1091
  2016-11-08       SINDOnews

Merebaknya Penyalahgunaan Narkoba

pasti di antara kalian banyak yang bukan hanya mendengar tapi juga menyaksikan berita dan peristiwa mengenai narkoba bukan. Nah, semakin hari dalam beberapa tahun terakhir semakin marak perkembangan pengguna sekaligus pengedar narkoba. Maka dari itu mulai di kampanyekan darurat narkoba

Triwitaan 140 views

Dalam kurun waktu terakhir semakin marak perkembangan pengguna sekaligus pengedar narkoba. Maka dari itu mulai di kampanyekan darurat narkoba. Lebih dari sekedar mengkampanyekan tapi juga memproteksi diri sendiri dari lingkungan sekitar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Mengapa ada istilah darurat narkoba?

Fakta membuktikan bahwa akibat penyalahgunaan narkoba terdapat 4 juta jiwa atau sekitar 2,18% prevalansi penyalahgunaan narkotika usia populasi 10-59 tahun. Termasuk didalamnya 1,6 juta jiwa yang mencoba pakai, 1,4 juta jiwa teratur pakai dan 943 ribu jiwa pecandu. Dari jumlah prevalansi penyalahgunaan narkotika yang tinggi mengakibatkan indonesia menjadi negara sasaran peredaran gelap narkoba. Luar biasa bukan moeslemate.

Source: Miraj News Agency

Beberapa fakta lain tidak kalah pentingnya. Bisnis narkoba ini dapat menghasilkan banyak uang, menggiurkan banyak pihak. Peredaran narkoba ini sangat cepat, narkoba dapat dengan masuk melalui jalur laut, peredaran narkoba didalam lapas juga marak terjadi, apalagi peredaran sudah merambah hingga ke desa-desa, bahkan siswa SD sudah menjadi sasaran.





Modus penjualannya juga berubah ubah, moeslemate pasti lihat bukan berita cake ganja, permen ganja, dsb. Hal ini semua dipicu atas rendahnya kesadaran niat para pelaku penyalahgunaan narkoba untuk berhenti.

Ciri-ciri penyalahgunaan narkoba seperti, mata merah berair, kucel dan lesu, tidak suka mandi, pagi tidur dan malam begadang, berteman dengan orang-orang tertentu.

Source: dandelife - DeviantArt

Bagaimana seseorang bisa menjadi pengguna narkotika atau ketergantungan?

Ada 3 hal yang dapat mempengaruhi seseorang dapat ketergantungan dalam menggunakan narkoba, yaitu pengaruh keturunan, ketersediaan barang dan pengaruh lingkungan. Faktor yang berisiko anak menjadi pengguna narkoba, karena orang tua menjadi penyalahguna narkoba. Selain itu pola komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga dapat memicu anak melakukan penyimpangan dengan menggunakan narkoba. Termasuk didalamnya pengaruh alkohol dan kekerasan dalam keluarga dan yang paling fatal adalah pengawasan orang tua.

Kenapa kita dan keluarga kita harus menghindari narkoba?

Pertama dapat merusak mimpi dan masa depan. Setiap keluarga, orang tua pasti ingin anggota keluarganya berhasil dan sukses. Secara tidak langsung, narkoba dapat memangkas masa depan. Selain itu, narkoba juga tidak baik bagi kesehatan. narkoba tidak baik bagi kelangsungan organ dan sel-sel tubuh. Secara perlahan narkoba akan merusak anggota tubuh dan kelangsungan kerja angggota tubuh.

Dan yang terakhir menggunakan narkoba di larang dalam Undang-undang nomer 35 pasal 132 yaitu memakai, menyimpan, menanam, membantu menyimpan, menyembunyikan, dititip dan tidak melapor. Kesemuanya termasuk dalam permufakatan jahat dan akan dipidanakan.

Selogan lebih baik mencegah dari mengobati memang harus diterapkan sedini mungkin. Pencegahan dengan membentengi keluarga sejak mulai sekarang, menjalin dan memperbaiki hubungan sesama keluarga, menerapkan pola hidup sehat dan komunikasi yang efektif. Selain itu berikan penyuluhan dan edukasi tentang penggunaan narkoba baik disekolah maupun dilingkungan keluarga.

Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS