2010
  2016-12-15       www.istudiom.com

Movie Review: 99 Cahaya di Langit Eropa

Sebuah film religi yang akan membawa kamu pada sejarah Islam di Eropa, termasuk salah satunya Wina, Cordoba dan Paris.

Lidya O. 185 views

Halo Moeslemates! Pasti kamu sudah pernah dengar dan nonton film "99 Cahaya di Langit Eropa" bukan? Film ini cukup terkenal dan menjadi salah satu dari sekian banyak film Indonesia yang bertemakan religi dengan rating yang cukup tinggi. Walaupun film ini terbilang sudah cukup lama, tapi tidak ada salahnya bukan mengulasnya kembali supaya kita bisa kembali mengingat dan siap untuk menonton "Bulan Terbelah di Langit Eropa".

Pada awal abad ke-15, Turki telah berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah Eropa Timur. Di tahun 1683, pasukan Turki di bawah kepemimpinan Kara Mustafa berhasil mengepung pasukan Austria. Namun kemudian, Austria mendapat bantuan dari Polandia dan Jerman sehingga mereka berhasil mengalahkan pasukan Kara Mustafa.
Source: 99 Cahaya di Langit Eropa the Movie

Sinopsis

Source: s27.postimg.org

"99 Cahaya di Langit Eropa" merupakan film religi yang akan mengantarkan kita pada perjalanan Hanum (Acha Septriasa) yang sedang menemani suaminya, Rangga (Abimana Aryasatya) kuliah S3 di Wina, Austria. Awalnya, ia merasa bosan karena tidak ada yang bisa dikerjakan saat suaminya sedang kuliah. Tapi ternyata, semakin ia jauh berjalan, semakin ia menemukan sesuatu yang dapat memberikannya ilmu pengetahuan tentang peradaban sejarah Islam di Eropa. Lewat pertemanannya dengan Fatma (Raline Shah), Hanum dibuat berdecak kagum pada setiap jejak-jejak Islam yang dibawa oleh bangsa Turki di era Merzifonlu Kara Mustafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah. Dan dari sinilah cerita Hanum bermula.

Casts

Acha Septriasa sebagai Hanum Salsabiela Rais
Abimana Aryasatya sebagai Rangga Almahendra
Raline Shah sebagai Fatma Pasha
Dewi Sandra sebagai Marion Latimer
Alex Abbad sebagai Khan
Nino Fernandez sebagai Stefan
Marissa Nasution sebagai Maarja
Geccha Tavvara sebagai Ayse, puteri dari Fatma
Fatin Shidqia sebagai dirinya sendiri
Dian Pelangi sebagai dirinya sendiri
Hanum Salsabiela Rais sebagai dirinya sendiri

Review

Source: radiossfm.com

Fatma, Ayse dan Hanum mengajak kita untuk berkeliling kota Wina untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Islam yang mungkin jarang orang ketahui.

Ternyata, hidup menjadi seorang Muslim di negara mayoritas non-Muslim membuat Fatma sulit mendapatkan pekerjaan dan Ayse juga sering mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman-temannya. Namun, keyakinan pada Islam membuatnya kuat dan berjalan dengan semestinya. Lewat film ini, kita belajar untuk mengenal apa arti toleransi sebenarnya dan bagaimana cara Muslim yang baik dalam menanggapi orang-orang yang tidak menyukai Islam.

Nonton film ini bikin kita kepengen jalan-jalan ke Eropa untuk menelusuri lebih dalam tentang sejarah Islam di sana.

Film ini tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah cerita yang diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya, Rangga Almahendra. Kisah yang mereka tulis di novel ini sangat menginspirasi dan menjadi best seller dalam kurun beberapa waktu.

Menurut saya, film ini cukup baik sebagai rekomendasi film religi yang akan mengantarkan kita untuk "melek" pada dunia luar sehingga pemikiran kita tidak dibuat sempit. Masih banyak Muslim yang tinggal dan menetap di Eropa, bahkan mungkin di belahan dunia lain yang bertahan, berjuang dan meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang tidak akan pernah terpisah dari tubuh dan jiwa mereka. Walaupun populasi mereka tidak banyak, tetapi mereka tetap menjalani hidup sama seperti kita, orang-orang di Indonesia, yang juga shalat di masjid, makan makanan halal, berkumpul keluarga saat lebaran, dan kegiatan lainnya.

Trailer

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS