1094
  2016-11-08       ketahananpangan.karangasemkab.go.id

Hari ketahanan pangan indonesia

Pada tanggal 16 Oktober diperingati hari ketahanan pangan Indonesia. Perkembangan pangan Indonesia memasuki peringkat ke-71, peringkat pertama diduduki oleh Negara Amerika Serikat. Diharapkan perkembangan pangan yang terjadi di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Triwitaan 42 views

Source: IndeksBerita.Com

Perkembangan makanan begitu cepat memasuki pasar produksi di dalam negeri, berbagai macam inovasi makanan banyak di pasaran, dari mulai bahan makanan siap pakai sampai bumbu-bumbu instan yang dapat mudah di gunakan. Perkembangan produksi makanan tidak sejalan dengan pengawasan badan lembaga yang berwenang. Pengawasan yang tidak tegas membuat pedagang-pedagang makanan berbuat nakal.

Source: ketobapadah.blogspot.com

Beberapa waktu lalu terungkap produksi beras plastik, produksi kemasan saus sambal botol yang ternyata membuat terkejut, bahwa tidak ada kandungan cabai di dalamnya, yang sudah sering terungkap adalah bakso yang menggunakan daging babi dan daging tikus dengan campuran formalin atau boraks.

Wiliam Wongso (pakar kuliner) pernah bertanya pada Bob Sadino, dia seorang yang hebat dalam mengolah daging, lantasnya. “Daging apa yang digunakan dalam membuat bakso?” Bob Sadino menjawab, “hanya Tuhan yang tau daging apa yang digunakan”.

Tak hanya itu penggunaan pemanis dan pewarna pada makanan juga lepas dari pengawasan, pihak-pihak yang curang dapat dengan mudah membeli bahan kimia sejenis.

Hal ini melansir dengan apa yang ditekankan oleh Bapak Marunggut Sitompul, Dosen Gizi POLTEKKES KEMENKES II Sabtu, (12/12) “ Keamanan pangan yang darurat bukan hanya narkoba yang darurat”, saat ini ketahanan pangan lemah tertama di Indonesia. Bahkan banyak yang belum memahami arti ketahanan pangan itu sendiri. Ketahanan pangan adalah kebutuhan/persediaan pangan yang terpenuhi dalam keseluruhan. Ketahanan pangan menurut UU No. 7 Tahun 1996 adalah kondisi pangan yang dapat terpenuhi serta aman untuk di konsumsi merata keseluruh rakyat dan terjangkau bagi semua masyarakat.

Perhatian khusus baik mutu, keragaman sumber daya yang ada, gizi yang tercukupi dan kehalalannya. Untuk itu ketahanan pangan harus ditingkatkan, pengawasan harus ditegaskan, tindakan nyata perlu dilakukan untuk membuat sikap jera para pelaku. Sebagai konsumen kita juga harus kritis dan berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi.

Penggunaan bahan kimia zat aditif harus melalui prosedur dan pengawasan, peredaraan zat aditif di pasaran harus diawasi. Semoga kedepannya ketahanan pangan semakin kuat, bukan hanya para jajaran Negara yang bertanggung jawab. Tapi semua masyarakat ikut bertanggung jawab, masyarakat harus sadar akan hidup sehat, cermat dan tepat dalam mengolah dan memilih asupan makanan.

Triwitaan Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS