1605
  2016-11-22       www.jatengtravelguide.com

Pantai Karangpandan: Surga di Pulau Penjara

Pantai pasir putih ala Nusakambangan

Fany Darrienda 137 views

Assalamualaikum!

Apa yang ada di benak Moeslemates kalau mendengar Nusakambangan? Penjara tempat dihukumnya para penjahat kelas kakap? Atau tempat eksekusi terpidana mati? Hi, naudzubbillah.

Siapa sangka, dibalik keseraman imej yang disandangnya, pulau kecil yang dikenal sebagai tempat pengasingan penjahat kelas tinggi yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan masih termasuk dalam bagian Kabupaten Cilacap ini menyimpan keindahan pemandangan yang luar biasa. Tepatnya di Pantai Karangpandan atau banyak yang menyebutnya Pantai Pasir Putih Nusakambangan.

Pantai Karangpandan atau Pantai Pasir Putih Nusakambangan

Source: www.tekooo.com

Sesuai namanya, pasir di pantai ini halus dan berwarna putih. Air lautnya pun masih jernih. Maklum, belum banyak terjamah manusia. Untuk menuju pantai ini Moeslemates bisa menyewa perahu nelayan dari Pantai Teluk Penyu dengan biaya Rp 25.000 per orang.
Kalau Moeslemates pergi dalam rombongan, coba ditawar deh siapa tahu bisa dapat harga sewa lebih murah.

Sebenarnya, Fany rada takut naik perahu kecil. Apalagi ditambah angin kencang dan gelombang yang lumayan membuat perahu bergoyang-goyang.
Setelah 15 menit, sampailah kami di pulau tujuan. Nelayan bilang akan kembali menjemput kami di waktu yang telah disepakati.
Sesampainya di Nusakambangan, kami disambut dengan gapura kecil dan petugas. Kami hanya ditarik biaya Rp 5.000 untuk masuk ke pantai.
Beberapa tahun lalu, ketika Fany pertama kali datang ke sana, untuk sampai di pantai kami harus berjalan kaki kira-kira 15 menit menyusuri hutan di dalam pulau. Kabarnya, sekarang tersedia kendaraan semacam odong-odong bagi yang menginginkan waktu tempuh lebih singkat.
Kalau pada waktu itu kendaraan sudah tersedia pun sepertinya Fany tetap akan memilih lewat hutan hehe. Jangan khawatir, ada pemandu yang akan ‘mengawal’ kita biar tidak kesasar di hutan juga agar kita tidak melewati area terlarang yaitu area menuju penjara Nusakambangan.

Di dalam hutan kami melihat sisa-sisa peninggalan benteng dan beberapa meriam pada zaman penjajahan. Menurut pemandu, ada beberapa meriam yang sudah dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab demi kepentingan pribadi.
Sayang sekali ya Moeslemates, padahal seharusnya kan kita wajib menjaga peninggalan sejarah agar keturunan kita juga melihat bukti perjuangan bangsa Indonesia mengusir penjajah.

Source: www.indonesia-tourism.com

Perjalanan menuju pantai lumayan melelahkan karena cuaca yang terik dan jalan yang terkadang menanjak tapi semuanya terbayar begitu melihat pemandangan indah pantai yang terhampar.
Pasir putih, air jernih, dan kondisi pantai yang sepi dan masih bersih. Rasanya seperti punya pantai pribadi. Tebing-tebing menjulang kokoh di sekeliling pantai, seolah menyembunyikan pantai dari khalayak ramai. Di kejauhan pun terlihat sedikit bangunan penjara yang ‘menyeramkan’ itu hihihi.

Puas bermain air dan berfoto, kami harus segera kembali karena hari sudah hampir sore dan perahu yang menjemput akan segera tiba. Kami pun menyusuri hutan lagi. Perjalanan kembali tidak begitu melelahkan karena kebalikan dengan saat datang, kali ini kami banyak menemui jalan menurun. Hati-hati ya Moeslemates, jalan setapak di hutan agak licin karena lembab. Jangan lupa untuk mampir ke kios oleh-oleh berupa kerajinan tangan dari kerang di dekat loket masuk.

Saran

Saran nih Moeslemates, sebaiknya datang ke sini pada pagi hari. Fany datang saat matahari sedang semangatnya bersinar, jadi cuaca sangat terik.
Juga, datang pagi hari agar Moeslemates lebih puas menyusuri hutan dan bermain di pantai. Tinggal di pantai saat sore sampai senja sih tidak masalah ya Moeslemates, malah banyak yang sengaja datang ke pantai pada waktu senja untuk berburu saat matahari tenggelam alias sunset tapi jangan lupa Moeslemates, karena pantai ini berada di balik hutan Moeslemates tidak mau kan kembali bermain dari pantai harus menyusuri hutan saat menjelang petang? Hehe.

Mengunjungi pantai saat musim hujan seperti sekarang pun sebenarnya kurang disarankan karena gelombang tinggi dan kelembaban yang meningkat di dalam hutan. Hmm, sabar sebentar sampai musim hujan berakhir ya Moeslemates.

Pantai Karangpandan atau Pantai Pasir Putih Nusakambangan tidak kalah indah dengan pantai-pantai di Lombok atau Karimun Jawa loh, Moeslemates. Malah, karena belum terlalu terekspos pantai masih bersih dan tidak banyak pengunjung jadi Moeslemates bisa bebas bermain air dan berfoto. Semoga, setelah nanti mulai dikenal pun keadaan pantai masih tetap bersih ya.

Wassalamualaikum!

Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mo...
Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction
Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mother

no comments

Follow Moeslema on SNS