1975
  2016-12-14       images.gr-assets.com

Review Novel Ayat-Ayat Cinta 2

Happy Reading !

Nabiilah Hassa 6,400 views

Assalamu'alaikum Moeslemates yang di-Rakhmayti Allah,,,

Tentu Moeslemates masih ingat novel Ayat-Ayat Cinta 1 yang buming pada Tahun 2004 lalu dan menjadi filem religi pertama yang mengguncang dunia perfileman di Indonesia, bukan ?

Ayat-Ayat Cinta 1 mengisahkan kisah asmara antara Fakhri, Aisyah dan Maria, gadis Kristen yang dinikahi oleh Fakhri atas desakan Aisyah demi menyelamatkan dirinya dari hukuman gantung di tiang pengadilan Mesir. Akhir dari kisah novel Ayat-Ayat Cinta 1 berakhir pada kematian Maria. Kini kisah tersebut berlanjut dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2.

Pada Novel Ayat-Ayat Cinta 2 ini akan ada banyak pemain baru yang ditampilkan, latar yang berbeda serta konflik yang terdapat pada cerita lanjutan ini semakin kompleks,,

Yuk simak terus resensi dari Novel Ayat-Ayat Cinta 2 di bawah ini!

Resensi Novel

Judul : Ayat-Ayat Cinta
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2015
Cetakan : IV
Tebal buku : 697

Edinburgh

Fahri tinggal di Edinburgh bersama seorang laki-laki tua yang selalu setia bersamanya. Lelaki itu akrab disapa sebagai Paman Halusi. Ia menjadi orang kepercayaan Fahri. Mereka tinggal di komplek Stonyhill Grove Musselburgh, kompleks kecil yang berisi hanya sebelas rumah.

Fahri menjadi laki-laki sukses. Ia tidak hanya menjadi dosen di Edinburgh tetapi juga menjadi seorang pengusaha Muslim yang sukses di-kalangan minoritas. Identitas Fahri sebagai Muslim membuatnya sulit diterima oleh kaum mayoritas yang menjadi tetangganya.

Desakan Untuk Menikah Lagi

Desakan Menikah lagi datang bertubi-tubi kepada Fahri. Dirinya dalam dilema yang mendalam. Kecintaannya kepada Istri tercintanya Aisyah tidak bisa menggantikan wanita lain dalam hidupnya. Awalnya Fahri menolak untuk menikah lagi saat tawaran-tawaran itu terus berdatangan hingga pada akhirnya Fahri memutuskan untuk manikahi Hulia Sepupuh Aisyah yang diam-diam telah jatuh cinta kepada Fahri.

Rumah Tangga Fahri dan Hulia (Sepupu Aisyah)

Dalam pernikahan mereka, Fahri masih terus mencintai Aisya dan hanya Aisyah. Fahri sempat melalaikan kewajibannya sebagai suami Hulia. Hulia dengan sabarnya setia menanti Fahri membuka hati untuknya.

Hingga pada akhirnya Hulia dan Fahri dikarunia anak. Fahri pun mulai melupakan Aisyah dan menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagi bersama Hulia. Namun,
Di balik kebahagiaan keluarga kecil Fahri dan Hulia ada sosok yang begitu tersakiti, tetapi keikhlasannya mampu merubah luka menjadi kebahagiaan atas kebahagiaan orang lain.

Di Mana Aisyah ?

Aisyah hilang!

Ya, Aisyah dinyatakan hilang saat berkunjung ke Palestina. Alice yang ketikaa itu bersama dengan Aisyah terbang ke Palestina untuk melakukan penelitian dinyatakan telah meninggal dunia. Naasnya hanya jasad Alice yang ditemukan. Kebaradan Aisyah hingga kini tidak diketahui.Berbagai cara telah Fahri tempuh untuk menemukan Istri tercintanya. Namun hanya kenihilan yang selalu Ia dapatkan.

Wanita Buruk Rupa

Ada sosok yang memiliki andil dalam kebahagiaan rumah tangga Fahri dan Hulia. Sabina! Seorang wanita buruk rupa yang sebelumnya menjadi gelandangan di Edinburgh dan menjadi bahan olok-olokan pihak yang tidak menyukai Islam.

Fahri menyelamatkan Sabina dengan menjadikan dirinya sebagai pembantu di rumahnya. Sebagian tubuhnya terbakar, hingga sidik jarinya pun tidak bisa diidentifikasi. Sabina tinggal sebatang kara. Ia pernah menikah dan kini ia tidak mengetahui keberadaaan suaminya. Ia telah bersumpah tidak akan menikah lagi seumur hidupnya, hingga saat paman Halusi mengutarakan niat baiknya untuk memperistri Sabina, Ia tegas menolak. Air matanya tumpah saat Fahri membujuknya untuk mau menerima tawaran paman Hasuli. tapi pendiriannya teguh bahwa Ia tidak akan menikah lagi.

Sabina pun menjadi Ibu angkat dari anak Fahri dan Hulia atas ketelatenannya mengurus anak mereka.

Kematian Hulya

Hulia mati terbunuh oleh pria bringas yang tengah berusaha melecehkani Kiera. Tusukan bertubi-tubi pada punggung hulia tidak mampun membuatnya bertahan hidup sehingga Fahri harus kembali kehilangan Istrinya.

Hulia meninggalkan wasiat yang berat bagi Fahri yaitu, meminta Fahri untuk mengoperasi wajah Sabina yang rusak menjadi wajahnya. Saat wasiat itu sedang dilaksanakan, Fahri menemukan suatu hal yang memacu rasa penasaran akan identitas Sabina sebenarnya. Siapa Sabina sebenarnya?

Fahri mulai mencari petunjuk dengan menggeledah kamar Sabina, Kamar yang tidak pernah dicurigainya. Hingga Ia menemukan sebauh cincin emas putih berkasen permata biru, mirip cincin milik Aisyah, yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang gelandangan melihat kelas dari cincin tersebut. Juga selembar Foto dirinya bersama Aisyah dengan latar background Candi Borobudur bertuliskan "Diriku bersama suamiku tercinta saat sebelum wajahku hilang"

Epilog

Siapakah Sebenarnya Sabina?
Benarkah Sabina adalah Aisyah?
Kalau iya, akankah Fahri memafkan Aisyah atas perlakuaannya?
Dan kalau bukan, Di mana Aisyah?

Perjalanan Spiritual

Novel karya Kang Abi ini tidak lepas dari pesan moral. Keteguhan Fahri sebagai seorang Muslim serta integritasnya sebagai Muslim sejati digambarkan melalui sikap Fahri yang tetap bersikap hangat kepada orang yang membencinya sekalipun. Bahkan Ia menjadi pahlawan bagi seorang wanita Non-Muslim (Kiera) yang selalu menuding dan menghinannya ketika Wanita tersebut terancam menjual diri untuk dapat meraih mimpinya sebagai pemain biola.

Fahri juga dengan tulus membantu Nenek Catarina tetangganya dari jeratan anak tiri sang Nenek yang menjadi tentara Israel yang bertugas di Palestina. Yang Ia tahu mungkin saja orang itu terlibat dalam tragedi hilangnya Aisyah.

Dan Fahri juga mampu membuktikan kepada dua kakak beradik Kiera dan Jason bahwa Islam bukanlah agama teroris yang kejam dan yang telah membunuh Ayah mereka.Pada kisah ini selain kisah cinta yang mengharu biru, tetapi juga Moral seorang Muslim diangkat sebagai patron Muslim sejati.

Nabiilah Hassa
Nabiilah Hassa
Makeup Artist Consultan
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Nabiilah Hassa
Nabiilah Hassa
Makeup Artist Consultan

no comments

Follow Moeslema on SNS