125
  2016-06-13    

Diary Ramadhan #3 Memberi tanpa Pamrih


Desi Fajarwati Lesmana 8 views

Asslamualaikum Wr.Wb Di hari Rabu, tepat hari ke 3 puasa di bulan ramadhan.

Sore itu aku memutuskan untuk tidak kemana mana dan menikmati indahnya berbuka puasa dirumah bersama keluarga.

Beberapa menit sebelum Adzan maghrib berkumandang, ada salah satu tetangga yang menitipkan anaknya dirumah karena neneknya sedang opname dirumah sakit sejak kemaren. Ibunya harus menjaganya dirumah sakit dan sore itu datanglah ayahnya yang sebenarnya ingin sekali menjemput anaknya dan diajak untuk menikmati buka puasa dirumah mereka sendiri. Akan tetapi, ibu merasa bahwa hidangan buka puasa dirumah sangat banyak dan tidak mungkin kami yang dirumah bisa menghabiskan makanan sebanyak itu. Akhirnya ibu mengajak ayah diva dan diva untuk berbuka dirumah bersama kami. Walaupun ayah diva tidak mau masuk kerumah, tapi aku bisa melihat raut muka kelegaan dari muka ibu. Walaupun beliau harus seperti setrika yang jalan keluar dan masuk rumah untuk mengambil ntah itu piring, makanan, gelas dan minuman itu semua tak jadi masalah.

Ada hal yang kadang tak bisa aku mengerti dari balik sifat kebaikan ibu, Terkadang dimana saat kami benar-benar tidak memiliki apapun ibu masih menyempatkan untuk berbagi pada banyak orang. Bukan hanya dengan rupiah saja, tanpa rupiahpun ibu masih bisa berbagi. Ntah hanya dengan sepiring nasi atau tulang belulang untuk kucing kelaparan diluar rumah. Ibuku suka memberi, ibuku juga tak mau pamrih. Ibuku tak pernah mengeluh untuk berbagi. Pada siapapun dan dimanapun dengan keadaan apapun. Satu hal yang masih belum bisa anaknya mengerti adalah keikhlasannya dan rasa belas kasihnya. Terhadap siapapun tanpa pernah meminta imbalan, Berbagi dalam keadaan apapun. Saat memiliki ataupun tidak memiliki. Itu yang sampai saat ini aku masih terus mencoba tapi tak pernah berhasil. aku selalu berdo’a pada Allah agar aku diberi rasa yang berlebih, terlebih rasa belas kasih terhadap sesama tanpa memandang apapun. Seperti halnya ibuku.

Di bulan Ramadhan ini, adalah waktu yang tepat untuk terus berintropeksi diri dan kemudian memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan. Terus mencoba walau diliputi kegagalan. Lebih baik sudah mencoba dan gagal daripada tidak melakukan sama sekali. Terimakasih untuk berkah kali ini ya Allah, berkah kekuatan untuk menuliskan segala ke-Agungan-Mu melalui makhluk-makhluk-Mu di bumi ini. Mensyukuri apa yang telah kau beri dan tidak menuntut banyak hal yang tidak seharusnya milik kami.

Semoga di Ramadhan ini Allah memberi rizki yang berlebih kepada kita agar bisa berbagi pada mereka yang membutuhkan Amiin. Aku akhiri ya tulisan untuk hari ini semoga bermanfaat walaupun tulisannya masih sangat berantakan dan -_-, ya dimaklumi ya masih latihan heheheh. Wassalamualaikum.

Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS