1744
  2016-12-02       bukuonline.com

Review Buku Terbaru Tere Liye -Tentang Kamu-

Tere Liye kembali menerbitkan novel terbarunya yang berjudul Tentang Kamu. Novel ini sangat sarat makna dan dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Tentang etos kerja, pantang menyerah, dan kaya akan peristiwa-peristiwa bersejarah yang dikemas dalam bentuk yang sangat apik.

Safira Al Khansa 583 views

Assalamualaikum, moeslemates!

Apa kabar? Aku harap kalian baik-baik saja dimanapun berada. Aamiin..
Apakah kalian mengenal Tere Liye? Apa kalian menyukai karya-karyanya?
Coba sebutkan apa saja novel karya beliau! Pastinya ada banyak sekali ya..

Aku mungkin termasuk salah satu pecinta karya-karya beliau. Nah, pada tanggal 27 Oktober aku menyempatkan mengunjungi salah satu toko buku yang berada di sebuah mall di ibu kota. Entah mengapa saat itu aku tertarik untuk mengambil sebuah novel dari rak yang seluruh isinya adalah karya Tere Liye. Setelah membaca sinopsis yang ada di belakang, tanpa pikir panjang aku langsung saja menuju kasir, untuk membelinya. Ternyata itu adalah novel terbaru dari beliau. Asyiik!!

Novel itu berjudul TENTANG KAMU

Source: dokumen: Safira Al Khansa

Aku membaca novel itu kurang lebih 3 hari moeslemates! Awalnya ku pikir aku akan menemukan kisah cinta tragis di mana sang tokoh utama dan pasangannya berakhir sepi dan berpisah. Namun, semua itu salah. Karena hingga pertengahan kisah cinta yang aku tunggu belum juga tampak. Ada makna lebih dalam dibanding sebuah roman cinta-cinta kebanyakan (yang biasanya ada dalam novel lain). Yang ini beda. Kita diajak untuk menelusuri kehidupan seorang wanita tua yang sebenarnya sudah meninggal dunia guna menemukan surat wasiat yang ia buat selama di dunia ini. Jadi kisah novelnya apa dong?

Ini sinopsisnya

Novel ini diawali oleh kisah seorang pengacara dari firma hukum yang ada di London, bernama Zaman Zulkarnaen (orang Indonesia asli). Firma hukum tempatnya bekerja dikenal sebagai firma hukum dengan tingkat reputasi yang sangat tinggi dan selalu amanah dalam menjalankan setiap tugas. Firma hukum ini menangani hukum warisan. Suatu hari, Zaman diberi kepercayaan untuk menangani kasus yang luar biasa. Kliennya kali ini adalah seorang wanita keturunan Indonesia yang baru saja meninggal dunia dengan meninggalkan aset kekayaan yang jumlahnya sangat besar. Firma hukumnya mempercayai Zaman untuk mengerjakan proyek ini. Jadilah kisah ini mulai. Cerita dalam novel ini hampir 90% adalah kisah dari klien Zaman yang ternyata bukan ‘orang biasa’. Mampu mengubah pandangan orang-orang sekitar dengan kisah kehidupan yang tidak semulus seperti penggambaran awal (mengingat dia adalah orang yang sangat kaya). Kisah dalam novel ini sangat menyentuh siapa saja pembacanya.

Bukan Tere Liye namanya jika tidak dapat menyentuh para pembacanya. Beliau sukses membuat mata ini berlinang air mata ketika tiba pada bab “Tentang Kamu”. Pada bab itu barulah terungkap makna kalimat-kalimat yang tertera pada sampul belakang novel ini.

“Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.”

Akhir novel ini juga sesuai harapan para pembaca. Setelah membaca novel ini aku merasa seperti menemukan sosok yang layak dijadikan teladan dalam menghadapi kehidupan ini. Tere Liye kembali sukses menghasilkan karya yang luar biasa.

Semoga apa yang aku tulis ini dapat membuat kalian penasaran dan membaca novelnya ya. Hihi
Selamat membaca... :)

Wassalamualaikum, wr, wb.

Safira Al Khansa
Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Safira Al Khansa
Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"

no comments

Follow Moeslema on SNS