2042
  2016.12.29       www.google.co.id

Pengalaman Operasi Pemasangan Pen Pada Kasus Patah Tulang (Part 1)

Pengalaman saya selama patah tulang dan penanganannya.

Lidya O. 231 views

Tepatnya pada hari Sabtu sore (17/12/16), saya memesan ojek online untuk menuju ke tempat belajar yang biasanya sudah rutih saya lakukan setiap hari Sabtu. Karena hari ini adalah pertemuan terakhir dan saya sedikit terlambat, jadi saya kelihatan terburu-buru. Walaupun saya tidak bilang apa-apa, mungkin mas ojeknya sudah paham kalau saya buru-buru. Setelah itu, lewat beberapa meter dari tempat saya menunggu, tiba-tiba saja motor yang saya tumpangi belok ke kanan dengan cepat. Saat itu saya tidak sadar entah berapa detik terlewati, saya merasakan jari kaki kanan saya sudah tertabrak oleh pot bunga besar yang terbuat dari besi yang sangat kuat. Bahkan sepatu saya terpelanting ke atas. Saya cuma bisa teriak karena kesakitan dan melihat jari kelingking saya sudah agak bengkok.

Lemas selemas-lemasnya. Saya pun pasrah dan kembali pulang. Begitu turun dari motor, saya tidak bisa berjalan normal dan darah sudah meluber ke mana-mana. Saya takut sekali dan saya tidak kepikiran untuk langsung ke klinik karena saking takutnya.

Keesokan harinya, saya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa keadaan luka dan melakukan rontgen tulang kaki. Hasilnya, tulang jari kelingking saya patah dan harus segera dilakukan penanganan oleh bagian ortopedi. Saya pun semakin ngeri lagi karena dokter bedah tulang mengatakan saya harus segera dioperasi pemasangan pen. Begitu perban dibuka, telapak kaki kanan sudah membengkak, luka pun cukup parah. Karenanya, dokter menyarankan untuk segera mempersiapkan ruangan operasi pemasangan pen. Lagi-lagi, saya dibuat lemas bukan main. Tapi dokter tetap menenangkan dan mengatakan bahwa kasus ini masih terbilang ringan. Masih banyak rupanya kasus patah tulang yang lebih parah dari saya.

Nah, ini adalah hasil CT scan yang menyatakan bahwa tulang jari kelingking saya patah. Walaupun masih terbilang kasus yang ringan, jika tidak segera diatasi, takutnya nanti akan berdampak jangka panjang yang semakin memburuk.

Untuk mempersiapkan mental dan fisik, hari ini saya coba untuk mencaritahu lebih detail tentang pemasangan pen pada kasus patah tulang. Banyak sekali yang menceritakan tentang pengalaman mereka saat dioperasi. Ada yang nervous, ada yang menjelang operasi malah tiba-tiba sakit, ada juga yang keringat dingin karena tidak pernah masuk ruang operasi. Saya termasuk orang yang paling takut sama jarum suntik, darah dan bau rumah sakit. Makanya saya tidak akan pernah bisa jadi dokter. Jadi, bisa dibayangkan kan bagaimana ngerinya saya menjelang hari operasi nanti?

Berhubung luka saya terbilang cukup parah, mau tidak mau akhirnya dokter mengambil jalan dengan melakukan pemasangan pen yang insya Allah akan dilakukan besok lusa (21/12/16). Andai tidak separah sekarang, mungkin dokter memiliki opsi lain tanpa operasi.

Nah, buat kamu yang masih suka pesan ojek online atau naik motor pribadi, coba untuk lebih hati-hati ya Moeslemates. Walaupun kita harus terburu-buru sekalipun, dalam suasana yang genting sekalipun, kesehatan tetap nomer satu. Padahal hanya tertabrak beberapa detik saja, tulang jari bisa sampai patah yang pada akhirnya mengantarkan saya ke ruangan operasi. Hanya karena kelalaian kita, baik pengendara maupun penumpang, bisa menyebabkan hal yang berdampak buruk ke depannya. Makanya, wajib untuk kita saling mengingati untuk tidak ugal-ugalan apalagi ngebut-ngebutan saat berkendara motor. Semoga kejadian ini bisa menjadikan pelajaran berharga buat kita semua. Dan semoga tidak ada lagi korban-korban lain yang berawal dari kelalaian supir ojek. Sampai ketemu di artikel bagian kedua ya Moeslemates!

Lidya O. Lidya O.
Time spent with a cat is never wasted. - Colette
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


no comments

Follow Moeslema on SNS