1522
  2016-11-17       fulltimefba.com

Mengambil Keuntungan Segunung Saat Berjualan, Bolehkah?

Bagaimana etika yang benar saat berdagang atau melakuan transaksi jual beli dalam pandangan Islam? Apakah ada aturan yang mengatur tentang pengambilan margin keuntungan dalam berdagang? Berikut ulasannya!

Rini Amelia 189 views

Sejak dari zaman Rasulullah saw sampai dengan zaman modern seperti sekarang ini, berdagang atau menjadi pedagang merupakan salah satu upaya dalam mencari rezeki yang halal. Rasullullah sendiri bahkan juga terkenal dengan kemampuannya yang lihai dalam beradagang.

Ditambah lagi, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan era e-commerce, berjualan secara online merupakan salah satu usaha yang praktis dan ternyata menghasilkan yang banyak dilakoni oleh banyak orang saat ini. Begitu praktisnya, kita bisa menjadapatkan barang yang kita inginkan hanya dengan satu ketukan di ujung jari tanpa harus keluar rumah.

Tapi bagaimana sih etika dalam jual beli yang sesuai syariat Islam, Moeslemates?

Dan ketika seorang penjual menjual barangnya dengan harga mahal padahal ada penjual lainya yang menjual barang serupa dengan harga jauh lebih murah, bolehkah begitu?

Etika dalam Jual Beli

Agar mendapatkan berkah dalam berjualan, berikut adab atau aturan yang sebaiknya kita ikuti saat berjualan, baik itu berjualan langsung atau online:

1. Jujur dalam jual beli
Seorang penjual haruslah dengan jujur memberikan keterangan atau penjelasan tentang barang dagangannya, baik itu kondisi barang yang baik maupun yang cacat agar pembli tidak tertipu ketika memilih barang dagangan. Jangan sampai menipu penjual hanya agar barang berjualan laku.

2. Tidak memonopoli
Hal ini dikarenakan monopoli dapat menyebabkan kerugian bagi yang lain, baik itu pada pembeli maupun rekan sesama pedagang.

3. Tidak menimbun barang dagangan dengan cara menyimpannya sampai permintaan naik dan menjualnya dengan harga tinggi

4. Menepati janji
Terutama dalam jual beli online, tepati janji jika barang memang akan sampai dalam 3 hari masa pengiriman atau jika melakukan sistem pre order, maka tepatilah janji dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan kesepakatan.

Aturan Mengambil Untung dalam Berdagang

Ternyata,

Tidak ada batasan yang mengatur tentang seberapa besar keuntungan yang boleh diambil dalam bentraksaksi jual beli dalam Islam. Artinya, sebagai pedagang, adalah sah-sah saja jika menetapkan harga yang jauh lebih tinggi dari modal agar mendapatkan keuntungan lebih banyak lho, Moeslemates!

Karena sejatinya, rezeki itu memang sudah jadi urusan Allah dan yang bisa kita lakukan hanya berusaha sebaik mungkin untuk mencarinya dengan cara yang baik pula.

Berikut hadits-hadits terkait dengan mengambil untung yang disalin dari situs almanhaj.or.id:

Source: tuntunanislam.com

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari no. 3443 bahkan disampaikan sebuah cerita terkait jual beli:

Dari Urwah al Bariqi Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya satu dinar uang untuk membeli seekor kambing. Dengan uang satu dinar tersebut, dia membeli dua ekor kambing dan kemudian menjual kembali seekor kambing seharga satu dinar. Selanjutnya dia datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing dan uang satu dinar. (Melihat hal ini) Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan pada perniagaan sahabat Urwah, sehingga seandainya ia membeli debu, niscaya ia mendapatkan laba darinya.

Source: muslimah.or.id

Hadits lainnya terkait keuntungan dalam berdagang disampaikan dalam hadits riwayat Abu Dawud no. 3453 dan Tirmidzi no 1314:

Sesungguhnya Allâh-lah yang menentukan pergerakan harga, Yang menyempitkan rezeki dan Yang melapangkannya. Sedangkan aku berharap untuk menghadap kepada Allâh dan tidak seorangpun yang menuntutku dengan satu kezhaliman, baik dalam urusan jiwa (darah) atau harta kekayaan.

Dari hadits di atas, kita bisa tahu bahwa sebagai penjual, kita bebas menetapkan berapa pun keuntungan yang kita mau. Hanya saja, tetap patuhi etika-etika yang sesuai dengan syariat Islam ketika melakukan transaksi jual beli atau berdagang. Jangan sampai menghalalkan segala cara dan sampai merugikan orang lain, terutama pembeli, hanya untuk mendapatkan untung segunung.

Jadi, bagaimana Moeslemates?

Tertarik untuk berbisnis atau berdagang?

Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Rini Amelia
Rini Amelia
an aspiring writer

no comments

Follow Moeslema on SNS