1125
  2016-10-24       scontent.cdninstagram.com

Book Review: Jangan Pernah Menyerah

Belajar berhijrah dan istiqomah di jalan Allah lewat buku "Jangan Pernah Menyerah" karya Aldilla D. Wijaya.

Lidya O. 1,416 views

Cover buku "Sebab Allah Bersama Kita: Jangan Pernah Menyerah" karya Aldilla D. Wijaya.

Judul : Sebab Allah Bersama Kita – Jangan Pernah Menyerah!
Penulis : Aldilla D. Wijaya
Penerbit : Qultum Media
ISBN : 979-017-326-1
Jumlah halaman : 201 halaman
Cetakan : Ketiga, Desember 2015

Banyak kalimat motivasi dalam buku ini. Seakan-akan penulis mengalami banyak hal dalam hidup dan memiliki tujuan untuk membuat semua pembacanya mengikuti pilihan hidup di jalan Allah, seperti yang tertulis di halaman 3:

“Tak ada alasan untuk berjalan, dan tak ada alasan untuk berhenti. Kita seperti tak punya pilihan. Kita berjalan hanya karena keadaan. Let it flow. Tak ada yang salah dengan istilah let it flow, cuma ya jangan keterusan mengikuti arus, karena kita sama-sama tahu hanya ikan yang mati yang selalu terbawa arus.”

Allah memberikan kita banyak keistimewaan sebagai manusia. Berbeda dengan hewan, kerjanya manusia itu ada tujuan dan arti, hidupnya manusia itu memiliki visi dan misi, bukan yang asal-asalan dan hanya numpang hidup di bumi Allah. Kita punya akal sehat dan karenanya kita tidak boleh berjalan sayup-sayup mengikuti arus ke mana pun ia pergi.

"Kalau hidup sekadar hidup, babi hutan juga hidup. Kalau kerja sekadar kerja, kera juga bekerja."
- Buya Hamka -

Ayo Berhijrah!

Proses untuk mengenal Allah lebih dalam membutuhkan waktu yang tidak singkat. Bayi pun belajar merangkak sampai bisa berdiri sempurna tidak serta merta langsung bisa tanpa adanya proses. Justru, yang harus dinikmati adalah prosesnya.

Sebagai pembaca, saya cukup bersemangat karena penulis begitu antusias memulihkan dan mengingatkan betapa pentingnya kita "kembali" ke Allah.

Setiap proses yang menghasilkan perubahan positif dalam berhijrah tentunya akan menjadikan hidup kita lebih baik dari sebelumnya. Saya menyimpulkan dari keseluruhan isi buku Sebab Allah Bersama Kita: Jangan Pernah Menyerah! bahwa ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan ketika kita memutuskan untuk berhijrah—dan poin-poin tersebut adalah:

Rajin Mencari Ilmu Allah

Sejak kecil kita sudah disekolahkan oleh orangtua kita agar ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk diri kita sendiri, keluarga, orang lain, negara maupun agama. Orangtua mana yang ingin anaknya hidup tanpa ilmu dan pembelajaran dari sekolah maupun lembaga agama? Begitu pun juga jika kita ingin ‘dekati’ Allah, kita sangat perlu untuk menuntut ilmu di majelis agama.

Niat dan Tekad yang Kuat

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi?”
(QS. Al-Ankabut [29]: 2)

Kalau kita hanya membayangkan melakukan sesuatu ini dan itu adalah susah, maka hasilnya adalah nol besar. Kita akan sulit mencapai keberhasilan. Begitu pula yang dipaparkan penulis bahwa untuk menghancurkan dinding yang membuat kita tidak bisa berubah adalah dengan azimah atau tekad yang kuat. Allah akan senantiasa memperhatikan setiap langkah yang kita lewati dan Allah pasti akan memberikan cobaan di waktu-waktu kita mulai menginjak dinding yang sudah dihancurkan tadi.

Perhatikan Teman-teman Pergaulan

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karenanya hendaklah salah seorang di antara kalian mencermati dengan siapa ia berteman.”
(HR. Tirmidzi)
Source: il6.picdn.net

Kita memang dianjurkan untuk berbuat baik tanpa memandang bulu. Tapi untuk urusan akhirat, kita perlu menyaring terlebih dahulu dengan siapa kita akan bergaul. Karena ini akan sangat mempengaruhi kebiasaan dan perilaku kita di lingkungan tersebut.

Belajar dari Pengalaman Orang yang Sudah Berhijrah

Dari setiap kisah hidup para nabi, ulama-ulama besar, dan orang-orang yang terdahulu menyisakan beberapa pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Seperti kisah akhir kehidupan Fir’aun yang tenggelam di laut karena ingin mengejar pasukan Nabi Musa yang sudah diselamatkan Allah terlebih dahulu. Tidak hanya itu, orang-orang terdekat kita, orang-orang yang kita kenal dengan kehidupannya yang kurang baik kemudian berhijrah adalah baik jika kita pun melakukan hal yang sama.

Jangan Lelah untuk Berdoa

Keinginan yang kuat akan menghasilkan energi yang kuat pula apabila kita mampu mempertahankan dan meningkatkan doa kita setiap harinya. Dan energi tersebut dapat menyambungkan antara keinginan kita dengan dikabulkannya doa. Anggaplah seorang perokok yang ingin berhenti merokok, pernahkah ia meminta kepada Allah agar dihilangkan dari kebiasaan buruk tersebut?

Recharge Iman dengan Datang ke Majelis Taklim

Source: bumn.go.id

Sama seperti mobil yang bensinnya harus diisi ulang, layaknya iman di hati kita ini juga perlu di recharge agar bisa kembali ‘sehat’ dan mampu menjalani aktivitas penuh untuk mengejar surganya Allah.

Nah, kalau sudah masuk dalam tahap yang lebih dalam, proses hijrah kita ini rasanya tidak akan afdol kalau tidak bisa mengoptimalkan ibadah secara keseluruhan. Tidak usah muluk-muluk, untuk di awal-awal sebaiknya kita coba untuk sempurnakan ibadah wajib saja dulu. Karena yang wajib tidak akan pernah berubah menjadi sunnah sedangkan sunnah bagi sebagian orang mukmin sudah menjelma menjadi kegiatan yang diwajibkan. Jika kita sudah mampu bertahan dalam ibadah wajib, barulah kita tingkatkan dengan menjalankan ibadah yang sunnah seperti menjaga wudhu, shalat tahajud, shalat dhuha dan puasa senin-kamis. Kemudian, dibarengi dengan tadabbur Al-Qur’an yang menjadi perpaduan yang sangat baik dalam step kita menuju satu tangga lagi untuk semakin ‘dekat’ dengan Allah.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS