1901
  2016-12-08       3.bp.blogspot.com

9 Hal Unik Seputar Pelajar dan Sekolah Jepang

Jepang dan Indonesia memiliki perbedaan yang sangat signifikan dari segi budaya dan tradisi dalam lingkungan sekolah. Yuk simak apa saja yang unik yang ada di sekolah Jepang!

Lidya O. 1,730 views

Jepang memang tidak pernah kehabisan ide untuk membuat sesuatu yang unik. Begitu pun juga yang ada di dunia sekolah Jepang. Mau tahu apa saja yang unik? Simak artikel di bawah ini.

1. Pelajar Harus Jalan Kaki ke Sekolah

Kalau dibandingkan dengan sekolah di Indonesia, Jepang memiliki ketentuan yang harus dipatuhi saat orangtua murid mendaftarkan anak-anaknya. Yaitu mereka harus bersekolah yang jarak dari rumahnya tidak begitu jauh. Jadi, pulang pergi tidak pakai ongkos dan menghindari macet dan terlambat. Makanya, tidak heran kalau kita nonton film maupun anime Jepang, pelajar sekolahnya kebanyakan jalan kaki atau naik sepeda.

Nah, untuk jenjang SD sampai SMP, biasanya sekolah ditentukan oleh pemerintah. Jadi, pertama-tama orangtua harus mendaftarkan anaknya bersekolah di Balai Kota. Setelah itu barulah pemerintah yang akan menentukan di mana anak tersebut akan bersekolah.

Sama seperti yang kita tonton di film Doraemon. Nobita yang kita kenal pemalas dan sering datang terlambat ke sekolah tidak pernah kan naik taksi atau mobil saat berangkat ke sekolah? Jangankan Nobita, Suneo yang orang kaya saja jalan kaki pulang pergi ke sekolah. Pantas saja orang Jepang tidak masalah dengan jalan kaki ya! Mereka sudah terbiasa berjalan kaki sejak masih kecil.

2. Tas Punggung Pelajar Jepang

Source: jurnalotaku.com

Masih ingat tas punggung yang dipakai Nobita? Apa warnanya? Jadi, kalau di SD Jepang, mereka harus memakai tas punggung yang hanya dibedakan warnanya saja. Kalau warnanya hitam atau biru untuk anak laki-laki, sedangkan warna merah atau warna-warni adalah milik anak perempuan. Ohya, uniknya lagi, tas seperti ini harganya mahal lho, sekitar 3000 yen. Meskipun mahal, tas ini mendapatkan garansi selama 6 tahun dan hanya sekali pakai, jadi tidak bisa diwariskan ke adik-adik mereka.

3. Tradisi Unik Kelulusan Pelajar Jepang

Source: j-cul.com

Nah, yang satu ini adalah yang berbeda banget dari Indonesia. Jika kelulusan sekolah sudah tiba, kegiatan yang biasanya dilakukan para pelajar perempuan adalah mengambil kancing seragam sekolah (gakuran) cowok idolanya. Kancing gakuran yang letaknya terdekat dengan hati adalah kancing yang diperebutkan oleh para pelajar perempuan yang biasanya diambil terlebih dahulu oleh pacar atau gebetan. Nah, kalau kancing gakuran mereka habis, artinya mereka adalah laki-laki populer. Sedangkan, perempuan yang paling banyak mendapatkan kancing gakuran adalah perempuan yang populer. Ohya, kancing tersebut boleh diambil tentunya atas izin mereka terlebih dahulu ya.

4. Tradisi Pelajar Wanita Menyatakan Cinta

Di Jepang, pelajar perempuan sudah terbiasa menyatakan perasaan mereka duluan. Ada hal yang unik ketika mereka menyatakan cinta. Kalau diterima, maka laki-laki tersebut akan memberikan kancing ke-2 baju seragamnya. Kanjing baju tersebut letaknya terdekat dari bagian dada yang artinya laki-laki itu sudah bersedia memberikan hatinya kepada si perempuan.

5. Tidak Ada Tradisi Mentraktir

Kalau biasanya kita sering jalan-jalan sama teman dan ditraktir di saat-saat tertentu, beda di Jepang. Bahkan saat mereka berkencan, mereka terbiasa bayar sendiri-sendiri lho. Selain itu, tidak ada yang namanya antar jemput. Mereka biasanya janjian terlebih dahulu di suatu tempat, baru deh jalan bareng-bareng.

6. Valentine dan White Day

Sama seperti di belahan dunia lainnya, Valentine pun menjadi perayaan yang cukup meriah di Jepang. Biasanya para wanita akan memberikan hadiah kepada pria yang dicintainya.

Hadiah itu kemudian dibalas oleh para pria di White Day. Untuk mengikuti tradisi ini, biasanya para pelajar Jepang melakukan kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang dan membelikannya kepada orang yang disukainya. Mereka tidak serta merta minta uang ke orangtua lho Moeslemates.

7. Bangunan Sekolah Jepang

Luas lahan yang dibangun untuk membuat gedung sekolah di Jepang minimal 1 hektar. Bahkan luas tanah untuk lapangannya lebih besar dari luas bangunannya. Nah, biasanya mereka membuat anime gedung sekolah yang persis dengan gedung aslinya. Seperti di gambar berikut ini.

Sekolah di Jepang memiliki banyak fasilitas yang lebih lengkap jika dibandingkan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Misalnya, ruang musik.

Ada juga loker sekolah yang mengajarkan mereka untuk disiplin dan bersih.

Di ruang kelas biasanya selalu dipenuhi dengan hiasan-hiasan yang kreatif. Kalau sudah menjelang kelulusan, mereka senang menuliskan di papan tulis seperti: H-1 atau "Selamat Wisuda".

Dan yang pasti ada di sekolah Jepang adalah lantai paling atas sekolah yang dibuat tanpa atap. Biasanya, saat lagi sedih atau merenung mereka suka sendirian ke tempat ini. Baik di drama maupun anime tempat ini selalu menjadi sorotan. Ada juga yang menyatakan perasaan mereka di tempat ini karena biar tidak ketahuan teman-teman yang lain.

8. Acara di Sekolah Jepang

Festival Budaya sepertinya sudah melekat banget baik di SD, SMP, SMA maupun kampus-kampus di Jepang. Mungkin kalau di Indonesia mirip seperti Pentas Seni. Mereka biasanya membuat stand dan menjual jajanan atau barang-barang menarik dan dekorasi yang unik banget. Setiap kelas juga diperbolehkan untuk membuka kafe kecil-kecilan. Persis seperti adegan yang saya tonton dan baca di anime Kaichou wa Maido-sama. Hampir tidak ada perbedaan yang ada di drama, anime maupun kenyataan. Lucunya lagi, mereka juga membuat rumah hantu atau obake yang bisa dimasuki oleh pengunjung. Festival budaya ini sifatnya wajib dilakukan tiap tahun bagi siswa-siswi SD, SMP dan SMA. Sedangkan untuk tingkat universitas, festival budaya diposisikan sebagai ekstrakurikuler. Ohya, Festival Budaya ini diadakan selama 2-3 hari. Dan penutupnya adalah acara api unggun di malam hari plus kembang api! Wah, seru banget ya!

9. Lunch Box Lucu Ala Pelajar Jepang

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS