1152
  2016-10-30       blog.tokopedia.com

Menanam Bibit Sayur Di Kompleks Perumahan

Yuk manfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam!

Lidya O. 85 views

Halo Moeslemates! Apakah kalian pernah melihat sekelompok ibu-ibu yang bercocok tanam di pekarangan rumah mereka? Sebenarnya baru beberapa hari ini saya mendengar kabar mengenai pentingnya menanam bibit sayur-mayur sendiri. Kenapa? Karena tidak semua sayuran yang kita beli di pasar atau supermarket benar-benar murni tidak diberikan semprotan zat kimia atau pestisida.

Walaupun kita tahu penggunaan pestisida adalah untuk membasmi hama pada sayur-sayuran atau tumbuh-tumbuhan, dampak negatif tanaman yang diberi pestisida akan sangat berbahaya bagi tubuh.

Kelompok Ibu Pengajian Yang Berkontribusi Dalam Menanam Sayur Mayur Di Sekitar Rumah Mereka

Ibu saya menjadi salah satu bagian dari kelompok pengajian ibu-ibu yang berlokasi di daerah Grogol Petamburan, Tomang. Kegiatan positif yang dilakukan mereka salah satunya adalah menanam bibit sayur mayur di sekitar pekarangan rumah mereka. Dibagi menjadi beberapa kelompok, tugas mereka antara lain menanam bibir sayuran yang berbeda-beda. Tempatnya dapat digantung, di dalam pot, maupun botol plastik. Yuk kita lihat hasil penanaman bibit mereka.

Kelompok 1

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kelompok 1, 2 dan 3 memiliki kewajiban menanam sayuran berjenis kangkung dan bayam. Namun, ada beberapa variasi yang tidak dimiliki antar kelompok.

Kelompok 2

Source: Photo © Lidya Oktariani

Ibu saya ikut berkontribusi di kelompok 2. Ada beberapa bibit sayur yang tidak ditanam di kelompok 1. Yuk kita zoom!

Source: Photo © Lidya Oktariani

Nah, yang ini adalah tanaman kangkung sama dengan kelompok 1. Mereka mulai menanam bibit sayuran sejak 16 Oktober 2016 lalu seperti yang tertulis di gambar di samping kiri.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kemudian, tanaman bayam.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Ada yang tahu ini tanaman apa Moeslemates?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Yap! Ini adalah pak choy. Kalian pernah makan sayur pak choy? Agak sedikit pahit ya Moeslemates? Tapi sangat bagus lho untuk kesehatan!

Kelompok 3

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kita beralih ke kelompok 3. Mereka menjadwalkan penanaman bibit sama dengan kelompok 2.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kalau yang ini, tanaman apa ya Moeslemates?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Tomat! Wah, kalau sudah berbuah mungkin tempatnya harus diganti ya Moeslemates?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Tanaman yang satu ini daunnya masih terbilang sedikit. Tanaman apa ya?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Yap, terong! Jadwal penanamannya berbeda dengan tanaman yang lain yakni tertanggal 13 Oktober kemarin.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kalau tanaman yang ini sudah cukup banyak daunnya. Tanaman apa ya?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kalau yang ini terong hijau Moeslemates. Terjadwal pada 16 Oktober lalu penanaman bibitnya. Wah, bisa beda-beda gitu ya?

Begitulah kira-kira hasil dari penanaman bibit sayur yang dilakukan kelompok ibu pengajian daerah Grogol Petamburan, Tomang. Ibu saya pun sangat antusias dan semangat untuk bergabung dan menunggu hasil akhirnya. Mudah-mudahan saja proyek bercocok tanam ini bisa menginspirasi kelompok ibu-ibu lainnya ya Moeslemates. Proyek ini bukan hanya untuk kalangan IRT saja lho, kamu dan tetangga-tetangga di sekitar rumah juga bisa mulai menanam. Misalnya bibit cabai rawit, cabai merah atau cabai hijau. Selain pekarangan rumah kita jadi hijau dan asri, kalau tanaman tersebut sudah berbuah dan bisa dipetik, kamu juga kan yang untung?

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS