1149
  2016-10-30       pbs.twimg.com

Kisah Wanita Berprofesi Sebagai Pilot Uji Coba

Esther Gayatri adalah satu-satunya wanita yang berprofesi sebagai pilot uji coba di Indonesia.

Lidya O. 66 views

"Berbeda antara pilot penguji pesawat dengan pilot operator. Memang sebagai pilot penguji pesawat itu tidak mudah, intinya harus memiliki dedikasi kuat dan keahlian khusus. Profesi test pilot ini tantangannya juga berbeda, sebab harus menguji pesawat yang belum pernah diterbangkan orang lain."
Source: Esther Gayatri Saleh

Mengenal Esther Gayatri Saleh

PT. Dirgantara Indonesia boleh berbangga diri karena memiliki sosok Esther Gayatri Saleh. Walaupun pekerjaan sebagai pilot uji coba dinilai membahayakan, tapi rupanya tidak bagi Esther. Sudah 31 tahun lamanya Esther bergabung di dunia penerbangan dengan 6.500 jam terbang. Baginya, test pilot dan pilot operator sangat berbeda meskipun kesamaan di antara kedua pekerjaan tersebut adalah memiliki resiko tinggi yang berhubungan dengan keselamatan jiwa.

Selesai menguji terbang perdana pesawat baru, Esther memberikan pelatihan kepada para pilot agar bisa menerbangkan pesawat baru dengan baik. Namun, tidak hanya sampai di situ, Esther pun turut memberikan nasihat dan masukan terbaik pada proses pembuatan pesawat. Singkat kata, Esther sudah paham betul tentang mesin, kerangka dan segala hal yang berhubungan dengan pesawat. Lulusan sekolah pilot di Amerika Serikat ini tidak langsung sukses begitu saja. Sama seperti orang pada umumnya, Esther pun sempat beberapa kali mengalami kegagalan yang membuatnya justru ingin terus mencoba.

Source: statik.tempo.co

Menjadi satu-satunya wanita perkasa dengan pekerjaan yang biasanya dilakoni oleh pria membuat BJ Habibie kagum bukan main. Pada tahun 1984, Pak Habibie masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi mengajak Esther untuk bergabung bersama PT. Dirgantara Indonesia. Wanita kelahiran 3 September 1962 ini menerangkan, "Kami kan orang pertama yang menerbangkan pesawat itu. Jadi harus tahu apa saja komponen yang terpasang, sesuai atau tidak dengan skenario, apa saja komponen yang diganti, dan sebagainya. Semua harus didokumentasikan.” ujarnya. Tak heran, wanita yang sudah bisa menerbangkan pesawat sejak berusia 18 tahun ini, mengaku sangat menikmati dalam menjalani profesinya.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS