1773
  2016-12-06       www.oclarim.com.mo

Sosial Media: Menjauhkan yang Dekat, Mendekatkan yang Jauh

Teknologi yang semakin maju berdampak pada gaya hidup dan pola pikir yang ikut berubah. Entah itu akan menjadi baik maupun buruk, tergantung bagaimana sikap kita.

Lidya O. 85 views

Pernahkah kamu mempunyai teman yang maniak sosial media? Jadi, teman dunia mayanya kalau dihitung bisa melebihi teman yang benar-benar kenal di dunia realita. Nah, pertanyaan saya, bagaimana jika seseorang merasa jauh dari sahabatnya dan merasa lebih nyaman dan dekat dengan sosial media?

Mungkin jarang kita sadari bahwa dampak sosial media ini cukup besar di kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya yang menyangkutpautkan tentang pertemanan. Kamu bisa mendapatkan jaringan dan relasi lewat sosial media karena ia adalah wadahnya. Begitu juga sebaliknya, kamu bisa mendapatkan musuh atau bertengkar dengan temanmu sendiri karena sosial media.

Hubungan Sosial Dunia Maya

Kita bisa melakukan apa saja lewat dunia maya. Termasuk mendapatkan follower, likers dan teman. Tapi, kalau sudah jadi addicted, dikhawatirkan kita bisa bergantung segalanya pada dunia maya. Mulai dari curhat, upload foto pribadi, check in lokasi, pamer pasangan, sampai ngomongin keburukan orang lain. Semuanya sangat memungkinkan terjadi.

Jika terlalu mengekspos kehidupan pribadi, efek dan dampak buruknya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Belum lagi kita bisa mengundang fitnah dan buat orang lain tersinggung. Padahal sebenarnya, kita masih bisa menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita dengan atau tidak lewat sosial media.

Source: ketikketik.com

Kalau sudah ketergantungan, teman-teman dunia maya atau para likersmu bisa saja menjadi 'pelanggan setia' untuk selalu mengklik tombol 'suka' di setiap updateanmu. Orang lain bisa dengan mudahnya mengetahui keadaanmu sekarang, di mana tempat kamu tinggal, sedang apa kamu sekarang dan juga cerita-cerita pribadi yang kamu share.

Karena pernah suatu ketika saya menemukan kasus seseorang yang sangat maniak dengan sosial media. Ia menjadikannya seolah-olah sosial media adalah teman curhatnya sehari-hari. Sehingga tidak heran jika saat terjadi masalah, ia pun menceritakan blakblakan di sosmed. Sayangnya, hal ini berpengaruh juga pada interaksi sosial yang terjadi antara dia dan teman-temannya di dunia nyata. Ia menghindar dan membungkam semua ceritanya dan memilih untuk lebih dekat ke sosmed dibandingkan teman-temannya sendiri.

Hubungan Sosial Dunia Nyata

Terkadang memang ada kasus seseorang yang mengaku jauh lebih nyaman memiliki relasi dan pertemanan dari dunia nyata ketimbang di dunia nyata. Sehingga ia senang 'berkeliaran' dan menjadi trendsetter bahkan yang selalu banjir komentar dan likers bak artis ternama. Tapi mungkin tidak ya kasus seperti itu diakibatkan dari ketidakpuasan terhadap respon orang lain dan diri sendiri atau kesulitan bergaul secara langsung?

Kalau dibandingkan di tahun-tahun sebelum gadget booming, kayaknya kita tidak begitu memprioritaskan hp maupun perangkat elektronik lainnya, ya? Tapi entah mengapa, saya sampai merasakan bahkan di saat keluarga atau seorang teman berkumpul dengan relasi mereka, gadget membuatnya sangat berkegantungan.

Beruntunglah jika kita bisa menempatkan diri pada proporsi yang pas saat berada di lingkaran masyarakat. Jangan sampai gadget mengambil masa-masa berharga kita saat bisa berkumpul bersama keluarga maupun teman. Gunakan waktu yang baik untuk pertemuan yang berkualitas. Mungkin ada dari sebagian kita yang tidak menyadari jika semua yang kita tulis di dunia maya ada bagian tanggung jawab kita sendiri.

Nah, mulai sekarang yuk membiasakan diri untuk tidak memprioritaskan SNS dan lebih respect dengan orang-orang dari yang terdekat kita dulu.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


no comments

Follow Moeslema on SNS