1614
  2016-11-22    

Guwepake: Flannel Keren Masa Kini

Flannel masa kini yang juga sedang digandrungi oleh muslimah di Indonesia.

yanikoer 86 views

Assalamualaikum Moeslemates,

Hari ini saya akan menceritakan kisah inspiratif dari wirausaha fesyen yang tidak pernah ada habisnya, berbeda dari usaha fesyen yang berkembang seperti baju muslimah, hijab, dan pernak-pernik perempuan lainnya, saya akan menceritakan kisah usaha flannel by Guwepake.
Flannel yang mencerminkan kesan casual, simple dan elegant ini adalah salah satu usaha bisnis fesyen yang tidak pernah mati, dan juga dapat digunakan oleh semua kalangan.

Lalu siapakah sosok inspiratif dari label Guwepake ini? Achmad Sehabuddin atau yang lebih akrab di panggil dengan sebutan Sehab ini adalah owner dari flannel Guwepake. Pria kelahiran Jakarta 11 Mei ini menceritakan tentang sejarah berdirinya usaha flannel Guwepake. Sebelum tercetus nama Guwepake, awal perjalanan usahanya menggunakan nama Sehabshop, terus berganti dengan nama kleedkamer (bahasa belanda) yang artinya kamar ganti, lalu sehabetailor, dan akhirnya ia memilih nama guwepake dengan alasan namanya tidak pasaran dan anti mainstream.

Achmad Sehabuddin or Sehab as owner Guwepake.

Hobinya dalam berbisnis ternyata sudah dilakukannya sejak tahun 2010 saat ia pertama kali masuk kuliah. Ia sudah senang berjualan meski awalnya hanya door to door atau via online lewat aplikasi facebook pribadinya. Lalu di semester 3 bangku kuliahnya, ia menggunakan hanphone dan aplikasi BlackBerry dengan menggunakan nama Sehabshop sekitar 2 tahun lebih. Pergantian nama dan pemilihan nama Guwepake sendiri baru dicetuskan sekitar satu tahun lebih yang lalu.

Dulu ia menceritakan bahwa produk usahanya bukan flannel, tetapi fokus ke sepatu, jersey bola, buku-buku novel, sweater, dan sandal gunung. Dahulu ia berwirausaha dan menjualkan produknya di daerah pondok pesantrennya di Indramayu.

Ketika di tanya menapa pilih usaha flannel dibandingkan usaha lainnya ia menjawab “Karena bajunya simple, model desain sederhana, motif yang kotak-kotak banyak dan dipakai semua kalangan, jadi usaha baju flannel memang nggak ada matinya.” ungkapnya.

Tentu saja usahanya tidak ada begitu saja, banyak tantangan yang ia lalui seperti saat pertama mendirikan usaha. Tantangan utamanya adalah masalah modal, modal awal usaha flannelnya bermodalkan Rp.1.500.000 dan ia hanya mendapat 5 motif baju flannel saja. Karena usaha yang dijalankannya tetap konsisten, seiring berjalannya waktu dan usaha flannel yang sudah berjalan sekitar setahun lebih (fokus pada penjualan flannel) sekarang sudah banyak sekali motif baju flannel yang dimilikinya dan ia menjadi suplayer flannel. Sekarang ia sudah memiliki 2 toko dan 3 reseller aktif.

Here are Guwepake's women models:

Bahjatina's using Guwepake.

By Guwepake's model.

By Guwepake's model.

By Guwepake's model.

By Guwepake's model

Here are Guwepake's men models:

By Guwepake's model.

By Guwepake's model.

By Guwepake's model.

Dengan range harga dari 95.000 – 120.000 Moeslemates bisa mendapatkan baju flannel yang keren loh! Untuk pembelian, Guwepake membuka pelayan dengan sistem pembayaran transfer bank, internet banking atau COD (Cash on Delivery).

Selain membeli produk kerennya, Moeslemates juga bisa menjadi reseller flannel by Guwepake loh! Tertarik?

Langsung aja kepoin flannel by Guwepake disini!

yanikoer yanikoer
Blogger, a dreamer to be singer
Like our facebook page if you like this article!
Category: ENTREPRENEURSHIP


Curator Introduction
yanikoer
yanikoer
Blogger, a dreamer to be singer

no comments

Follow Moeslema on SNS