109
  2016-07-31    

Belajar Sabar dari Orang yang Berpuasa

Puasa identik dengan menahan haus dan lapar, disamping juga menahan hawa nafsu. Dan ternyata, dari menahan haus dan lapar, tersimpan hikmah tentang kesabaran yang luar biasa.

pigeonidn 226 views

Jika direnungkan, rasanya hidup ini selalu mengajarkan kita untuk senantiasa bersabar. Dalam meraih cita-cita, menanti jodoh, menanti keturunan, menghadapi orang yang menjengkelkan, menanti busway bahkan, dan juga ketika berpuasa. Semua melatih kesabaran kita. Tapi jika kita perhatikan, ada perbedaan antara sabarnya orang berpuasa dengan sabar-sabar yang lainnya.

Saat berpuasa, kita diuji kesabaran salah satunya dalam hal makan dan minum. Namun ketika berpuasa, jarang kita temui orang yang mengeluh atau membatalkan puasanya di tengah jalan. Padahal jika kita bertanya pada orang bule (seseorang yang berada di lingkungan mayoritas non-muslim), biasanya (kalau yang suka saya dengar dari pengalaman orang-orang yang tinggal di negara barat) mereka akan terheran-heran. "Seriusan kamu nggak makan dan nggak minum? Termasuk air putih?". Dan kenyataannya, orang muslim memang dapat melakukannya. Muslim yang berpuasa mampu bersabar, tidak mengeluh, dan menjalaninya dengan santai-santai saja.

 

Lalu, mengapa orang yang berpuasa bisa begitu sabar menahan haus dan lapar?

 

Mungkin salah satunya karena kita sama-sama tahu akan datangnya waktu berbuka, yaitu waktu dimana perjuangan kita menahan lapar dan haus akan berakhir. Coba kita bayangkan, bagaimana jika kita tidak diberitahu kapan waktu berbuka? Mungkin akan banyak orang yang mengeluh di tengah-tengah puasanya "duh, kapan sih bukanya? laper banget ya nggak buka-buka" atau mungkin akan banyak orang yang tergoda untuk membatalkan puasanya. 

 

Puasa seperti membawa sebuah pesan tentang cara bersabar.

 

Puasa seperti mencoba menjelaskan kepada kita bahwa (salah satu) kunci bersabar sebenarnya adalah tentang bagaimana cara kita menciptakan "waktu berbuka" untuk setiap masalah kita. Yaitu bisa dengan cara memberitahu diri sendiri bahwa setiap masalah, pada waktu tertentu, pasti akan berakhir. Dan menumbuhkan rasa yakin bahwa Allah menciptakan permasalahan selalu berpasangan dengan solusinya.

Jika kita berhasil memberitahu diri kita akan hal tersebut maka seharusnya ketika menghadapi sesuatu yang menguji kesabaran, kita bisa dengan mudah melewatinya. Seperti orang yang sedang berpuasa: santai, tenang, dan tidak mengeluh.

 

Everything in life is temporary. So if things are going good, enjoy it because it won't last forever. And if things are going bad, don't worry. It can't last forever either. -Unknown

 

 

 

 

 

pigeonidn
pigeonidn
📫 kritik & saran: pigeon.idn@gmail.com
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
pigeonidn
pigeonidn
📫 kritik & saran: pigeon.idn@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS