dan banyak karyawan. Dimana saja tempatnya? Ini dia!

1. Jalan Margonda Raya No.461, Beji, Pd. Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424, Indonesia
Telepon:+62 21 99513578. Jam buka 09.00–21.00

2. Jalan Boulevard Utama Kota Wisata Ruko Senkom Amsterdam (Sebelum Sekolah Fajar Hidayah),, RT.6/RW.9, Cibubur, Jakarta Timur, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 16820, Indonesia
Telepon:+62 21 92086975. Jam buka · 09.00–21.00

3. Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Telepon:+62 812-1291-0448. Jam buka · 06.00–16.00

4. Pasar Modern Bintaro, Jl. Jenderal Sudirman, Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang

Kabarnya nih, akan segera buka cabang di Serpong. Wuih yang di daerah Serpong dan sekitarnya nggak perlu bingung dan jalan-jalan jauh lagi deh buat nikmatin pecel famous satu ini. Moeslemates, selamat mencoba nasi pecel ini, ya! dijamin nggak nyesel, deh..

Irna
Irna
Mom, baker and wife
Like our facebook page if you like this article!
Category: RECIPE&CULINARY


Related Tags
Curator Introduction
Irna
Irna
Mom, baker and wife

no comments

Follow Moeslema on SNS