1557
  2016-11-16       ayahpidibaiq.blogspot.com

Review Novel Milea: Suara dari Dilan

"Perpisahan adalah upacara hari-hari penuh rindu" - Pidi Baiq

Rini Amelia 1,300 views

Novel yang ‘katanya’ diangkat dari cerita Milea sendiri langsung kepada Pidi Baiq, sang penulis, merupakah salah satu novel best seller yang berhasil membuat para pembacanya ‘baper’ atau terbawa perasaan. Untuk kamu-kamu yang belum sempat membaca novelnya, berikut review singkat tentang novel Milea: Suara dari Dilan

Novel ini merupakan novel ketiga lanjutan dari novel Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 dan Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1991. Setali tiga uang, dua novel sebelumnya karangan vokalis The Panas Dalam yang terkenal terutama di Bandung ini, juga sama populernya dan berhasil menjadi best seller.

Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk simak ulasannya!

Review Novel Milea: Suara dari Dilan

Source: goodreads.com

Salah satu quote dari Dilan

Novel ini, seperti dua novel sebelumnya, bercerita masih seputar kisah masa lalu dua orang sepasang kekasih di zaman SMA bernama Dilan dan Milea. Dilan yang asli berasal dari Bandung jatuh cinta pada Milea, anak pindahan dari Jakarta yang sejak kedatangannya sudah membuat kehebohan di kalangan teman-teman Dilan.

Namun, yang berbeda dari novel terbaru karangan Pidi Baiq ini adalah, sudut pandang yang digunakan dalam novel yaitu langsung dari Dilannya sendiri. Jika sebelumnya Dilan merupakan sosok yang diceritakan lewat cerita Milea, maka kali ini Dilan langsung turun tangan sendiri untuk bercerita. Ada banyak hal yang kembali ia ceritakan dengan singkat dari cerita sebelumnya. Namun, juga banyak hal-hal baru yang tak tersampaikan di novel sebelumnya diceritakan Dilan.

Terkait novel Milea: Suara dari Dilan ini sendiri, bahasa yang digunakan Pidi Baiq masih khas dengan bahasa yang ringan dibaca dan sangat ‘anak muda’. Ada keunikan tersendiri yang hanya kamu temukan dalam tulisan Pidi Baiq ketika membaca novel ini. Kamu bisa memastikannya dengan membacanya sendiri, Moeslemates. Selain itu, ada banyak kalimat-kalimat ‘quotable’ khas Pidi yang akan kamu temukan juga didalamnya.

Opini saya pribadi, novel ini merupakan salah satu novel wajib baca dan wajib punya terutama bagi kamu-kamu yang pernah dan sedang jatuh cinta. Ceritanya yang ringan dan berisikan konflik-konflik khas anak remaja akan tetap mampu membuat kamu belajar tentang sesuatu, sekalipun sekarang kamu sudah dewasa

.Jika kamu masih remaja dan duduk di bangku SMA, mungkin novel ini bisa semacam menjadi pedoman atau ‘kitab’ bagaimana mendekati perempuan dan jika kamu sudah dewasa, maka kamu seakan dibawa bernostalgia dan masa-masa waktu SMA.

Orang bilang, masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah, bukan?

Hanya saja, sebelum memutuskan untuk membaca novel ini, kamu sebaiknya harus membaca dulu dua novel sebelumnya karena kamu tidak akan menemukan benang merah dan mungkin akan kesulitan jika langsung membaca novel Milea: Suara dari Dilan ini.

Kabar Terbaru

Saking boomingnya novel yang menceritakan tentang cerita cinta sepasang anak remaja yang terjadi di Bandung ini, Pidi Baiq yang akrab disapa Ayah sampai membuat sebuah video dari lagu yang ia ciptakan sendiri untuk novel ini.

Vanesha Prescilla, yang merupakan adik kandung dari aktris muda yang terkenal lewat film AADC, didapuk untuk menjadi tokoh Milea sendiri di dalam video musik yang diproduksi langsung oleh sang penulis. Sedangkan, sosok Dilan tak begitu diperlihatkan di video berikut.

Mungkin memang ingin membuat para pembaca dan penontonnya penasaran.
Kabar terbarunya, novel ini juga akan diangkat ke layar lebar. Dan seakan ingin memastikan langsung tokoh-tokoh dan keaslian novelnya, Ayah Pidi bahkan terlibat langsung lho dalam produksinya.

Wah seru ya!

Pasti banyak yang tidak sabar untuk menunggu filmnya.

Bagi kamu yang masih belum baca buku-bukunya, buruan baca sebelum filmnya ditayangkan nanti.

Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction
Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer

no comments

Follow Moeslema on SNS