1065
  2016-10-19    

Review Film Wonderful Life

Menjadi orang tua bukanlah tanggung jawab yang mudah, terlebih jika sang anak memiliki kebutuhan khusus. Amalia Prabowo harus mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan menemukan kebahagiaan lain dari putranya, Aqil, yang menderita disleksia. Seperti apa perjalanan Amalia dan Aqil yang pada akhirnya membuat Amalia sadar bahwa setiap anak terlahir sempurna?

Melissa Ayu Permatasari 176 views

Apa itu Disleksia?

Sebelum masuk ke review filmnya, saya akan memberikan penjelasan singkat

Disleksia adalah salah satu jenis gangguan atau kesulitan belajar yang umumnya memengaruhi kemampuan membaca serta pengejaan seseorang.

Pada film ini, Aqil diceritakan mengalami kesulitan membaca dan menulis, yang membuatnya tertinggal secara akademis dari anak-anak seusianya. Disleksia memang tidak bisa disembuhkan, tapi pendeteksian dan penanganan dini terbukti sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan penderita, khususnya membaca.

Sinopsis

Amalia Prabowo (Atiqah Hasiholan) merupakan wanita yang memiliki karir cemerlang di dunia periklanan. Terlihat memiliki kehidupan yang sempurna dari luar, Amalia harus berjuang untuk menghadapi putranya Aqil (Sinyo) yang menderita disleksia dan menyebabkan Aqil kesulitan membaca, menulis dan berhitung. Prestasi akademisnya pun jauh tertinggal di bawah teman sekelasnya.

Layaknya orang tua pada umumnya, Amalia ingin prestasi akademis Aqil meningkat dan berbagai cara ditempuh untuk menyembuhkan disleksia yang di deritanya. Meskipun tertinggal, Aqil sangat menonjol dalam bidang seni, terutama menggambar.

Bagaimana kisah Amalia dan Aqil yang berusaha menemukan kebahagiaan baru dalam keluarganya?

Review

Well, I'll try my best not to give you any spoiler :)

Untuk film yang mengangkat konflik keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata, Agus Makkie (sutradara) dapat mengemas ceritanya dengan ringan. Jadi, meskipun sasaran utama dari film ini adalah para orang tua--terutama para ibu-- saya rasa anak-anak yang menonton pun tidak akan kesulitan memahami ceritanya.

Fokus film ini bukan pada disleksianya, tetapi pada keinginan sang Ibu untuk berubah dan menerima kelainan anaknya. Seolah menjadi teguran bagi para orang tua yang terkadang tanpa sadar menyamaratakan kemampuan anak dengan anak lainnya, film ini menekankan bahwa setiap anak terlahir sempurna.

Pada dasarnya, Wonderful Life ingin mengingatkan bahwa 'Happy Family' harus diawali dengan 'Happy Parenting' terlebih dahulu. Orang tua, terutama Ibu, yang bahagia akan menghasilkan keluarga yang bahagia.

Sedikit hal teknis yang membuat saya bingung adalah adegan flashback yang beberapa kali ditampilkan di film. Saat karakter Amalia sedang kilas balik percakapannya dengan rekan kerja atau mantan suami, adegan flashback tersebut tidak dibuat berwarna hitam putih/sephia atau dibuat diferensiasi waktu, sehingga saya tidak langsung 'ngeh' kalau adegan tersebut merupakan flashback.

Jika harus memberikan nilai, saya memberikan 7.5 dari 10 untuk film ini. Cukup bagus dan edukatif untuk dinikmati di akhir pekan bersama keluarga.

Will I watch it again? Nah, I think once is enough :)

Official Trailer

Melissa Ayu Permatasari
Melissa Ayu Permatasari
A passionate learner
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Melissa Ayu Permatasari
Melissa Ayu Permatasari
A passionate learner

no comments

Follow Moeslema on SNS