121
  2016-06-13    

Diary Ramadhan #1 Tak kenal maka tak sa(y)ang


Desi Fajarwati Lesmana 21 views

Assalamualaikum Wr.Wb. Salaam sejahtera untuk kita semua :D Selamat malam apa kabar ? masih sehat kan ? gimana puasa Ramadhannya lancar ? semoga lancar semua ya amiin. Halo moeslemates apa kabar ? huft sudah lama sekali tak menulis dan membaca artikel-artikel moeslemates heheh kangen.

Kali ini, aku mau tulis diary ramadhanku di tahun yang super duper ket(j)eh hehehe. Dimana setiap harinya insyaallah ada perjalanan – perjalanan seru, menarik dan sangat luar biasa. Karena, buat aku Ramadhan kali ini sangat inspiring mulai dari orang – orang yang ikut serta dalam perjalanan ramadhanku sampai ada hal-hal yang bisa dibuat pelajaran hidup bahkan sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan. 

Episode, ceileh kayak maen pilm aja pake episode ya gpapalah ya biar ketjeh hehehe. Episode 1 Ramadhan di tahun ini, dimulai dari perjalananku bersama salah satu satgas atau perwakilan dari dinas sosial yang ikut serta dalam program CSR (Campus Social Responsibility). Karena sudah janjian sebelumnya, bahwa di hari senin tepat di hari pertama bulan puasa aku dan mas irwan yang notabennya beliau adalah satgas yang sudah aku jelasin tadi untuk mendatangi rumah kepala sekolah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di daerah Surabaya. Setelah sekian lama kita negosiasi jam dan tempat bertemu akhirnya kita memutuskan untuk bertemu di kecamatan terdekat pukul 15.00. 
Setibanya, aku di kecamatan ternyata mas irwan belum ada ditempat, karena aku berhalangan berpuasa dan sangat haus kebetulan didekat kecamatan ada indomart dan tidak berfikir lama akhirnya aku masuk dan membeli satu botol minuman. Setelah itu, aku kembali ke kecamatan dan alhamdulillah mas irwan sudah datang dengan tubuh lemas yang menandakan bahwa dia benar-benar puasa.

Tidak banyak bicara akhirnya kita bergegas menuju rumah kepala sekolah PKBM, ya perjalanan pencarian rumah kepsek ini tak semudah yang aku bayangkan, ternyata mas irwan lupa jalan dan kami harus berputar-putar walaupun tidak lama akhirnya kita menemukan rumahnya. Sesampainya dirumah kepsek yang niat awal kita untuk mendaftarkan adik asuh dari program CSR ini, ternyata tak semudah mendaftar sekolah pada umumnya. Karena kita adalah program dari pemerintahan dan sangat minim biaya, jadinya pihak PKBM tidak mau menerima pendaftaran karena ada beberapa kendala yang harus kita penuhi terlebih dahulu. Ada sekitar 25 menit kami berbincang-bincang untuk mencri jalan keluar, dan menemukan kesepakatan sebelum kita mendaftarkan adik asuh ini untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh ibu kepsek. Dan kita tidak berlama-lama berada dirumah ibu kepsek karena sudah sore pasti beliau harus menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Dan kita pamit pulang pada bu kepsek.

Sebelum pulang, di depan rumah bu kepsek kita menyiapkan motor dan peralatan perjalanan masing-masing eh sih mas irwan ini dengan sengaja bertanya padaku “sudah kah ?, mau kemana lagi ini ?.” dan tanpa perlu berfikir lama aku menjawab dengan iseng “ahm gmana klo kita buka bareng tapi aku ambil titipan ibu drumah budeku dulu gmana?” dan mas irwan pun meng-iyakan permintaanku hehehe. 
Mas Irwan ini sosok laki-laki yang baik dan penyabar sepertinya karena dia begitu sabar mengantarkan kami para kakak damping jika ada kendala menuju rumah adik asuh di kecamatan tugasnya. Dia masih muda dan berapa ya kira-kira usianya ntahlah tapi sepertinya dia seusia kakakku dirumah. Tapi itu tak jadi masalah buatku, tetap saja aku beryukur karena telah dipertemukan dengan sosok yang luar biasa ini. Karena rasa penasaranku yang berlebih pada setiap pekerja yang ada didalam lingkup dunia sosial yang kebetulan mas Irwan salah satu pegawai Dinas Sosial kota Surabaya. Aku pun meng-kepoi setiap keluh kesahnya dalam dunia sosial dan bagaimana susah senangnya didalam pekerjaannya. Dan karena inisiatifku ini, akhirnya kenapa aku mengajak mas irwan untuk buka puasa bersama agar aku bisa mengorek-ngorek informasi soal dunia sosial pada orang yang menjalaninya langsung.

Perjalanan kita lanjutkan mencari tempat makan daerah surabaya setelah aku mengambil titipan di rumah budhe dan dia sholat ashar dimasjid. Dan alhamdulillah kita menemukan tampat makan pinggir jalan di daerah Tugu Pahlawan Surabaya, yang sudah dipadati beberapa keluarga dan pasangan muda-mudi yang menunggu waktu berbuka. Ya, karena ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang”. Aku pun memulai pembicaraan dengan sedikit menggodanya. “Tadi aja lemes banget sekarang giliran mau buka puasa aja mukanya langsung semangat” dengan tawa kecil yang mengejek dan mas irwanpun dengan ke-Pdannya tingkat dewa tersebut menjawab “iyalah sudah beda iklim”. 
Kita pun mulai dengan pembicaraan-pembicaraan kecil mengenai program CSR yang aku belum faham, dan kiprahnya dia dalam pekerjaannya di dunia sosial. Sampai pada akhirnya adzan maghrib mas irwan membatalkan puasanya dan kita nikmati makanan yang ada. Setelah menikmati makanan kita masing-masing kita melanjutkan obrolan yang awalnya tidak menuju ke suatu topik yang agak sensitiv yakni soal “agama”. Karena mas irwan baru tau kalo studyku study mengenai agama-agama diluar agama yang kita yakini. Berawal dari ketidak tauannya, mas irwan bertanya mengenai sejarah nabi Adam dengan soal interaksinya terhadap lingkungannya waktu itu. Aku kaget dan tidak terfikirkan sebelumnya soal pertanyaannya ini dan ya cukup susah menjawabnya karena dalam taurat yang notabene kitab tertua dalam agama samawi pun tidak menjelaskan persoalan bahasa yang digunakan oleh nabi Adam pada waktu itu. Karena aku juga tidak tahu menahu akhirnya mas irwan memutuskan untuk menjadikan pertanyaannya itu sebagai pekerjaan rumah ya layaknya anak sekolah yang dapat tugas dari gurunya –,. Oke aku tertantang dan aku akan mencari jawabannya. Obrolan kami terus berlangsung sampai pada kesadaran akan waktu sholat maghrib telah hampir habis karena obrolan kami yang semakin asyik.

Tak jauh dari tempat kita makan ada masjid yang cukup besar dengan satu komplek sekolah didalamnya. Pertama kalinya masuk kedalam masjid aku merasa asing karena tidak pernah masuk, tetapi ketika aku masuk dan melihat bentuk bangunan yang cukup bagus dengan dekorasi yang berbeda dari masjid biasanya. Karena aku tidak sholat dan berhalangan akhirnya aku kekamar mandi untuk cuci muka dan buang air kecil setelah itu aku berjalan-jalan disekitar masjid yang masih dipenuhi oleh para jamaah yang masih asyik dengan makanan bukanya, kemudian ada yang masih istirahat dengan bermain handphone dan lain sebagainya.

Setelah kurasa cukup waktu mas irwan sholat aku memutuskan untuk keluar masjid dan memakai sepatu, dan saat menoleh ke arah kanan eh sudah ada mas irwan yang siap melanjutkan perjalanan pulang. Dan pertemuan kami berakhir di masjid ini. Sebelum berpisah masih sempatnya kami dengan mengendarai sepeda motor masing-masing mengeluarkan candaan yang cukup bikin perut tergelitik dan kitapun berpisah di bundaran, mas irwan ke arah kiri dan aku kearah kanan.

Di hari pertama bulan Ramadhan ini, aku bersyukur karena sudah dipertemukan dengan beberapa orang yang salah satunya adalah 
· Ibu kepala sekolah yang cukup pintar dan tegas yang aku temui tadi satu hal yang aku dapat dari ibu ini ialah : Jika mau bertugas di kehidupan sosial seperti ini, kuncinya hanya satu yaitu ikhlas, karena jika tidak maka hanya akan dapat kebencian terhadap anak-anak yang tidak beruntung seperti mereka. 
· Mas Irwan salah satu satgas dari Dinas Sosial yang sangat luar biasa. Keihklasannya menjalankan tugas dan sifat humornya yang tidak pernah lupa ia berikan kepada siapapun. Karena aku megenalinya lewat bullyan yang ia berikan padaku saat mengantarkanku ke rumah adik asuh CSR.

Dan tidak lupa rasa Syukurku lagi dan lagi bertambah terhadap keagungan Allah SWT yang hingga saat diary ini dituliskan Allah masih memberiku kesehatan dan kekuatan untuk menuliskan dan membagikannya kepada banyak orang. Tak perduli berapa banyak atau satupun tak ada yang mau membacanya, aku akan tetap menuliskan dan membagikannya pada publik. Karena menurutku ini adalah hal yang baik yang harus aku ceritakan. Ini mengenai kekuaasan Ilahi yang dengan-Nya aku bisa bertemu dengan banyak orang dan dengan kekuatan dari-Nya aku bisa menelusuri setiap bagian-bagian keagungan-Nya melalui ciptaan-ciptaan-Nya di dunia.

Jangan dilihat dari tulisannya karena sangat berantakan dan sangat jauh dari sempurna. Tapi lihatlah betapa maha Agungnya Allah dengan segala ketentuan bagi makhluk-Nya. Mungkin saja, nikmatmu lebih besar dari apa yang Allah beri padaku tapi, ketahuilah setiap orang punya caranya masing-masing untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan terhadap hambanya. Jangan lupa bersyukur :D God Bless You all. 
Sekian ya, episode pertama di bulan Ramadhan ini telah usai, dan perkenalanku dengan mas irwan tidak selesai disitu, karena masih banyak lagi episode-episode yang lebih luar biasa lagi dari hari ini, ya semoga saja ya amiin. 
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS