1170
  2016-11-01       assets.intisari-online.com

Dewasalah Saat Membangun Sebuah Hubungan!

Sebuah pasangan tidak terlepas dari pertengkaran, mungkin penyebabnya hal sepele namun bagaimana cara kita mengatasinya? Simak artikel berikut ini.

Deane Lene 142 views

Source: media.suara.com

Sebuah pasangan terjalin karena adanya suatu ketertarikan satu sama lain namun ketertarikan tersebut tidak menjamin selamanya suatu hubungan akan berjalan dengan harmonis. Sebuah pasangan akan terlibat suatu perselisihan berdasarkan beberapa penyebab. Penyebab tersebut bisa saja dimulai dari hal sepele hingga hal yang sungguh menganggu.

Hal sepele yang dimaksud seperti perbedaan persepsi terhadap suatu keadaan, perbedaan pendapat dalam menilai sesuatu benda, tidak menyukai suatu makanan bahkan masalah kebersihan sedangkan hal yang dianggap sangat menganggu adalah terjadinya sebuah perselingkuhan, tidak transparan masalah finansial (bagi yang sudah menikah) atau mungkin masalah pembagian kewajiban dan masih banyak hal lain yang sering kali menjadi sumber perselisihan dalam suatu pasangan.

Lalu apakah hal ini akan kalian biarkan berlarut-larut hingga pada akhirnya kalian akan merasa kehilangan kebahagiaan dari pasangan kalian? Jangan....... Segera selesaikan dan jadilah pribadi yang dewasa. Jangan biarkan asumsi mengenai pasangan akan mengejar kalian untuk meminta maaf ada didalam diri kalian ya. Tidak ada salahnya kalian meminta maaf terlebih dahulu terhadap pasangan kalian. Justru hal tersebut yang menjadikan kalian memiliki nilai lebih dimatanya.

Lalu bagaimana tahapnya? Berikut ulasannya.

Tenangkan emosimu terlebih dahulu

Hal utama yang kamu perlu lakukan adalah menenangkan dirimu terlebih dahulu. Coba kamu rasakan apa jadinya jika emosimu belum stabil dan kemudian kamu memaksakannya untuk berbicara dengan dia? Tentunya bukan suatu hal yang baik bukan? Kalian akan terus bertengkar dan akan semakin sulit untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Menjauhlah dari dia beberapa saat, dan carilah tempat yang lebih tenang. Tariklah nafas secara mendalam sambil memejamkan kedua matamu dan buang secara perlahan. Lakukan pernafasan tersebut hingga kamu merasa lebih tenang. Setelah dirimu merasa cukup tenang, pikirkan perbuatanmu sebelumnya, apakah sudah tepat atau hanya reaksi emosi sesaat. Jika sudah mendapatkan jawabannya segera temui pasanganmu dan ajak dia untuk berbicara padamu secara baik-baik tentunya.

Perhatikan keadaan emosi si dia

Source: abiummi.com

Saat kamu sudah memiliki keinginan untuk megajaknya berbicara secara baik-baik, perhatikan pula kondisi emosi si dia. Jangan sampai niat baik kamu tidak membuahkan hasil. Jika si dia belum cukup tenang dan bisa diajak berbicara secara baik-baik maka ada baiknya kamu menunda niatan itu. Bersabarlah lebih lama. Biarkan dia menenangkan diri layaknya kamu yang membutuhkan hal serupa. Posisikan si dia sebagai kamu dan posisikan kamu sebagai si dia. Jangan terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan suatu permasalahan.

Jujurlah

Source: www.medianita.com

Tidak ada salahnya berkata jujur terhadap pasangan. Hal tersebut justru akan membuat kalian mengenal satu sama lain lebih baik lagi dan tentunya meminimalisir terjadinya kesalahpahaman lebih lanjut. Jika kalian beranggapan bahwa bahasa sindiran ampuh membuat pasangan mengerti, PIKIR LAGI.

Ladies...Pada dasarnya seorang laki-laki tidak mudah memahami perasaan perempuan secara mendalam apabila tidak diekspresikan secara tepat. Bukan berarti mereka tidak peka namun sadarilah bahwa pola berpikir antara laki-laki dan perempuan itu berbeda. Kaum Adam lebih mengedepankan logika dibandingkan perasaan sedangkan kaum Hawa lebih mengedepankan perasaan untuk memperesepsikan suatu keadaan. Jadi jangan ragu untuk mengungkapkan apa yang menganggu perasaanmu secara jujur ke si dia agar masalah tidak terus-menerus berdatangan.

Mengapa kejujuran itu perlu? Sebab apabila kalian tidak jujur ketika menghadpi suatu permasalahan dan memilih untuk berbohong untuk menyembunyikan hal yang sebenarnya ini akan menjadi sebuah kebiasaan. Sadarilah bahwa niat kalian berbohong demi kebaikan itu tidak ada. Pada dasarnya berbohong adalah suatu perbuatan yang salah dan tentunya akan menjadi kebiasaan. Kalian akan terus berbohong demi menutupi kebohongan-kebohongan lainnya. Saat kalian terbiasa membohongi orang lain, lama-kelamaan kalian akan mudah berbohong pada diri sendiri. Hal ini mengakibatkan persepsi diri kita yang kian lama kian tumpul dalam berempati terhadap diri sendiri. Jadi mulai sekarang beranilah untuk berkata jujur baik terhadap pasangan maupun terhadap diri sendiri.

MAAF

Jangan pernah ragu untuk meminta maaf. Jangan pernah menganggap kalian lemah ketika meminta maaf terlebih dahulu kepada siapapun walau masalah yang terjadi bukan karena kalian yang berbuat.

Sadarilah bahwa perilaku memaafkan adalah perbuatan yang mulia. Selain itu membina hubungan baik antar sesama manusia adalah suatu perbuatan yang sangat disenangi oleh Allah. Meminta maaf bukan semata-mata mengucapkan kata "maaf" dari mulut saja namun juga harus berasal dari hati sebab kata maaf yang tidak tulus dari hati akan sia-sia.

Mengapa kata maaf yang tulus dari hati bisa menyelesaikan suatu permasalahan? Kata maaf yang tulus tidak hanya sekedar sebuah kata namun kata tersebut memiliki makna yang mendalam. Kata maaf yang tulus dari hati sama dengan membiarkan diri kalian melepaskan beban emosi negatif secara tidak disadari. Kata maaf yang tulus dari hati juga berarti mengikhlaskan permasalahan tersebut selesai dan kata maaf yang tulus akan membuat diri kita merasa lebih tenang setelahnya.

"Aku sudah memaafkan dia kok, Tapi...." Guys, maaf yang tulus tidak mengenal kata "tapi" maaf yang berakhir dengan alasan yang memberatkan kata maaf itu sendiri tentunya tidak benar-benar dari hati. Kata maaf yang hanya terucap dari mulut saja akan menimbulkan penyakit hati seperti iri, dengki, dendam dan terus menerus melihat orang lain dari sudut pandang yang salah. Hal ini akan berdampak pada diri kalian sendiri seperti tidak akan berkembangnya pola pikir, tidak merasa bahagia, dan terus menerus dihantui dengan perasaan curiga juga cemas yang berkepanjangan.

Jadi pastikan kalian mengetahui kata "maaf" itu keluar dari hati secara tulus atau mungkin hanya terucap dari mulut saja.

Solusi

Jika diantara kalian sudah saling memaafkan dan keadaan mulai membaik, ini saatnya kalian membicarakan permasalahan yang sedang kalian hadapi secara baik-baik dan temukan solusinya bersama-sama agar kalian semakin mengenal satu sama lain tentunya dalam memahami pola pikir.

Hal ini bukan semata-mata hanya untuk mengenal pola pikir saja namun kalian akan mempelajari bagaimana dia merespon awal suatu permasalahan, bagaimana dia melihat permasalahan tersebut (penting atau tidaknya), bagaimana cara dia menghadapi permasalahan dan tentunya bagaimana dia mengatasi permasalahan tersebut.

Diskusi mengenai sebuah solusi dalam suatu hubungan sangat disarankan sebab ketika kalian menghadapi masalah serupa dimasa yang akan datang, kalian tidak lagi merasa kebingungan dan tentunya meminimalisir terjadinya salah paham. Jangan lupa, buatlah sebuah komitmen saat menyetujui sebuah solusi yang benar-benar dirasa pas. Dengan adanya komitmen, kalian akan saling menghargai satu sama lain.



Sebuah pasangan akan terus bersama apabila bisa saling mengerti satu sama lain, memahami satu sama lain dan tidak menuntut secara berlebihan. Bukan berarti kalian "menerima apa adanya" pasangan tetapi bantulah pasangan kalian dan juga diri kalian untuk mengarah ke hal yang lebih baik lagi. hal tersebut bisa saja dari sikap, pemikiran, perilaku dan tentunya hubungan sosial.

Dewasalah saat mengahdapi suatu permasalahan. Jangan biarkan diri kalian dianggap buruk oleh orang lain jika kalian hanya diam, menggerutu, dan berbohong atau mungkin marah-marah sambil mengungkit semua permasalahan yang lalu. Ingat, dewasa bukan ditentukan oleh seberapa tua usia kita namun seberapa matang pemikiran kita dan seberapa bijak kita menghadapi suatau permasalahan.

Jadi, jangan menunggu tua untuk menjadi dewasa.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS