1566
  2016-11-23    

‘Salon Kepribadian, Jangan Jadi Muslimah Nyebelin’

Kepribadian adalah penampilan paling mapan. Jika salon kecantikan hanya menghiasi raga dan rupa, maka salon kepribadian menghiasi jiwa beraroma surga. Lewat buku Salon Kepribadian, Asma Nadia membuka salon khusus untuk para muslimah agar menjadi pribadi yang cantik, energik, menarik, namun tanpa intrik.

Hikmawati Chotyun 181 views







Hemmm... sepertinya saya mang sudah lama tidak ke salon. Tapi setelah membaca buku yang satu ini, saya merasa inilah ‘salon’ sesungguhnya yang harus saya ‘kunjungi’ terlebih dulu.
Dalam buku ini, ada 3 point yang membuat saya mendadak gregetan. Gimana tidak, baru membaca daftar isinya saja sudah membuat mata saya melotot.

Pertama masalah penampilan. Hampir 80% hal-hal yang paling nyebelin pada buku ini ternyata ada di diri saya. Mulai dari bla bla bla bla (gak mungkin saya sebutkan di sini, malu-maluin. Hihihi). Ada ibrah lain yang dapat saya petik, sebelumnya saya masih  kurang pede ke mana-mana pake rok dan kaos kaki. Namun, setelah baca buku ini saya semakin pede, nyaman, dan lebih memperbaiki penampilan. Selain itu, selesai membaca buku ini buru-buru saya membeli barang-barang yang saya butuhkan agar tidak menjadi muslimah nyebelin lagi.

Kedua masalah sikap. Ini dia nih yang gak kalah penting. Banyak yang bilang, terutama ikhwan kalau saya sering terlihat judes pada mereka. Habis mau gimana ya, saya masih belum terlalu pandai bagaimana cara bergaul secara islami terhadap lawan jenis. Apalagi kalo masalah ‘ghodul bashor’, wiih saya benar-benar takut dibilang gak menghargai lawan bicara. Namun, setelah membaca kisah dan ‘wejangan’ dalam buku ini saya berusaha merubah sikap lebih anggun tanpa harus menyakiti siapapun.

Ketiga masalah ibadah.  Jujur kadang saya malah menjadi korban dari sikap nyebelin muslimah lain dalam hal ini. Hihihi... Hanya saja kadang saya tidak tau bagaimana cara menegur yang baik kepada mereka. Alhamdulillah, ada beberapa nasihat dari buku ini yang bisa saya amalkan dalam hal ibadah.

Ketiga point itulah yang kurang lebihnya saya dapatkan dari buku ini. Terima kasih bunda AsmaNadia , semoga ilmu dalam buku ini bisa menjadi amal jariah untuk bunda kelak. Salam Santun!

Hikmawati Chotyun Hikmawati Chotyun
Perindu Pelangi
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Hikmawati Chotyun
Hikmawati Chotyun
Perindu Pelangi

no comments

Follow Moeslema on SNS