1803
  2016-12-05       suma.ui.ac.id

Review Novel Ayahku (Bukan) Pembohong

Sebuah novel karya Darwis Tere-Liye yang mengisahkan tentang seorang ayah yang menjujung tinggi kesederhanaan. Seorang ayah yang membesarkan anaknya dengan nilai luhur kesederhanaan dan cerita-cerita sarat makna. Sebuah novel bertema keluarga yang layak untuk dibaca oleh siapa pun yang merasa bahwa ayah adalah sosok yang luar biasa.

Rini Amelia 2,533 views

Assalamu'alaykum Moeslemates,

Kalian mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama Tere Liye bukan?

Betul sekali, beliau merupakan salah satu novelis yang karya-karyanya banyak menjadi best seller. Kehadiran karyanya yang baru merupakan hal yang selalu ditunggu oleh para penggila buku dan pecinta fiksi.

Tapi, sudahkan kalian membaca satu karyanya yang berjudul Ayahku (bukan) Pembohong?
Kalau seandaianya belum, maka pilihan kalian sudah tepat untuk membaca artikel ini untuk memberi sedikit gambaran tentang novel yang bertema keluarga, khususnya hubungan antara Ayah dan anak ini.

Yuk, mulai!

Informasi Buku

Source: gramediainternational.com

Judul Buku : Ayahku (Bukan) Pembohong
Pengarang : Tere Liye
Terbit : 2011
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 304 Halaman
No. ISBN : 9789792269055

Sinopsis

Source: goodreads.com

Gambaran sosok Ayah yang kalian bayangkan seperti apa sih?

Mungkin di dunia ini tidak ada sosok Ayah yang sempurna. Hanya ada Aya yang selalu berusaha memberikan segala yang terbaik yang ia punya untuk keluarganya, terutama anak-anaknya.

Tak berbeda dengan cerita yang disajikan dalam novel ini. Kisah ini bercerita tentang seorang ayah yang memilih cara hidup yang sangat sederhana dan mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan hidup tersebut pada anaknya, Dam. Sang anak, Dam, akhirnya tumbuh menjadi sosok yang sama rendah hatinya. Bagi Dam, ayahnya adalah sosok paling tauladan yang ia punya. Ayah adalah idola nomor satunya. Sang ayah selalu bercerita tentang segala kisah yang penuh dengan nilai moral. Dam menyukai cerita-cerita ayahnya. Tentang El Capitano yang juga Dam idolakan, suku penguasa angin, legenda apel emas dan segala cerita lainnya.

Sampai akhirnya Dam melanjutkan sekolahnya di sebuah asrama bernama Akademi Gajah. Di sana, banyak hal baru yang Dam eksplor dan Dam menemukan banyak kesenangan di sana. Hingga akhirnya ia mengalami kejadian yang membuatnya akhirnya mempertanya segala cerita ayahnya yang baginya sekarang tak lebih dari sekedar dongeng belakang. Sejak saat itu, Dam berhenti untuk mempercayai ayahnya yang hal itu justru membuat ayahnya kecewa dan marah. Hubungan Dam dan sang ayah memburuk sejak saat itu.

Dam dewasa akhirnya berkeluarga dan memiliki dua anak. Satu-satunya hal yang terus ia tekankan pada anak-anaknya adalah untuk tidak mempercayai segala cerita yang di ceritakan oleh Ayah Dam yang saat itu tinggal bersama Dam atas permintaan istri Dam. Layaknya Dam kecil, anak-anaknya pun sudah terlanjur menyukai kakek mereka. Dam pun tetap bersikukuh dengan kepercayaan bahwa ayahnya adalah seorang pembohong.

Penyesalan selalu datang belakangan. Itu pun yang Dam rasakan. Sang ayah akhirnya tutup usia dan Dam harus menyaksikan sebuah kejadian yang tak pernah terlintas di pikirannya sama sekali. Pemakman sang ayah dipenuhi banyak orang, termasuk sosok-sosok yang selalu ayahnya ceritakan padanya. Dan hari itu, Dam tahu, Ayahnya bukan seorang pembohong.

Opini Personal

Bagi saya pribadi, novel ini adalah novel karya Tere Liye paling favorit. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil hanya dengan membaca kisah fiksi ini. Tentang kesederhaan, tentang kepercayaan, tentang hubungan kekeluargaan dan tak lupa, tentang pendidikan.

Bahasa yang ringan dan tidak rumit serta banyak kisah bak dongeng seakan menjadi daya tarik tersendiri bagi saya, pembacanya. Selain itu, novel ini juga benar-benar kaya dengan pesan terselubung di setiap kisah yang tokoh sang ayah ceritakan. Tak hanya dari cerita hubungan ia dan Dam, anaknya.

Bagi kalian yang senang dengan cerita bertema keluarga yang dikemas dengan bahasa yang tidak cheesy dan terlalu melankolis, novel ini bisa jadi karya yang kalian cari.

Bersiaplah untuk sebuah petualangan fiktif yang mungkin bisa menghanyutkan ketika mulai membaca novel ini. Dan bersiaplah untuk merindukan ayah kalian ketika lembar terakhir fiksi ini selesai kalian baca.

Selamat membaca!


Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction
Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer

no comments

Follow Moeslema on SNS